aku tahu
tapi tidak semua perlu dibuat tahu
aku tahu
tapi tidak semua perlu untuk dibahas
aku tahu
kamu tahu
dan kita sama-sama dewasa
kini ketahuanku tetap menjadi tahu
tanpa membuat kamu juga menjadi tahu
aku sudah ikhlas
tenang..
aku tetap belajar
dan akan terus belajar
:)
October 12, 2011
October 9, 2011
aku
Aku hanya bisa mengumpat
Pada rindu yang kian menyengat
Aku hanya sedikit lelah
Menapaki setiap langkah
Mimpiku tetap terbentang
Hanya kali ini aku sedang memanggang
Semangat besar hingga ia tetap bisa terbang
Jelekknya tak kumasukkan dalam hati, jiwa dan
otak
Akan kusentak
Hingga berserak
Hilang menjadi karat
tetap kubuat senyum terlebar
Karena setiap langkah adalah proses belajar
Aku bahagia
Menikmati setiap rasa
:)
October 1, 2011
Hati VS Sikap
Suatu ketika Hati berjalan-jalan ke sebuah taman, kemudian dia disenggol oleh seorang marah dengan sangat keras. Dan hati hanya bisa tersenyum dan berkata dalam hati, "oke, gpp. Tetap tenang"
Kemudian dia berkenalan dengan pria bernama sikap, dia begitu lembut, baik dan sangat pengertian. Hati merasa suka dengan sikap.
Di lain hari, sikap yang tampan datang membawa bunga, lalu dia memberikan pada si cantik. Dan pastinya cantik merasa sangat tersanjung dan merasa dia istimewa. Hati melihatnya, dia menangis, tapi kemudian dia berkata lagi, "oke, gpp. Mungkin memang diri ini harus benar-benar dijaga".
Kemudian hati sudah bisa belajar untuk memanagement, lalu sikap selalu datang dengan kondisi yang menyebalkan. Dia kadang marah, kemudian dia menjadi romantis, kadang dia cuek, satu kali menjadi perhatian. Nah, dia tak melakukan pada apapun itu, tapi pada siapapun. sikap begitu antusias melakukannya pada cinta, pada hati, pada teman, pada musuh. Yah, jadi tetap perlukan management segalanya. Entah itu hati, sikap, cinta, waktu, dan yang terpenting dari semuanya adalah management diri.
Semoga kita selalu ingat itu :P
September 28, 2011
suka C:
hey, boy!
aku suka
meski aku tak mau menjadi duka
karena kita akan bertatap muka
aku suka
dan takkan kubuat luka
karena rasanya memang tak seperti cuka
aku suka
dan kan aku buat mulutku terbuka
ditambah berserinya muka
ah, sial!
aku masih suka C:
September 26, 2011
:berkaca:
saat aku kecil, terkadang aku malu untuk mengungkapkan apa yang aku rasa
mulutku terdiam
lalu, akupun mulai belajar, kalau ternyata apa yang aku pikirkan seharusnya layak untuk dikatakan.
Karena memang begitulah seharusnya manusia.
Saling mengingatkan, salling menghargai, dan salaing memotivasi
tapi sampai detik ini, aku pun tetap jarang melakukannya
Kenapa?
Karena aku takut.
Takut kalau aku dibilang menjilat ludah sendiri
karena dari kajian yang aku lakukan pada diriku sendiri dan juga pada saudara-saudaraku sendiri membuktikan bahwa,
memang itu kembali pada diri kita lagi
Hukum alam terjadi kawan.
Contoh : kalau mbakku marah-marah dan cerewet bilang kalau, jangan kotor2 yah, barang itu ditaruh di tempatnya yang bener. Dan selang beberapa hari, eeh, dia sendiri yang malah naruh barang-barangnya sembarangan (--"). Terus kalau aku bilang, eh jadi orang itu jangan jadi pemarah, eh selang beberapa hari, aku kerjaannya maraah mulu. Malu kan >.<
Sekarang, setidaknya aku mulai banyak belajar.
Kalau berkaca itu memang penting, tapi jika terlalu lama, kita tak akan pernah bisa melangkah
Kalau hati-hati itu sangat baik, tapi jika terlalu berlebihan dalam hati-hati, semua impian kita hanyalah sebuah impian belaka dan tak pernah kesampaian.
Kalau kita mau berkata pada orang lain tentang satu kebaikan, jadi buatlah itu menjadi satu cambukan pada kita bahwa kita yang mengatakan, jadi biarkan orang lain yang akan menegur dan mengingatkan kita.
Jadi, biarkan diri ini belajar untuk memantaskan diri
Agar tak menjilat ludah sendiri
Agar benar-benar bisa menjadi teladan untuk orang lain
Agar bisa membawa manfaat untuk orang lain
Karena kita tak bisa merubah orang lain, calon suami kita, bahkan takdir kita, tapi kita bisa mengubah diri kita :)
Kita berkaca, tapi jangan hanya pada benda mati. Karena lingkungan sekitar kita juga merupakan kaca terbaik yang bisa mencerminkan bagaimana diri ini bertapak pada bumi
with love,
adiba :D
September 24, 2011
Profesional
Yang aku tahu
Awalnya hanya mengerjakan dengan benar
Dia dapat nilai bagus, kaya, banyak dipuji.
Hm, sangat sempit
Lalu, aku belajar lagi
Profesional, berarti mampu mengerjakan dengan
tepat
Sesuai sasaran dan tujuan
Kemudian masuk pada tingkat lebih tinggi,
Konsisten dan komitmen juga harus ada
jika memang ingin diikuti dengan kata itu –profesional-
Sekarang?
Zamannya uda berubah yah,
Orang pingin lebih cepat, lebih baik, lebih
murah, juga lebih cerdas
Lalu, bagaiamana dengan posisi si professional ini
?
Yang penting kerja beres, tepat, dan cepat
Yang penting bikin semua orang bisa bahagia dan
pastinya sama-sama dapat manfaat
Yang penting untung buat kedua belah pihak
Yang penting bisa buat semua orang belajar jadi
lebih baik lagi
Yang penting bisa bawa nama baik semua pihak
Yang penting bisa jaga hati semua orang
Yang penting orang gak tahu apa yang jelek dari
kita
Yang penting tujuan utama tercapai
Yang penting si bos bangga
Yang penting, yang penting, yang penting
Dapat pahala J hahaha
Jadi menurutmu, tetap penting kan profesional itu?
Ayok belajar bareng yoook :P
-Its
not about how good you are, it’s about how good you want to be-
upgrade your standards guys J
September 16, 2011
Hey, bangun kawan! Libur telah usai…
Liburan kali
ini aku menghabiskan sedikit waktu buat nonton film dan baca beberapa buku. Hm,
lumayan menginspirasi sih, kalo aku mengutip sedikit kalimatnya “Sibuk untuk
hidup atau sibuk untuk mati”. Tak salah jika dalam Islam kita mengenal, bermimpi, bekerja, dan berusahalah
seolah-olah kau hidup seribu tahun lagi bahkan tak pernah mati. Dan itulah
–SWASHARK REDEMPTION- Film yang mengajarkan pada kita bahwa kebenaran itu
memang patut untuk diperjuangkan. Meskipun banyak yang akan menghalangi, tak
masalah jika kita tetap berbuat baik pada mereka yang memang tak percaya bahkan
merendahkan kita. (Walaupun sebenarnya kalau menurutku si pemeran utama sedikit
licik sih, heheh, cerdiklah bisa dibilang). Bukan hanya itu saja, dari sana,
aku belajar tentang sebuah kegigihan diri dan ketekunan. Dia mau dengan sabar
menulis surat kepada pemerintah selama 6 tahun dan itu dilakukan tiap minggu
sebanyak 2 kali. Dan yang paling mengejutkan, dia mau dan terus mau menggali
tembok penjara selama 22 tahun kawan, hanya untuk bisa kabur. WOW!!!
Itulah kenapa tak pernah salah
pula, kalau bapakku sendiri sering bilang, ‘kamu ibadah itu gampang, mau sholat
tahajjud, mau sholat dhuha, mau ngaji, mau sedekah, tapi yang paling sulit
yaitu membiarkan dirimu melakukannya setiap hari dengan kata lain instiqomah.’
Subhanallah…
“Setiap orang
berguna dengan cara mereka sendiri”. –SHAOLIN-
Itu juga film yang cukup bagus. Memberi kita tamparan
kecil, untuk lebih bisa menghargai keberadaan orang lain, siapa pun itu. Karena
memang pada dasaranya manusia diciptakan sebagai Khalifah di dunia ini, maka
sebagai Khalifah mereka pasti punya cara tersendiri untuk mencari jalan Tuhan,
dan pasti akan tetap menjadi orang yang berguna dengan caranya sendiri. Entah
itu berguna untuk negaranya, agamanya, keluarganya, teman-temannya, lingkungan
sekitarnya, bahkan berguna kepada orang yang tak dikenal di jalan hanya dengan
menyingkirkan sebuah paku dari tengah jalan J
Menurutku dua
film itu yang bisa aku petik hikmahnya untuk dibawa dikehidupanku selanjutnya.
Menyongsong semester 3 dan pengalaman baru yang akan lebih menakjubkan di depan
dan akan membuatku semakin kuat :D Selebihnya menurutku cuma just to know aja,
hahaha :P buat hiburan kayak UP!
(gua baru nonton mameen -.-), terus ada miss
congenirility, before you say I do,
sama film documenter The Cove (yang
ini kayaknya juga wajib nonton sih, tentang kisah nyata sebuah kebudayaan di
Jepang di mana mereka membunuh ikan lumba-lumba secara besar-besaran, untuk
apa? Tonton sendiri yah. Hahaha :P)
Gak hanya itu aja, ada juga buku.
Yang ini nih emang TOP banget. Dasarnya juga aku suka baca yah. Jadi I really
have fun.
Buku Pertama ini
iseng asal ambil aja. Judulnya ‘From Thief to God’s Beloved (Maling Jadi Wali)
karya KH Agoes Ali Masyhuri. Ini buku dwibahasa loh, haha. Kebanyakan sih
ngomongin tentang kondisi masyarakat zaman sekarang gitu yang pada mabuk sama
kekuasaan dunia dan disinggung juga dengan kacamata agama Islam.
Highten all which
are low with the power of love
Shine Indonesia
with the name of Muhammad
I read Shalawat on
the Messenger
Because I am
ashamed that my nation becomes like this
September 15, 2011
Bismillah.
Beberapa
hari yang lalu, aku pergi ke salah satu swalayan di deket rumah. Menemani
kakakku belanja keperluan parsel lebaran. Katanya untuk diberikan pada beberapa
rekan bisnisnya dan juga pada pegawainya di kantor. Saat di perjalanan, masku
ini dapat telpon dari salah seorang temannya. Dia kuliah di FKUA. Habis
yudisium mau masuk co.as. Tanpa aku meminta, masku ini cerita, “Dek, dia temen
baruku. Tahu gak dia itu kenalan ama mas, dan bilang pengen belajar
entrepreneur. Karena dia sendiri bilang, ‘dokter itu bukan dijadikan untuk
mencari penghasilan itu memang sudah jadi kewajiban sosial.’”
Subhanallah,
sudah sering yah denger kalimat itu di FKUB. Bagian yang sering aku denger,
terutama dari pak bos, “Jika niat Anda menjadi tenaga kesehatan di FKUB ini
hanya untuk mencari materi, maka segeralah mengemasi barang-barang Anda karena
bukan disini tempatnya.” Yah, semua calon tenaga kesehatan menurutku menyadari
itu.
Tapi
yang membuatku terpukau yaitu bagian dari cerita masku terkait pilihan yang
diambil oleh temannya ini. Yah, ditengah kesibukan sebagai seorang calon dokter
muda, masih terselip di benak beliau untuk belajar menjadi seorang
entrepreneur. Luar biasa.
Tidak
salah jika ada yang pernah bilang dalam sebuah tulisan yang saya baca, bahwa
menjadi enterprenuer bukanlah melulu soal dagang, meskipun memang sebagain
besar demikian, tapi ini lebih kepada mindset.
Enterpreneur
berasal
dari bahasa Perancis yang berarti kontraktor. Asal katanya ialah entreprenant yang berarti giat, mau berusaha, berani, penuh
petualangan. Dan entreprendre yang artinya undertake. Istilah entrepreneur mulai dipergunakan dalam bahasa Inggris
sejak tahun 1878 dan dipahami sebagai a contractor acting as intermediary between capital and
labour.
Di Indonesia sendiri, entrepreneur diterjemahkan sebagai enterprenir, pengusaha dan usahawan.
Dan sebuah Negara dikatakan maju jika
pengusahanya telah mencapai angka 2% dari jumlah penduduknya. Indonesia, hanya
0,sekian persen. Ayo kawan, apa kau tak mau disebut sebagai sang pemberani giat
dan penuh jiwa petualang. Ini tentang mindset. Dan pastinya akan lebih banyak
manfaat jika kita mau berenterpreneur-ria. Karena selain melatih diri ini
berpikir positif juga pastinya akan membuka lapangan usaha bagi orang lain jika
memang bisnisnya berkembang J
So keep widing your wings guys, and move
on..
September 11, 2011
-adiba-adiba-adiba-
Kalau di probinmaba 2011 ada sebuah acara yang
dikenal dengan “Namamu adalah Doa”, maka di sini aku akan meminta teman-teman
menyebut namaku tiga kali, maka teman-teman akan mendoakan aku sebanyak tiga
kali dan juga akan memanggil adiba dengan tiga wujud yang berbeda. Hahahahaha,
gak nyambung -.-)”
Hm,
sepertinya setahun ini aku benar-benar dibuat terkejut, tercengang, tertawa
lepas, dan terisak oleh cerita yang Allah berikan. Tidak hanya tentang kuliah,
organisasi, masalah hati, tentang teman, bahkan ini terkait namaku. Wkwkw :P
Sampai
pada usiaku yang ke 18, aku tak pernah sekalipun menjumpai nama yang sama
seperti diriku. Adiba. Bolehlah aku sedikit berbangga hati karena memang namaku
ini terbilang nama unik. Pernah suatu ketika, Bapak saya ada pertemuan dengan
guru se-Surabaya. Dan saat itu Beliau bertemu dengan guru SMPN 2 Surabaya,
dimana sekolah itu dulunya adalah tempat aku belajar. Ketika bapak bercerita
bahwa anaknya pernah sekolah di sana, dan menyebut nama adiba, guru tersebut
tertawa, dan memberikan pernyataan yang membuat saya GR, “oh, adiba. Ya ya saya
ingat dia pak, anaknya kecil. Dan yang paling saya ingat adalah namanya, adiba.
Nama yang unik.” Begitu kira-kira cerita dari bapakku. Hahaha, padahal saat itu
aku sudah lulus dari SMP itu lumayan lama loo :P
Aku
pernah menemukan nama adiba dua kali selama 18 tahun ini. Yaitu nama Adiba
digunakan oleh orang arab di Surabaya untuk dijadikan sebagai toko roti
terkenal. Dan nama Diba yang setau saya itu nama salah satu anak dari ustadz
terkenal yaitu Uje. Hanya dua kali itu. Lainnya tak pernah lagi aku temukan.
Hingga
masuk ke usia 19 tahun. Aku langsung mendapati nama Adiba dalam 2 bentuk yang
berbeda. Satunya Adiba Maulida yaitu teman 2009 jurusan PD di FKUB dan satunya
lagi Fairuz Adiba, adek kelas di SMADA kelas XI yang baru saja aku temui saat
buka puasa bareng SKI SMADA dan alumninya. Subhanallah. Lucu menurutku. Hahaha
:D
Karena
memang nama adalah sebuah doa, maka orang tua dari Adiba (aku), Mbak Adiba, dan
dek Adiba :P ingin anaknya menjadi manusia yang beradab seperti arti dari nama
kami yaitu adibaßadab dan juga bisa membuat peradaban sekitar yang lebih baik
lagi. Amin J
(tidak ada kemiripan lain selain nama. Hahah :P)
Yang foto bareng sama mbak adiba
belum, tunggu yah tanggal mainnya, walaupun gua kagak kenal sih ama mbak itu.
Haha, berarti abis ini mesti kenalan.
My Proposal
Bismillah..
Well, banyak orang yang tahu apa itu
proposal. Yah proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca.
Tapi
ini bukan proposal biasa. Because its really important for me. About adiba’s
proposal.
Setahun
yang lalu, aku tak memikirkan akan menjadi seperti apa hidupku di FKUB. Jauh
dari orang tua, dan benar-benar berdiri di kaki sendiri. Tak ada yang
mengenalmu, tak ada manusia yang akan melindungimu. Karena memang itu yang aku
rasakan saat itu. Hanya berharap pada naungan Tuhanku.
Setahun
yang lalu. Yah, dan kini, hello world. I found best puzzle of my life. Aku
ingin bergabung dengan salah satu organisasi di FKUB itu berarti aku punya
kesibukan positif. Dan ternyata, proposalku benar-benar diterima oleh Allah,
aku bahkan dapat lebih. Dua organisasi besar yang luar biasa. Yang bahkan
akupun sempat merasa “hm, bisa gak yah?” And here I am. ORMAGIKA dan BEM FKUB.
Aku tersenyum padaMu, Tuhan.
PROBINMABA.
Masih segar di kepala bagaiamana aku melewati rangkaian itu. Kali ini bukan
berbicara tentang prosesnya, hanya ingin memanggil beberapa orang yang
menurutku luar biasa yang ada di kegiatan itu, dan ucapanku benar-benar
terbukti. Ini yang aku katakana saat duduk dalam barisan Psychiatry. “Hm,
banyak orang hebat di sini, aku ingin mereka mengenalku, harus. Minimal bisa
menyapaku (memanggil namaku) tiap kali kita bertemu J” Dan waw,
kekuatan mimpi itu bisa membuat ucapaan tak hanya hilang tertiup angin, tapi
bisa menjadi cerita unik dalam proposalku. Untuk siapa orang-orangnya aku
rahasiakan saja yah.. heheh :P, tapi kalo ada yang mau tanya silahkan akan saya
jawab.
Tetap
dalam episode yang sama. Dulu aku terpesona dengan para punggawa PK2Maba dan
KRIMA. Mereka yang benar-benar sibuk untuk hidup, mengorbankan waktunya hanya
untuk menyambutku di gedung hijau FKUB. And now, terima kasih telah membuat
proposalku kembali ditanda tangani oleh Allah azza wa jalla. Nothing is
impossible for God.
Hingar
bingar Pengabdian Masyarakat bertalu dalam telinga para maba. Tak terkecuali
dengan telingaku. Waktu pertama kali aku tahu apa itu PENMAS, aku lalu
menuliskan dalam papan mimpiku, *Menjadi orang penting dalam kepanitiaan PENMAS
dan bisa kenal dengan teman-teman sengakatan 2010* J Ya Allah,
aku kembali kau buat tertawa lepas. Subhanallah.
Masih
ingat waktu itu aku hanya mengatakan dalam hati kalau aku pengen punya laptop
baru dan ukurannya lebih fleksibel untuk di bawa. And I got it.
“Aku bisa bermimpi setinggi langit bahkan ketika tak ada lagi
yang mampu mengejar mimpiku, tapi
ingatlah selalu, tak pernah sendiri aku menggapainya.”






