Bismillah..
Well, banyak orang yang tahu apa itu
proposal. Yah proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca.
Tapi
ini bukan proposal biasa. Because its really important for me. About adiba’s
proposal.
Setahun
yang lalu, aku tak memikirkan akan menjadi seperti apa hidupku di FKUB. Jauh
dari orang tua, dan benar-benar berdiri di kaki sendiri. Tak ada yang
mengenalmu, tak ada manusia yang akan melindungimu. Karena memang itu yang aku
rasakan saat itu. Hanya berharap pada naungan Tuhanku.
Setahun
yang lalu. Yah, dan kini, hello world. I found best puzzle of my life. Aku
ingin bergabung dengan salah satu organisasi di FKUB itu berarti aku punya
kesibukan positif. Dan ternyata, proposalku benar-benar diterima oleh Allah,
aku bahkan dapat lebih. Dua organisasi besar yang luar biasa. Yang bahkan
akupun sempat merasa “hm, bisa gak yah?” And here I am. ORMAGIKA dan BEM FKUB.
Aku tersenyum padaMu, Tuhan.
PROBINMABA.
Masih segar di kepala bagaiamana aku melewati rangkaian itu. Kali ini bukan
berbicara tentang prosesnya, hanya ingin memanggil beberapa orang yang
menurutku luar biasa yang ada di kegiatan itu, dan ucapanku benar-benar
terbukti. Ini yang aku katakana saat duduk dalam barisan Psychiatry. “Hm,
banyak orang hebat di sini, aku ingin mereka mengenalku, harus. Minimal bisa
menyapaku (memanggil namaku) tiap kali kita bertemu J” Dan waw,
kekuatan mimpi itu bisa membuat ucapaan tak hanya hilang tertiup angin, tapi
bisa menjadi cerita unik dalam proposalku. Untuk siapa orang-orangnya aku
rahasiakan saja yah.. heheh :P, tapi kalo ada yang mau tanya silahkan akan saya
jawab.
Tetap
dalam episode yang sama. Dulu aku terpesona dengan para punggawa PK2Maba dan
KRIMA. Mereka yang benar-benar sibuk untuk hidup, mengorbankan waktunya hanya
untuk menyambutku di gedung hijau FKUB. And now, terima kasih telah membuat
proposalku kembali ditanda tangani oleh Allah azza wa jalla. Nothing is
impossible for God.
Hingar
bingar Pengabdian Masyarakat bertalu dalam telinga para maba. Tak terkecuali
dengan telingaku. Waktu pertama kali aku tahu apa itu PENMAS, aku lalu
menuliskan dalam papan mimpiku, *Menjadi orang penting dalam kepanitiaan PENMAS
dan bisa kenal dengan teman-teman sengakatan 2010* J Ya Allah,
aku kembali kau buat tertawa lepas. Subhanallah.
Masih
ingat waktu itu aku hanya mengatakan dalam hati kalau aku pengen punya laptop
baru dan ukurannya lebih fleksibel untuk di bawa. And I got it.
“Aku bisa bermimpi setinggi langit bahkan ketika tak ada lagi
yang mampu mengejar mimpiku, tapi
ingatlah selalu, tak pernah sendiri aku menggapainya.”
Jika memang ada kesempatan untuk mengukir proposal
dalam tinta emas, maka aku akan mengajak Bapak, Ibuk, Mbak
Rosi, Mas Rizal, Mas Lukman, Mas Zainul semua paman dan om, semua bibi dan
tante, nenek, bude, pakde, Fakhri, Fahmi, Tasya, Sheila, Ibu Kos, Nopi, Mbak
Nia, Mbak Niai, Mbak Rika, Mbak Yunita, dan semua teman-teman kos, Nadya, Yeni,
Dian, Lala, Mita dan semua teman-teman Gizi 2010, dosen dan dokter-dokter yang
sudah menyalurkan ilmunya, mas Afif, mas Ekky, mbak Itink, mbak Egi, dan teman-teman
ORMAGIKA baik pengurus ataupun anggota, mbak Gayuh, mbak Ditaris, mas Adhi,
randi, fitri, ratih, liza, aiz dan teman-teman BEM Nusantara, yasinta, devy,
nia, linda, renita, dewi, adek, vita, sofi, dan semua teman-teman PENMAS 2011,
teman-teman Psychiatry dan kolega Virology, teman liqo’ ceria (nurul, eliza,
tista, khoi, ema, annisatus, anggi, bela) dan juga teman-teman di TK, SD, SMP,
SMA yang dengan cara mereka tetap mendoakanku hingga kini meski raga tak sempat
bertemu, bapak ibu penjual makanan di daerah kosan dan yang pernah aku beli
sehingga aku masih tetap bertahan hidup, bapak sopir angkot, bus, kereta,
taksi, travel dan semua yang tak bisa aku sebut satu
persatu. Aku ingin mereka semuanyalah yang menandatangani proposalku dengan
kuberikan tinta emas terindah karena telah membuat semuanya menjadi mungkin.
Dan tak pernah berhenti terucap untuk Allah SWT yang telah memberikan stample
terindahnya agar proposalku benar-benar di acc :P
Itu untuk tahun pertamaku di lembaran mahasiswa. Tak terhitung
lagi banyaknya proposal yang telah Tuhan kabulkan untukku. Meski tak sedikit
pula yang terkadang di tunda olehNya. Aku akan terus menulisnya dalam lembaran
tahun keduaku dan tahun berikutnya.
Untuk
IP yang cumlaud, Allah benar-benar mengajariku arti tentang sebuah kerja keras,
karena disinilah aku akan berlatih lebih baik. Untuk keberanian dan kecerdasan
sipirtual, kecerdasan otak, kecerdasan sosial, kreatifitas yg lebih baik lagi,
karena itu akan membuat hidupku makin berwarna. Untuk mimpi bisa membantu anak-anak
tak mampu agar tetap meraih cita-cita dan meneriakkan tawa lantangnya karena
akan membuat negeriku lebih baik lagi. Untuk buku yang kelak aku buat dan bisa
memberi manfaat pada mereka yang membacanya. Untuk tabungan yang terus ingin
aku tambah agar ibuku bisa berangkat haji. Untuk senyum, semangat, dan manfaat
yang semakin banyak aku tebar di sekitarku, karena tak ada yang lebih
menyenangkan selain melihat orang lain tersenyum. Untuk Karya tulis dan PKM yang
akan membawaku ke dunia baru, semoga bisa keluar negeri bareng sama
kakak-kakaku, bisa umroh sama suamiku (amin J) Untuk setiap pengalaman indah yang akan terus membuat aku
belajar, Untuk kasih sayang tulus dan cinta yang semakin dan semakin dan
semakin besar pada Tuhanku semesta alam, Allah SWT.
Tuhan, inilah proposalku. Mungkin aku tak mendapat jawaban hari
ini, tapi aku yakin stempel terbaikmu tetap akan menggores indah dalam
lembar-lembar proposalku. Dan sampaikan salamku kepada mereka semua yang telah
rela dengan sadar ataupun tidak mereka sadari telah membawaku menuju
mimpi-mimpiku. Persiapakan diriku Tuhan, untuk menjalani setiap kata, setiap
kalimat, setiap halaman dalam proposalku dengan jiwa raga, hati, dan pikiran
sebaik mungkin, karena Kau tak butuh
persetujuanku untuk merubah, menambah bahkan mengurangi apa yang telah aku
tulis dalam proposalku. Laa haulaa waala quwwata illah billah.
-sekian-

No comments:
Post a Comment