September 11, 2011

My Proposal


Bismillah..
Well, banyak orang yang tahu apa itu proposal. Yah proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca.
            Tapi ini bukan proposal biasa. Because its really important for me. About adiba’s proposal.
            Setahun yang lalu, aku tak memikirkan akan menjadi seperti apa hidupku di FKUB. Jauh dari orang tua, dan benar-benar berdiri di kaki sendiri. Tak ada yang mengenalmu, tak ada manusia yang akan melindungimu. Karena memang itu yang aku rasakan saat itu. Hanya berharap pada naungan Tuhanku.
            Setahun yang lalu. Yah, dan kini, hello world. I found best puzzle of my life. Aku ingin bergabung dengan salah satu organisasi di FKUB itu berarti aku punya kesibukan positif. Dan ternyata, proposalku benar-benar diterima oleh Allah, aku bahkan dapat lebih. Dua organisasi besar yang luar biasa. Yang bahkan akupun sempat merasa “hm, bisa gak yah?” And here I am. ORMAGIKA dan BEM FKUB. Aku tersenyum padaMu, Tuhan.
            PROBINMABA. Masih segar di kepala bagaiamana aku melewati rangkaian itu. Kali ini bukan berbicara tentang prosesnya, hanya ingin memanggil beberapa orang yang menurutku luar biasa yang ada di kegiatan itu, dan ucapanku benar-benar terbukti. Ini yang aku katakana saat duduk dalam barisan Psychiatry. “Hm, banyak orang hebat di sini, aku ingin mereka mengenalku, harus. Minimal bisa menyapaku (memanggil namaku) tiap kali kita bertemu J” Dan waw, kekuatan mimpi itu bisa membuat ucapaan tak hanya hilang tertiup angin, tapi bisa menjadi cerita unik dalam proposalku. Untuk siapa orang-orangnya aku rahasiakan saja yah.. heheh :P, tapi kalo ada yang mau tanya silahkan akan saya jawab.
            Tetap dalam episode yang sama. Dulu aku terpesona dengan para punggawa PK2Maba dan KRIMA. Mereka yang benar-benar sibuk untuk hidup, mengorbankan waktunya hanya untuk menyambutku di gedung hijau FKUB. And now, terima kasih telah membuat proposalku kembali ditanda tangani oleh Allah azza wa jalla. Nothing is impossible for God.
            Hingar bingar Pengabdian Masyarakat bertalu dalam telinga para maba. Tak terkecuali dengan telingaku. Waktu pertama kali aku tahu apa itu PENMAS, aku lalu menuliskan dalam papan mimpiku, *Menjadi orang penting dalam kepanitiaan PENMAS dan bisa kenal dengan teman-teman sengakatan 2010* J Ya Allah, aku kembali kau buat tertawa lepas. Subhanallah.
            Masih ingat waktu itu aku hanya mengatakan dalam hati kalau aku pengen punya laptop baru dan ukurannya lebih fleksibel untuk di bawa. And I got it.
Aku bisa bermimpi setinggi langit bahkan ketika tak ada lagi yang mampu mengejar mimpiku, tapi ingatlah selalu, tak pernah sendiri aku menggapainya.



Jika memang ada kesempatan untuk mengukir proposal dalam tinta emas, maka aku akan mengajak Bapak, Ibuk, Mbak Rosi, Mas Rizal, Mas Lukman, Mas Zainul semua paman dan om, semua bibi dan tante, nenek, bude, pakde, Fakhri, Fahmi, Tasya, Sheila, Ibu Kos, Nopi, Mbak Nia, Mbak Niai, Mbak Rika, Mbak Yunita, dan semua teman-teman kos, Nadya, Yeni, Dian, Lala, Mita dan semua teman-teman Gizi 2010, dosen dan dokter-dokter yang sudah menyalurkan ilmunya, mas Afif, mas Ekky, mbak Itink, mbak Egi, dan teman-teman ORMAGIKA baik pengurus ataupun anggota, mbak Gayuh, mbak Ditaris, mas Adhi, randi, fitri, ratih, liza, aiz dan teman-teman BEM Nusantara, yasinta, devy, nia, linda, renita, dewi, adek, vita, sofi, dan semua teman-teman PENMAS 2011, teman-teman Psychiatry dan kolega Virology, teman liqo’ ceria (nurul, eliza, tista, khoi, ema, annisatus, anggi, bela) dan juga teman-teman di TK, SD, SMP, SMA yang dengan cara mereka tetap mendoakanku hingga kini meski raga tak sempat bertemu, bapak ibu penjual makanan di daerah kosan dan yang pernah aku beli sehingga aku masih tetap bertahan hidup, bapak sopir angkot, bus, kereta, taksi, travel dan semua yang tak bisa aku sebut satu persatu. Aku ingin mereka semuanyalah yang menandatangani proposalku dengan kuberikan tinta emas terindah karena telah membuat semuanya menjadi mungkin. Dan tak pernah berhenti terucap untuk Allah SWT yang telah memberikan stample terindahnya agar proposalku benar-benar di acc :P
            Itu untuk tahun pertamaku di lembaran mahasiswa. Tak terhitung lagi banyaknya proposal yang telah Tuhan kabulkan untukku. Meski tak sedikit pula yang terkadang di tunda olehNya. Aku akan terus menulisnya dalam lembaran tahun keduaku dan tahun berikutnya.
            Untuk IP yang cumlaud, Allah benar-benar mengajariku arti tentang sebuah kerja keras, karena disinilah aku akan berlatih lebih baik. Untuk keberanian dan kecerdasan sipirtual, kecerdasan otak, kecerdasan sosial, kreatifitas yg lebih baik lagi, karena itu akan membuat hidupku makin berwarna. Untuk mimpi bisa membantu anak-anak tak mampu agar tetap meraih cita-cita dan meneriakkan tawa lantangnya karena akan membuat negeriku lebih baik lagi. Untuk buku yang kelak aku buat dan bisa memberi manfaat pada mereka yang membacanya. Untuk tabungan yang terus ingin aku tambah agar ibuku bisa berangkat haji. Untuk senyum, semangat, dan manfaat yang semakin banyak aku tebar di sekitarku, karena tak ada yang lebih menyenangkan selain melihat orang lain tersenyum. Untuk Karya tulis dan PKM yang akan membawaku ke dunia baru, semoga bisa keluar negeri bareng sama kakak-kakaku, bisa umroh sama suamiku (amin J) Untuk setiap pengalaman indah yang akan terus membuat aku belajar, Untuk kasih sayang tulus dan cinta yang semakin dan semakin dan semakin besar pada Tuhanku semesta alam, Allah SWT.
            Tuhan, inilah proposalku. Mungkin aku tak mendapat jawaban hari ini, tapi aku yakin stempel terbaikmu tetap akan menggores indah dalam lembar-lembar proposalku. Dan sampaikan salamku kepada mereka semua yang telah rela dengan sadar ataupun tidak mereka sadari telah membawaku menuju mimpi-mimpiku. Persiapakan diriku Tuhan, untuk menjalani setiap kata, setiap kalimat, setiap halaman dalam proposalku dengan jiwa raga, hati, dan pikiran sebaik mungkin, karena Kau tak butuh persetujuanku untuk merubah, menambah bahkan mengurangi apa yang telah aku tulis dalam proposalku. Laa haulaa waala quwwata illah billah.


-sekian-

No comments: