August 31, 2017

Wonderful 2017!

2017
Amazing
Awesome
Fabulous
Happy
Super
Nice
Beauty 
Fantastic
Love, Love, and Love!

Setidaknya itu kesimpulan dari 8 bulan di kalender 2017 milikku. Meskipun masih tersisa 4 bulan lagi, setidaknya 8 sudah cukup mewakili karena nilainya lebih besar daripada 4.


"Suatu ketika seorang Profesor masuk ke kelas dan memberikan ujian secara mendadak kepada muridnya. Beliau membagikan kertas satu lembar kosong dengan satu titik bulat warna hitam di tengah. Tak ada arahan, tak ada penjelasan, tak ada instruksi. Lalu dengan bingung semua mahasiswa berusaha memberikan jawaban terbaiknya di kertas baliknya. Dan ketika sudah di periksa oleh sang professor satu persatu, semua orang membicarakan tentang titik hitam tersebut. Dengan deskripsi sangat detail. Kemudian professor mengakhiri kelas tersebut dengan memberikan sebuah nasehat, "Mengapa hanya fokus pada satu titik hitam, sementara kau punya begitu luas warna putih yang seharusnya bisa kau syukuri? Lihatlah kacamata hidupmu seperti itu.""
Aku memulai awal tahun 2017 dengan sebuah keputusan terbesar dalam hidupku.
Keputusan yang menjadi titik awal hidupku dimulai, tidak hanya hidupku, tetapi aku yakin juga tentang akhiratku.

2017 SAYA
M E N I K A H 

Saya percaya, bahwa menikah adalah proses yang membutuhkan persiapan matang jauh hari sebelumnya. Sangat jauh. Entah kita sudah punya pasangan ataupun belum. Karena sejatinya Menikah adalah persiapan diri sendiri.  Tak melibatkan siapapun di dalamnya. Semuanya dari diri sendiri.
Tentangmu yang akan tidur dengan si doi.
Tentangmu yang akan menyiapkan kebutuhan si doi.
Tentangmu yang akan menemani setiap langkah doi.
Tentangmu yang akan menjadi makmum setianya.
Tentangmu yang akan menerima segala baik dan buruknya, sehat dan sakitnya, bahagia dan sedihnya.
Jadi tak perlu menunggu ada calon bukan untuk menyiapkannya?

Dengan teori itulah akhirnya aku menjawab iya untuk sebuah pinangan pada awal bulan Januari 2017. Berbekal pertemuan hanya sekali dengan si doi ternyata berhasil memantapkan hatiku dengan menganggukkan kepala.
Bukan lagi soal tampang, tahta, jabatan, harta, silsilah keluarga, atau apapun itu. Tapi anggukan ini berarti bahwa "Yes, I'm ready! Saya siap menikah ya Allah"

"Menikah adalah ibadah seumur hidup. Maka persiapkanlah dengan ilmu dan iman."
Aku tak membersamai persiapan ini. Beruntungnya tangan-tangan Allah mengelilingi persiapan ini lewat mbak dan masku.
Setelah 6 Januari 2017 aku bertemu untuk pertama kalinya dengan si doi, tgl 9 Januari jadwalku sudah tidak bisa di ubah untuk pergi ke Jakarta karena urusan pekerjaan. Allah menjanjikan berkah dengan persiapan cepat tanpa ribet jika memang Jodoh sudah di taken! Si doi me"marketing"kan diri sendiri ke masku tentang visi misi ke depannya, tentang "rahasia perusahannya", ya namanya juga jualan. Pasti meyakinkan dan yang baik-baik saja dikeluarkan. hehhehe~ Setidaknya pesona doi berhasil membuat mas-masku pun berkata "lanjutkan anak muda!" hanya dalam rentang waktu tepat 2 minggu.
29 Januari, kali kedua aku bertemu dengan si doi. Tepat di mana hari itu, doi membawa serta seluruh pasukan untuk meminta serta melamar diriku di depan orang tua dan juga keluargaku. Di hari ini pula, tanggal pernikahan di tetapkan, tanpa ada hitung-hitungan, tanpa ada rebutan tanggal. yang penting kalau tidak sabtu ya minggu. hehehhe.
Jadi tanggal ini ditetapkan berdasarkan "kapan adiba selesai kerja di luar kota dan pulang". Aku tak memakai kata seandainya dan lain sebagainya. Setidaknya, aku pakai ilmu timeline, deadline, dan ilmu lapangan yang kumiliki untuk behadapan dengan calon profesor yang akan jadi teman tidurku ini.


"Aqidah yang bersih. Syarat pertama Allah menjanjikan wanita di bumi lebih mulia berkali-kali lipat dibandingkan bidadari surga. Bahwa aqidah inilah menjadi dasar tentang iman dan keyakinan. Semua yang terjadi dalam hidupku, bahkan ketika aku tidur dan menendang laptop-pun semua sudah diatur oleh Allah. Daun jatuh di depan rumahku, ada angina yang masuk kamarku, semuanya adalah ketentuan Allah. Maka aqidah inilah yang menguatkan langkah-langkah menyempurnakan separuh agamaku."
26 Maret 2017 tepat hari ini, seorang laki-laki yang telah ditakdirkan Allah bertriliyun tahun yang lalu mengetuk pintu-pintu Arsy Allah. Melafalkan sebuah janji yang langsung melibatkan Allah di dalamnya. Suamiku menyebut ijab qobul dengan sekali tarikan nafas dengan lancar di depan bapakku, dengan Allah sebagai saksi segalanya. Kau tahu kawan, bahwa menikah itu indah. Dilihat dari sisi manapun! Bahkan jika didalamnya berbuah sedikit air mata, setidaknya kau tak menangis sendirian lhoo.. 

Bahwa pernikahan adalah salah satu dari 3 janji besar yang Allah sendiri langsung turun tangan. Bahwa pernikahan adalah gerbang dimana semua tingkah berlipat ganda dan menjadi utuh dengan nilai 1. 

Selamat datang abad baru! 😄