January 18, 2018

❤ Resolusi 2018 ❤


Menurut kamus besar bahasa Indonesia, resolusi berarti pernyataan tertulis tentang tuntutan suatu hal. Bisa berarti keinginan atau impian. Itulah mengapa resolusi haruslah ditulis. Selain memang secara pengertian, tujuan lainnya bisa juga untuk meyakinkan seluruh tubuh dari jasmani, rohani, hingga alam bawah sadar bahwa kita memang menginginkan hal tersebut. 

Well, untuk saya pribadi 2018 rasanya menjadi memontum perubahan yang sesungguhnya. Mungkin saya menikah di 2017, tetapi banyak yang bilang bahwa masa-masa perubahan dan adaptasi membutuhkan waktu, dan saya pribadi merasa bahwa waktu itu sudah cukup. Jadi saat ini peran itu sudah benar-benar tertanam cukup dalam. Bahwa saya ada wanita yang sudah berkeluarga. 

Karena proses ini cukup besar, maka sedikit resolusi saya di tahun 2018 ini. Saya tidak terlalu berharap ini itu begini begitu. Hanya dua resolusi saya di tahun ini. 
1. Membentuk sebuah keluarga utuh. Dengan mendapat kesempatan menjadi seorang Ibu. 
Alhamdulillah, awal tahun saya dimulai dengan hasil test pack bergaris dua. Perjalanan akan dimulai. Resolusi belum berarti tercapai. Karena saya percaya, sebuah resolusi bisa tercapai bukan hanya sekedar mencoret list dari buku kita, tetapi mengisi cerita resolusi dengan proses yang dilalui hari demi hari.
2. Menjadi wanita yang bisa berbaur di Oxford
Berbaur itu mudah. Tapi dengan semua kalangan sepertinya butuh proses belajar dan adaptasi. Jika empat bulan lalu saya beradaptasi dengan kehidupan baru yaitu masuk rumah tangga, jauh dari keluarga, tidak bekerja, maka kali ini aku ingin menjadi manusia yang lebih bisa bersosialisasi dengan siapapun. Berarti beberapa hal penting yang harus saya pelajari adalah, 
⚛ Belajar bahasa Inggris (British) supaya lebih fasih
⚛ Mempelajari budaya native
⚛ Mempelajari mana hal yang sopan dan tidak sopan untuk dilakukan di Inggris

Well, dari sekian banyak tahun-tahun penuh resolusi yang pernah saya jabarkan, seperti tahun ini berhak mendapat nominasi dengan resolusi paling sedikit. Dan tentu saja lebih susah levelnya. 

Apapun itu, Allah tak pernah melarang umatnya untuk bermimpi bukan? 
❤❤❤
Oxford, 18 Januari 2017