July 26, 2011

hanya saran, jika memang ingin menyanyangi semuanya, maka lakukan itu secara langsung, karena jika ditanggapi secara personal dan tidak saling tahu, presepsi tiap orang dari kita akan berbeda. karena aku dan mereka adalah wanita. dengan tingkat sensitivitas, perasaan dan emosi yang berbeda. tapi tetap saja, wanita, ya begitulah adanya. 
aku bersyukur bertemu denganmu. meski aku merasa sakit. aku ingin lupa, tapi ternyata sulit. karena memang otak manusia tidak diciptakan untuk lupa, melainkan hanya berhenti untuk mengingat. aku lakukan itu, berusaha melakukan lebih tepatnya.
rasa itu masih ada, melekat. karena itulah hebatnya wanita. meski sakit, masih terselip kasih. meski marah, masih tersirat senyuman, dan meski lelah, masih terucap beribu doa.
maaf dan terima kasih
maka, kan kucintai engkau dalam diamku. entah sampai kapan, aku menunggu hingga laki-laki yang halal kan mengobati segalanya.
semoga kau selalu bahagia dan dalam lindungan Allah

July 25, 2011

eh ini zaman aku mam..

buka akun facebook, kemudian ada status salah satu orang terkenal di FK. Mas Rizal (ahah, silakan yang mo kenalan :P)
Banyak di like sama temen2nya. Dan banyak juga yang berkomentar. Rame yak. hihih ...
Kebetulan juga, semalem aku ngobrol sama masku yang di sby sama mbakku juga. Pada seru ngomongin tentang kehidupan #hahasseeek, bahasan yang menyenangkan tapi sedikit berat.

mas : eh dek, anak sekarang itu ya, kalo misal kita nyuruh mereka buat sholat, gak bisa asal cuma "eh kamu harus sholat." karena pasti mereka jauh lebih cerdas buat balik tanya, "kenapa ma mesti sholat?", dan kita ntar jadi orang tua harus punya jawaban yang bagus untuk itu.
mbak : iyah, fahri itu (anaknya mbakku=ponakanku) cerdasnya beda ama pas zaman kita dulu, tanyanya mesti dikejar. Kalo uda di jawab satu, tanya lagi, tanya lagi, dan lagi.
mas : jadinya emang mesti banyak-banyak baca biar enak kamu diajak diskusi ama orang atau pas kamu punya anak ntar dek.
mbak : karena memang kan, pernah juga disebutkan dalam islam "Didiklah anak sesuai dengan zamannya"


aku suka dengan kalimat terakhirnya . . . :')

Beruntung sekali kawan, keluargaku tidak termasuk pada mereka yang berorientasi dengan nilai seperti yang disebutkan di statusnya mas rizal.

Kalau boleh sedikit bercerita, dulu zaman SD alhamdulillah (sedikit pamer nih) aku selalu berada di peringkat 3 besar di kelas. Murni nih asli hasil sendiri, anak SD mana suka nyontek boo, dan padahal dulu zaman SD itu aku jarang belajar. Tau kan kalo dapet peringkat kelas itu nilai gak pernah lepas dari angka satu nol nol, alias 100. Masuk di kelas SMP. Sedikit kaget, excited, waw, gini yah SMP. Nilai udah gak lagi zaman satu nol nol, terutama untuk pelajaran fisika. Dan saat kelas VII, itu pertama kalinya aku dapat pelajaran fisika dan pertama kalinya juga aku dapet nilai 25. Idiih, dipake buat beli permen aja gak bisa zaman itu yah. hohoh, dan tau apa reaksiku, kulipat dengan sangat kecil kertas ulangan itu, aku simpan baik-baik dalam kantongku, sesampainya di rumah, aku buang dalam-dalam kertas itu ke lemariku. fyuuuh, aman. itu pikirku. Beberapa bulan kemudian, "lho dek, nilai apa ini dek, kenapa ada di sini, kamu gak kasih tau ibu yah." dengan tenangnya ibu menemukan itu, dan subhanallah, aku gak kena marah kawan. Tak ada dampratan, tak ada suara keras dan tak ada satupun pukulan dari ibuku. #plokplokplok.. dan ajaib, efeknya benar-benar kerasa sampe saat ini, coba kalau reaksi ibuku tak seperti itu, mungkin akan tercipta dan terbentuk karakter adiba yang bukan seperti ini. Yap, reaksi kita akan segala sesuatu tentu sangat berpengaruh pada sikap, pendapat, bahkan berpengaruh pada orang lain.

Ibuku membuktikan, bahwa memang saat aku berada di SD dan SMP itu sudah berbeda zaman. Dan ketika aku di kelas IX, nilaiku jatuh sekali, Bapak hanya bilang "lho dek, nilaimu bisa terjun payung yah" hahah, aku ketawa malu, tapi ngefeklah daripada aku kena marah bisa-bisa aku marah-marah balik ke bapakku. waah #plookplookplookplook lagi buat ortuku. standing applause deh :)

Aku yakin banyak juga yang punya nasib serupa dengan aku, tapi tak sedikit juga yang orang tuanya tetap berada pada prisnsipnya. Hmm, kalau misalnya ingin merubah para orang tua bisa, tapi cetakannya kan uda jadi, siapa?? ya kita-kita ini kan..
Jadi apa yang harusnya kita lakukan?
kita uda dewasa kan yah teman, maka masa depan bangsa kita ada di tangan kita nantinya.
Untuk para calon orang tua, lebih tepatnya aku menyebut diri sendiri dan teman-teman semuanya, mau diapakan generasi kita nantinya tergantung dari cara kita sekarang kan yah? Untuk yang bernasib sama sepertiku, mungkin meniru dan memperbaiki lagi cara orang tua kita mendidik anak bisa lebih menciptakan generasi yang jauh lebih baik dari kita.
Dan untuk yang punya pengalaman sedikit kurang beruntung karena suka kena marah karena nilai kita jelek, hmm, aku yakin setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu juga dengan ortu kalian, pasti ada manfaatnya kan buat kalian, tapi mungkin caranya saja yang mesti kita rubah. Ya kan, kalau seandainya temen-temen merasa cara mereka tidak enak ke kita, maka cari cara terbaik. Untuk yang punya adek kecil, sepertinya kita memang perlu buat mengatakan pendapat kita sebagai saran kepada ortu kita kalo memang cara mereka sudah sulit untuk diterapkan di zaman sekarang.

Cupu sekali jika kita masih saja mengatakan pada anak kita kelak, "lho dulu mama/papa/ibu/ayah juga gini kalo gini", waw, kalo masih ada seperti itu, jangan salahkan kalo nanti anak kita berteriak dan mengatakan, "Mama/Papa/Ayah/Ibu, ini zaman aku, kalo dulu itu ya beda ama sekarang." *nahloo susah kalo begitu.

Jadi buat kita-kita yang sedang ada di masa pencarian jati diri dan perancang masa depan #kereen, maka kalau di dunia kesehatan kita sedang berada di masa praconception untuk persiapan gizi dan kesehatan demi masa depan anak, maka kita juga harus melakukan persiapan mental, akal, ilmu, dan iman.

Didiklah anak sesuai dengan zamannya, karena setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya.


Jika tidak ada manfaat, maka mohon maafkan saya sebagai penulis amatir yang hanya ingin membagi pemikiran saja.
Jika ada manfaat dari tulisan ini, maka resapi dan jalani ini, akan lebih baik jika kita mau memberitahukan pada orang lain. Satu ilmu yang diucapkan pada orang lain adalah pahala jariyah. Karena akan lebih baik jika semua dimulai dari diri kita, dari saat ini, karena kita terdepan dalam membina :D

July 17, 2011

siapa yang MOS atau OSPEKnya gak berkesan di hati, angkat tangan??

Pengen ngadain polling nih buat temen-temen semuanya, sapa yang MOS atau OSPEKnya gak berkesan dan gak ‘nyantol’ di hati?
Wah, sebelah sana angkat tangan, yak ada yang angkat tangan lagi. Wah wah..
Hm, okeh, buat yang kuliah di FKUB dan tergabung dalam grup “Ada Apa Dengan Kolegium”, sepertinya tahu kan maksud screenshoot di bawah ini? Yang lagi rame di grup itu. Hm, jadi bagaimana menurut pendapatmu?

 Hm, kalau aku sedikit flashback nih yah..
Pas zaman aku SMP, pertama kali aku kenal yang namanya MOS (Masa Orientasi Siswa).
Untukmu, lelaki terakhir yang akan masuk dalam keluargaku.
Tapi bukan jagoan kecil….ღ
Hai boy.. J
Kau adalah lelaki yang akan menjadi penutup untuk masuk dalam keluargaku,
Kau begitu dinanti,
Kau tahu kenapa, karena nantinya kau akan menjadi pelengkap keluargaku.

July 16, 2011

Ini Cerita PENMASku, Apa Ceritamu ?

Kawan, aku punya cerita untukmu.
Sebuah kisah tentang tawa, pengabdian, keikhlasan, dan juga torehan senyum
Tapi ini bukan tentang diriku
tapi tentang mereka,
yang merasakan itu semua.
Kalianlah yang merasakannya kawan,
dan ini cerita aku rangkum karena kalianlah yang bercerita padaku.. :)


I love you
but maybe
 not today, we're together
I
 want to take care of you
then
 I also want you to look after me


July 15, 2011

aku ingin...

Esok, aku ingin berbicara padamu
bercerita tentang diriku
bercanda tentang dirimu
dan bermimpi tentang masa depan

kapan-kapan, aku ingin makan bersamamu
menikmati semangkuk bakso panas
dan segelas es degan
mungkin bisa ditambah dengan setangkup manis ice cream

entah kapan, aku ingin pergi bersamamu
menikmati kota ini dari sudut pandang yang berbeda
melihat bintang-bintang
dan menyapa bulan

suatu hari nanti, aku ingin kau menjadi sandaranku
menjadi tempatku untuk menangis
menjadi tempatku untuk berbagi
suka dan duka

saat hari itu tiba,
haruskah aku tetap menunggu?
tibakah hari itu?
aku menunggu jawabanmu
meski aku sendiri tak tahu, sampai kapan hati ini kan kuasa menunggu..

July 6, 2011

A : “emang kamu gak tau yah, kenapa aku ngelakuin semuanya selama ini. Padahal, tanda yang aku berikan sepertinya sudah cukup jelas. Memang sih, ibarat kalo lagi manggil orang nih, ada orang yang pake kedipan mata aja bisa langsung sadar, tapi gak sedikit pula kalo orang harus perlu di pukul bahunya dengan keras supaya dia sadar kalo dia sedang dipanggil. Dan sepertinya kamu termasuk yang tipe kedua.”
B : “sebenernya maksudnya apa juga sih? Gak nyambung nih aku. Kan selama ini aku juga gak minta kamu buat ngelakuin semuanya.”
A : “dari awal kita ngobrol juga aku gak pernah minta sama Allah buat dikasih rasa suka sama kamu.”
So ?

*ada yang bisa lanjutin ini cerita. Kira-kira bakalan gimana yah?*

July 5, 2011

anak muda zaman sekarang

Setiap orang ada zamannya
Dan setiap zaman ada orangnya….

Beberapa waktu lalu aku mendengar kalimat itu dari orang hebat di FKUB.
Wah, subhanallah sekali. Tapi dari kalimat itu muncul satu pertanyaan dalam diriku, apa benar setiap orang ada zamannya?

Hmm, aku sedikit mengernyitkan dahiku jika memang terjadi hal semcam itu.
Jadi begini ceritanya..
“Beberapa hari yang lalu, aku pulang ke Surabaya. Aku pulang naik kereta. Pas uda masuk wilayah Surabaya, ada dua orang adik kecil,, cantik. Kira-kira seumuran anak SD-lah. Mereka sepertinya teman akrab. Aku mengamatinya dari jauh. Kemudian, salah satu dari mereka mengeluarkan HP.
Terus, mereka saling cekikian membalas sms. Dan samar-samar tapi jelas, aku mendengar percakapan mereka.
“Eh, mbak, gimana ini, cowok yang tad isms lagi loo, dia minta kenalan. Dan minta alamat rumah.”
“Kalo gitu kita bilang aja di, ehmm, (sambil mikir) di Jombang aja”
-.-)”
Waw, itu ekspresi yang aku keluarkan. Anak sekecil itu, mereka uda maenan smsan sama cowok, dan itu pun maen kenalan.
Hm, jadi saran terbaik “HP bisa menyebabkan kecanduan, kemunduran, dan kelunturan sebuah peradaban masa yang akan datang. Jadi hindarkan dia dari jangkauan anak kecil”

Karena aku gemes, jadi aku foto ajaah :P

Hm, kejadian lain yang juga membuatku Shocking terapy hari itu. Pas uda nyampe di rumah, aku maen ke rumah tanteku yang juga satu kampung sama aku. Dia bilang, ada tetanggaku, yang masih baru masuk SMP, dulu emang temen maenku (hahah, jadi dulu aku maennya sama anak kecil), pas uda masuk SMP uda mulai pacaran coba. Dan gak nanggung-nanggung, sampe di apelin ke rumah sampe malam. Pergi sampe malem. Weew -.-)”
Yah, setiap zaman ada orangnya
Setiap orang ada zamannya.
Semoga kita dan anak cucu kita berada di zaman yang memang bisa membuat iman kita semua lebih kuat dan membuat jiwa kita lebih lapang J

~Fakta kalo lo gak akan nyesel masuk Jurusan Gizi FKUB~


1.  Pengen masuk dokter? Tugasnya apaan? Bantuin orang sakit kan? Biar apa? Ya, biar sembuh. You can do it guys J. Jadi di gizi, juga tujuan utamanya mengatur pola makan orang. Dari yang sakit biar sembuh, dari yang sembuh biar tetep sehat. Jadi kalo di kata dokter itu kasih resep obat, kita kasih resepnya berupa menu makanan. Jadi, gak ada beda kana ma dokter? :p
Emang sih, gak semua penyakit bakalan bisa ditreatment ama gizi, contohnya kalo misal mau operasi pasien, tentu gizi gak punya wewenang, tapi penyakit lain yang memang sedang banyak menyerang masyarakat dunia seperti hipertensi, DM tingkat 2, semua bisa diatasi insyaallah sama ahli gizi. Tapi akan jauh lebih baik jika kedua profesi ini (dokter dan ahli gizi) bisa saling bekerjasama dengan baik :D

2.   Lulus dari gizi mau jadi apa yah? Kerja di mana? Hm, jangan ragu. Ranah kerja ahli gizi sangat luas. Mau kerja di rumah sakit atau puskesmas, oke. Mau kerja di perusahaan pangan internasional setingkat nestle, Indofood, ayok. Mau buka wirausaha bisnis cathering dan restaurant sehat, mantab. Mau jadi konsultan sport, uyeeah. Mau jadi konsultasn kecantikan, boleh juga. Jadi, jangan pernah takut untuk mencoba dan berkreasi. Karena masuk gizi, gak cumin orang sakit yang bakalan nyari kita, orang sehat pun nyari.

          3.   Ilmunya mau di kemanain? Hmm, anak gizi di angkatanku 2010 itu, jumlahnya 113 biji. Dan cowoknya itu Cuma 9 gelintir. Jadi akan ada104 ibu rumah tangga yang insyaallah bisa mengendalikan gizi keluarganya. Jika semakin banyak keluarga dengan gizi baik, maka akan muncul anak-anak generasi yang pintar dan cerdas, sehingga kualitas bangsa dan Negara ini bisa lebih maju.
*karena hal-hal besar itu semuanya dimulai dari hal kecil, khususnya keluarga*
Jadi, cari pacar, sodara, istri, adek, sepupu, anak gizi deh. Hahah :P

4.   Kagak bisa masak? Masuk gizi gih.. Karena kuliah ini, sekalipun tidak menuntut kita untuk mahir memasak, tapi minimal kita tahu sedikit teknik dan bisa melakukannya. Lumayaan, buat bekal jadi istri.. hahahah :P

5. Suka maen acara-acaraan? Tenang aja di FKUB, semuanya ada. Tinggal pilih dan tidak ada pembatasan mau dari jurusan mana aja.

Jadi, cobalah melihatnya dari kacamata yang berbeda, maka kita akan takjub dengan segala rencana Allah :)

July 3, 2011

tersenyumlah

♥ ♥ aku tahu ini melelahkan, tapi selalu ingat bagaimana cara untuk tetap TERSENYUM ♥ ♥
tarik sediki bibir manis Anda, bentuk seperti pisang melengkung
akan lebih baik jika Anda memperlihatkan gigi Anda
dan
lakukan dengan sangat tulus
karena . .