seperti Fatimah yang mencintai Ali
dan Ali yang mencintai Fatimah
namun mereka hanya diam membisu, hingga waktu sendiri yang menjawabnya.
Sabar..
seperti malam yang menantikan sang rembulan
meski mungkin kadang ia tak muncul juga
tapi tak pernah kan malam marah hingga ia tak muncul di muka bumi ini.
hahha, lucu kalau gak ada malam
Percaya..
kalau adat orang jawa
mau nikah pakai rumus matematika
di hitung baik buruknya
tapi kalau uda anak terakhir ketemu anak pertama
semua rumus jadi tidak berarti
koyok tumbu ketemu tutup
aneh yah, tapi begitulah memang
Jodoh..
cerita dari bapak sih bilang,
umur, jodoh, rezeki, itu semua sudah ada bahkan saat kita ada dalam kandungan
kalau memang setiap orang bisa milih dari awal,
ya enak aja dek, milih yang baik-baik aja yang jelek gak mau
tapi Allah itu adil,
muridnya bapak itu ada yang sukses, kaya, ganteng, alim
dan ketemu jodoh yang mungkin di dunia ini terlihat tidak sepadan
tapi kan bahagia
Ikhlas..
hey, apapun itu
selamat datang
CINTA
February 7, 2012
aku jatuh cinta. karena aku punya cerita
well, long time no see guys. hahha, sudah lama rasanya tak bercerita.
tak tahu harus memulai dari mana dan seperti apa
yah... Agustus 2011 - Februari 2012
Waktu yang cukup lama untuk sebuah masa penantian burung pipit pada ibunya
Waktu yang cukup lama untuk sebuah perjalanan kucing ke Surabaya
Waktu yang cukup lama jika hanya sebuah canda tawa sang mentari
Waktu yang cukup lama jika hanya sebuah tangisan hujan kelam
hmm, tapi cukup sebentar untuk merasakan bahwa Allah begitu sayang dan cinta pada kita karena nikmatnya sungguh tak terhingga.
See! I fallin' in love, coz i've a story
Maka Aku pun Jatuh Cinta
Karena Aku Punya Cerita
tak tahu harus memulai dari mana dan seperti apa
yah... Agustus 2011 - Februari 2012
Waktu yang cukup lama untuk sebuah masa penantian burung pipit pada ibunya
Waktu yang cukup lama untuk sebuah perjalanan kucing ke Surabaya
Waktu yang cukup lama jika hanya sebuah canda tawa sang mentari
Waktu yang cukup lama jika hanya sebuah tangisan hujan kelam
hmm, tapi cukup sebentar untuk merasakan bahwa Allah begitu sayang dan cinta pada kita karena nikmatnya sungguh tak terhingga.
See! I fallin' in love, coz i've a story
Agustus 2011, tak perlu menjadi orang lain, tak perlu menjadi sok bijaksana, tak perlu terlihat sempurna, karena memang setiap orang dilahirkan berbeda. Hanya tetaplah menjadi diri sendiri, yang bisa memberikan manfaat untuk sekitarmu. Hanya tetaplah menjadi diri sendiri, dengan kelebihan yang patut ditiru, namun biarlah kelemahan itu menjadi pelajaran orang lain untuk tak serupa. Hanya tetalpah menjadi diri sendiri, yang berbeda, karena dengan begitu kita tak seperti buih-buih di lautan, yang sama semuanya, lalu hilang ditelan ombak. Pembina Arsitek Peradaban 2011 :)
September 2011, orang membunuh kalau bertobat aja Allah bisa menghapus semua dosanya, lantas mengapa kita tak memaafkan semua kesalahan orang lain pada kita. Well, itu perkara hati masing-masing orang. Jadi, mari belajar untuk membuat ia seperti tiara. :)
Oktober 2011, cinta itu tak harus menjadi orang lain. cinta itu jujur. cinta itu bukan sebuah kesalahan. cinta itu tak pernah diundang, dia mampir dengan sendirinya, kadang dia singgah dalam waktu cukup lama, tapi tak sedikit pula hanya sebuah fatamorgana belaka. yah, meski rasanya tak selalu lezat, tapi ia adalah anugerah.
November 2011, sebulan secangkir kopi panas. Yang aku butuhkan bukan teman, karena ia belum tentu selalu ada. Juga bukan tepukan semangat di bahu, karena jika tak pernah kuresapi sendiri dalam kalbu ia menjadi membatu. Hanya, sebuah doa dan senyum. Agar jalan berliku ini tetaplah terang meski tak ada genderang untuk menemani berperang.
Desember 2011, ..bahkan ketika semua orang menjauh dan kamu tidak punya siapa-siapa, ingatlah selau ada Allah bersamamu. Dan itu cukup. (Buya Hamka)
Dan ketika aku merasa kehilangan untuk selamanya, terima kasih untuk lima bulan yang begitu syarat dengan pelajaran. R.I.P Theven (Virology-2011)
Cukuplah maut sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath-Thabrani)
Januari 2012, Happy New Year. Tidur di rumah, soalnya hujan. heheh. Resolusi untuk tahun ini. Banyak. Maka aku akan menulisnya dalam bentangan awan putih. Lalu kuteriakkan di tepi jurang mimpi. Dan kucecer ia di tengah pematang sawah. Dan akhirnya kuserahkan penghapusnya pada Allah, karena jika itu bukan yang terbaik untukku, maka Allah akan menghapus dan menggantinya dengan yang lebih baik.
Bermimpiah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu (Arai, Sang Pemimpi)
Oh iya. Ujian! Rsanya tetap sama yah ternyata, ada manis-asam-asin-pahit-bahkan hambar. HAHAHA. Yah, ujian, sebuah contoh kecil dari kehidupan yang sebenarnya.
TRIO-hm, Jakarta, akhirnya aku kembali menyapamu setelah sekian lama. Mungkin ini tak begitu berarti, tapi sensasinya tak terupakan
RAFTING di UG terakhir BEM. HAHAHHA. Hey, lihatlah. bahkan seorang presiden bem 2011 jugalah seorang manusia biasa dan orang seperti mas fira-pun juga bisa tenggelam karena tak bisa berenang. :P
Maka berlelah-lelahlah, hingga kelelahan itu lelah mengejarmu :)
Februari 2012, Sudah melewati satu periode kepengurusan bersama DREAM TEAM di ORMAGIKA dan BEM NUSANTARA. Dan saat ini kembali diberi kesempatan di tempat yang sama. Mungkin masih banyak orang lain yang lebih hebat daripada aku, dan aku juga yakin banyak sekali orang pintar di luar sana. Tapi inilah aku dengan segala kebaikan, kelemahana, kelebihan, dan kekuranganku. Semoga tetap menjadi manfaat untuk sekitarku.
Hey, aku menemukan tempat baru untuk menjadi diriku sendiri. Aku bangga memperkenalkannya padamu. DAWAI. Indah bukan namanya. Dan lihatlah, nama indah itu semoga akan menjadi cambukan tersendiri supaya memang bisa terlihat indah, tak hanya di mata manusia, bahkan Malaikat dan Allah.
Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah. (HR. Ath-Thabrani)
tetep, aku yang di pinggir :P
Dan ini bulan pertama ada yang ulang tahun. Mas Ardhian (manggilnya berasa aneh >,<). Ekspresi saat dikasih kadonya, 'eh, gak bisa pakainya ini. Kan cowok itu gak perlu belajar cuci, gak perlu belajar masak, juga gak perlu belajar pake dasi, karena ntar itu yang ngerjain 'orang lain''. hmm, orang lain dengan tanda petik. HAHAHA
Dan hari ini, 7 Feb 2011, tepat sebulan sebelum usia dua puluh tahunku. Tahun lalu saat aku ada di delapan maret, aku pernah bilang pada diriku sendiri, 'setahun ini, aku ingin melewati dengan lebih banyak cerita, entah suka ataupun duka, entah waras ataupun gila, itung-itung sebelum usiaku beranjak dengan sebutan puluhan'.
Well, Allah itu Maha CintaMaka Aku pun Jatuh Cinta
Karena Aku Punya Cerita
February 4, 2012
aku jatuh cinta
aku jatuh cinta
pada matahari yang menghangatkan senyum pagi
aku jatuh cinta
pada rintik segar hujan di senja langit kota tugu
aku jatuh cinta
pada kumandang adzan yang memanggil para malaikat
aku jatuh cinta
pada malam kelam dengan lilin redup di pinggir gang merah
aku jatuh cinta
pada empuknya kasur yang membawa nikmat dunia
aku jatuh cinta
pada denting malam sunyi tanpa mata
aku jatuh cinta
pada sepertiga malam bersama dengan bidadari surga
aku jatuh cinta
pada sajadah ungu dengan bunga mawar di sisi kanan kirinya
aku jatuh cinta
pada setiap tetes air wudhu di ronanya pipimu
aku jatuh cinta
pada alunan ayat suci dengan nada-nadanya yang sumbang
aku jatuh cinta
pada kicauan burung dengan jawaban dari sang jago
aku jatuh cinta
pada air mata yang menetes dengan peluh keringat di keningmu
aku jatuh cinta
pada semangat membara dalam setiap teriakanmu
aku jatuh cinta
pada awan yang bahkan menghitam karena mendung menutupi
aku jatuh cinta
pada sobeknya kertas dan lusuhnya baju koko
aku jatuh cinta
karena aku punya cerita
pada matahari yang menghangatkan senyum pagi
aku jatuh cinta
pada rintik segar hujan di senja langit kota tugu
aku jatuh cinta
pada kumandang adzan yang memanggil para malaikat
aku jatuh cinta
pada malam kelam dengan lilin redup di pinggir gang merah
aku jatuh cinta
pada empuknya kasur yang membawa nikmat dunia
aku jatuh cinta
pada denting malam sunyi tanpa mata
aku jatuh cinta
pada sepertiga malam bersama dengan bidadari surga
aku jatuh cinta
pada sajadah ungu dengan bunga mawar di sisi kanan kirinya
aku jatuh cinta
pada setiap tetes air wudhu di ronanya pipimu
aku jatuh cinta
pada alunan ayat suci dengan nada-nadanya yang sumbang
aku jatuh cinta
pada kicauan burung dengan jawaban dari sang jago
aku jatuh cinta
pada air mata yang menetes dengan peluh keringat di keningmu
aku jatuh cinta
pada semangat membara dalam setiap teriakanmu
aku jatuh cinta
pada awan yang bahkan menghitam karena mendung menutupi
aku jatuh cinta
pada sobeknya kertas dan lusuhnya baju koko
aku jatuh cinta
karena aku punya cerita
saatnya meluruskan niat
membaca sebuah notes yang luar biasa dari seorang yang luar biasa juga.
mungkin inilah saatnya aku kembali meluruskan niat, menata kembali hati yang mungkin saat ini sedang tercarai berai karena usaha yang mulai kendur, karena raga yang tak lagi tersenyum tulus, dan juga mungkin karena doa yang saat ini tak lagi sering terucap. astagfirullah..
Bismillah.
Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah.
Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.
ngkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.
Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah.
Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.
Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah.
Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.
Maka, resapilah setiap hari setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia.
Selamat menempuh jalan dakwah yang begitu nikmat, setiap waktu setiap saat.
(Ust. cahyadi Takariawan)
http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1799
kembali kuingat saat pertama kali aku masuk ke dalam ruang kuliah di lt.4 mengikuti OR ORMAGIKA. dan beberapa hari kemudian aku duduk di ruang LKI saat diwawancarai oleh Mbak Andina saat ikut OR BEM.
Tak banyak mungkin yang bisa aku ceritakan di sini bagaimana perasaanku
Tak bingung juga aku saat itu akan menjadi apa diri ini yang belum paham apapun tentang tempatku menempuh ilmu
Tak peduli juga sedang apa aku saat itu dan untuk apa aku melakukan itu
yang aku tahu
hanyalah satu
aku ingin melakukan itu untuk mencari ridho Allah
cuma itu yang aku dengungkan dalam hati, jiwa dan bibirku
Lantas masihkah itu terpasung dalam relung diriku?
Masihkah?
Masihkah kusebut asmaNya dalam setiap yang aku lakukan?
Mungkin aku tak bisa mengajak banyak orang untuk berbuat baik
Tapi aku masih tetap sadar bahwa aku haruslah bermanfaat untuk orang lain
Meski hanya mengajak mereka untuk tetap tersenyum
semoga itu terbilang masih, Rabb :)
mungkin inilah saatnya aku kembali meluruskan niat, menata kembali hati yang mungkin saat ini sedang tercarai berai karena usaha yang mulai kendur, karena raga yang tak lagi tersenyum tulus, dan juga mungkin karena doa yang saat ini tak lagi sering terucap. astagfirullah..
Bismillah.
Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah.
Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.
ngkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.
Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah.
Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.
Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah.
Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.
Maka, resapilah setiap hari setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia.
Selamat menempuh jalan dakwah yang begitu nikmat, setiap waktu setiap saat.
(Ust. cahyadi Takariawan)
http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1799
kembali kuingat saat pertama kali aku masuk ke dalam ruang kuliah di lt.4 mengikuti OR ORMAGIKA. dan beberapa hari kemudian aku duduk di ruang LKI saat diwawancarai oleh Mbak Andina saat ikut OR BEM.
Tak banyak mungkin yang bisa aku ceritakan di sini bagaimana perasaanku
Tak bingung juga aku saat itu akan menjadi apa diri ini yang belum paham apapun tentang tempatku menempuh ilmu
Tak peduli juga sedang apa aku saat itu dan untuk apa aku melakukan itu
yang aku tahu
hanyalah satu
aku ingin melakukan itu untuk mencari ridho Allah
cuma itu yang aku dengungkan dalam hati, jiwa dan bibirku
Lantas masihkah itu terpasung dalam relung diriku?
Masihkah?
Masihkah kusebut asmaNya dalam setiap yang aku lakukan?
Mungkin aku tak bisa mengajak banyak orang untuk berbuat baik
Tapi aku masih tetap sadar bahwa aku haruslah bermanfaat untuk orang lain
Meski hanya mengajak mereka untuk tetap tersenyum
semoga itu terbilang masih, Rabb :)



