February 28, 2010

formspring.me

Ask me anything http://formspring.me/adadiba

Ini Cerita Tentang Polisi

Mungkin memang kita semua tahu dan kenal siapa Polisi itu?
Dan dengan seragamnya yang gagah, kita juga tahu persis apa tugas dari seorang Polisi.

Aku menceritakan ini, karena menurutku, ini sangat merusak citra Polisi dalam pikiranku.
Jujur, selama ini, aku begitu kagum dengan sosok polisi.
Dia, begitu gagah, tangguh kuat dan penuh adil untuk menegakkan kedamaian dan
keamanan di Indonesia.
Dan aku pun tak pernah sekalipun menghiraukan kalimat-kalimat yang keluar dari bibir masyarakat
tentang polisi.
Jadi selama 17 tahun itu, aku masuk dalam pikiran-pikiran dan fantasiku sendiri tentang Polisi.

Namun, beberapa hari yang lalu.
Saat aku duduk di kelas bimbingan belajarku. Seperti biasa, aku bersama dengan kawan baikku yang imut
dan lucu dan lugu dan sangat polos.

Dia dengan sangat santainya dan dengan suaranya yang memang masih seperti anak-anak berkata dengan lancar,
"Tapi, Mama sekarang miskin soalnya gak banyak dapet tilangan."

Waw, bagai disambat petir yah (bahasa super alloy ;-*)
Aku kaget dengan ucapan lugu kawanku itu.

Kadang aku ingin sekali menghilangkan pikiran-pikiran itu. Aku ingin tetap ada
pada fantasi dan imajinasiku yang sudah aku tanam sejak dulu tentang polisi.
Selalu berpikir positif dengan segala hal yang ada di bawah alam sadarku.
Aku ingin selalu seperti itu.
Pasti sangat menyenangkan bukan??


PS: Tapi aku tetap menyadari bahwa, itu hanya diakukan oleh beberapa oknum,
karena aku sangat yakin dan percaya bahwa, lebih banyak Bapak ataupun Ibu Polisi
yang jujur, baik hati, dan tidak sombong. Oke ;)
Maju Terus Kepolisian Indonesia.

February 22, 2010

Ini Bukan Yang Pertama

Ini memang bukan yang pertama kali.
Akhir-akhir in sering terjadi pada saya.
Saya merasa sangat berantakan.
Sangat Berantakan.
Mungkin sebenarnya saya tahu apa penyebabnya,
tapi mungkin saja tidak.
Andai bisa saya ingin mengunkapkannya pada Anda.
Dengan ekspresi senang, sedih.
Dengan muka yang tertawa dan menangis.

February 13, 2010

it seems that i start to feel revolted and tired with everything
Yahh,, 36 days before the day.
Of course you know what i mean.
UNAS.
I never thinking that it will make me frightened,
okelah, maybe yes, i'm afraid.
But it just s little bit.
So, what makes me feel revolted and tired??

Ahhhhhhh,,
it's really hard.


oke, but i still believe and always believe,
I CAN DO THAT !!!

It's up to how hard this all, for sure I've had other serious, 
and buzzz, look! 

 I could :)


February 10, 2010

AdA HuTaN di SuRaBaYa, ASLI!!!

Mungkin ini tak akan pernah kulupa dalam setiap langkah kakiku.
Ini juga akan terus dan terus kuingat sepanjang hidupku.
Hari itu, Senin 25 Januari 2010.
Hari itu adalah hari pertama di libur sekolahku.
Aku dan teman-temanku (para pejuang islam a.ka akhwat SKI, amin) memutuskan untuk menghabiskan waktu liburan ini dengan mengadakan kajian plus rekreasi atau yang biasa kita menyebutnya Taddabur Alam.
Kami semua akan pergi ke tempat wisata alam pertama yang konon ada di Suarabaya.
Mungkin di benak kita, kita tak pernah percaya bahwa di Surabaya masih ada yang namanya sawah, tambak ikan,dan juga sebuah hutan bakau??
Tapi ini memang benar-benar ada, bukan hanya sekedar Kenjeran yang sekarang tidak lagi alami, Surabaya punya yang namanya Hutan Bakau saudara-saudara..
"BOSEM WONOREJO" namanya.
Awalnya kita berpikir, bahwa saat kita turun dari mobil yang kita tumpangi, maka hutan bakau akan terpampang dengan indah di depan mata kita. Tapi itu ternyata salah besar saudara-saudara..

"Lho, mbak mau kemana?"
"Mau ke Hutan Bakau Pak. Ini benar kan Pak, Hutan Bakau itu? Hutan Bakaunya di mana ya Pak?"
"Wah, kalau mau ke hutan bakau masih jauh mbak. Sekitar 3-4 kiloan. Biasanya sih ada kapal-kapal dan perahu-perahu kecil
yang ngangkut langsung ke sana mbak. Tapi itu kalau memang jumlahnya 40 orang mbak. Dan sekarang juga lagi sepi, kan hari kerja mbak.
Jadi yang kapal-kapalnya libur mbak."
"Tapi kalau mau ke sana jalan kaki bisa Pak?"
"Oh, bisa kok mbak. Lewat tengah-tengah pematang tambak-tambak ini mbak. Nanti juga banyak rumah-rumah orang yang nelayan.
Mbaknya bisa tanya-tanya juga arah-arahnya mbak. Tapi nanti mbak lihat-lihat ya, kalau memang sekiranya di arah selatan mendung, mending mbaknya balik saja. Di sana nanti juga banyak monyet mbak. Monyet liar."
"Jadi bisa ya pak. Trus kira-kira makan waktu berapa jam ya Pak kalau jalan kaki?"
"Yah, paling sekitar satu jam mbak."
"Oh nggih Pak. Matur nuwun nggih Pak"

Setelah kita melaksanakan Sholat Dhuhur dengan menumpang di tempat mes-nya orang-orang di sana, kami pun dengan
semangat dan senyum yang lebar mulai menapaki jalan-jalan setapak di pematang tambak-tambak tersebut.
Jalanan setapak itu juga tak semulus semangat kami. Jalanan iu penuh dengan lumpur yang sedikit basah lantarasn gerimis
yang baru saja muncul. Banyak teman-temanku yang sedikit mulai gerah karena sepatunya terasa berat dengan tumpukan lumpur di bawah alas kakinya.
Jarak sekitar 800 meteran, ada sebuah rumah kecil atau lebih tepatnya sebuah gubuk sementara dan muncul seorang lelaki
yang kira-kira berumur 35an, menyapa kami.

"Mbak mau kemana mbak?"
"Mau ke hutan bakau Pak" jawab kami serempak dan semangat.
"Waduh mbak, jauh itu mbak. Kasihan mbaknya nanti juga kalau hujan mbak. Jauh lho mbak.
Lihat ini sudah mendung mbak. Di sana juga gak ada apa-apa mbak. Cuma laut tok."

Semangat kami sedikit goyah. Ditambah lagi dengan raut muka beberapa temanku yang sepertinya ingin berteriak,'Ahh, pulang saja yuk. Bapaknya sudah bilang jauh itu. Paling kita nanti gak bisa sampe sana', tapi tetap mereka pendam dalam hati.

"Lho Pak, memang benar ya Pak, di sana nanti tembus ke laut Pak?"
"Iya mbak. Tapi ya itu tadi mbak. Jauh mbak. Kaishan mbaknya daripada nanti di tengah-tengah hujan kan malah susah juga kan mbak."

Kita semua saling berpandangan. Sepertinya banyak yang ingin kita ungkapkan, tapi sulit.
Seakan paham dengan muka kita dan pandangan kita, Bapaknya kemudian berkata :

"Tapi kalau mbak-mbaknya ini mau ke sana juga ndak apa-apa. Monggo.
Tapi ati-ati ya mbak. Nanti kalau sekiranya mendungnya tambah gelap, mbak-mbaknya langsung balik saja ya mbak"
"Tapi bisa kan Pak kalau jalan kaki?" Tanya kami meyakinkan.
"Ya bisa."

Dan akhirnya, kita Lanjut!!!
Wah, wah, sepertinya Bapak tadi salah menyebutkan bahwa di ujung jalan setapak ini akan ada laut.
Karena itulah penyebab utama kenapa kaki ini terus melangkah.
Hingga 1 kilo; 1,5 kilo; 2 kilo; 3 kilo terlewati.
Makin lama jalan setapak itu semakin menunjukan ketidakbersahabatannya.
Jalannya semakin licin karena lumpur yang lebih basah dari jalan sebelumnya.
Cuaca yang kadang-kadang cerah, kemudian mendung.
Dan yang pasti suasana yang benar-benar sunyi.
It's not Surabaya i think.
Karena yang terdengar kala itu hanya tawa kita yang menggema, suara-suara burung dan suara angin yang menyapu pepohonan.
Hanya sauara itu yang ada, tak ada kebisingan mobil, jalan raya, seperti jika kau berada di tengah kota Surabaya.
Hingga sampai pada saat suara-suara itu semakin berkurang. Bukan karena semakin pelan melainkan hanya tinggal suara angin sendirian karena ditinggal oleh suara-suara burung dan kita yang tak lagi berbicara dan tertawa.
Kedengarnya menjadi semakin mencekam, karena suara tarian-tarian pohon yang tersapu angin menjadi semakin keras dan keras.

"Ini beneran ta mbak, jalannya ke sini?"
"Iya mbak, sepertinya tidak berujung mbak"
"Ya Allah, rokku. Sepatuku kotor semua kena lumpur."
"Mbak capek aku mbak. Ini gak salah ta? Ayo balik mbak."
"Waduh, Ibuku sudah telpon ini"
"Aku yakin di ujung sana memang ada laut."
"Sok tahu kamu. Kita semua lho belum pernah ada yang ke sini."

Semua menjadi komentator yang handal saat itu. Semuanya lelah, lapar, dan kesal. Kita menjadi sedikit bertengkar karena kelelahan itu.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mbak Mega saat itu, yang notabenenya menjadi yang tertua dari kami semua
yang ada di situ.

"Mbak gimana ini? Apa sebaiknya kita balik saja. Sepertinya kita benar-benar tidak punya tujuan dan arah yang pasti?"
"Ayo, Adiba ikut mbak Mega sebentar yuk, ke sana. Kita coba tanya gubuk berikutnya, kira-kira masih jauh apa gak? Dan sekalian kita tanya apa mereka punya perahu yang bisa kita sewa buat kembali ke tempat tadi. Daripada, jalan balik kan, nanti kita makin capek."

"Bu, permisi. Bu, hutan bakaunya masih jauh nggih Bu?"
"Mboten nak. Sampun celak meriku nak. Niku seng wonten gendera niku pun tutuk Pos Pantau nak."
(tidak dek. Sudah dekat ke situ nak. Itu yang ada benderanya itu sudah sampai di Pos Pantau dek)
"Oh nggih. Ibu mboten nggadah perahu Bu. Mangke kula sambut."
(Oh iya, Ibu tidak punya perahu nanti saya pinjam)
"Mboten nak. Nggih mending sampean meriku mawon. Timbange sampean balik niku luwih tebi nak, timbang sampean ten pos pantau niku. Ngken ten meriku sampean saged oleh perahu nak. Mangke katah seng lewat nak, nek ten meriku."
(Tidak punya dek. Lebih baik kamu ke sana saja. Daripada balik ke sana jalan, itu lebih jauh, lebih baik lanjut ke pos pantau itu Nanti di sana
bisa dapat perahu. Banyak yang lewat kalau di sana)

Dan dengan arahan dari si Ibu baik hati yang tidak mau menerima sedikit pemberian kami dan dengan kalimat-kalimat penyemangat dan kata-kata positif dari mbak Mega dan juga keyakinan kuat yang memancar dari sorot matanya, kami semua, -walaupun dengan sisa-sisa tenaga dan
asa yang sedikit pupus- kembali meneruskan perjalanan yang ternyata memang sudah semakin dekat.

Kami akhirnya menemukan Pos Pantau yang kita maksud dari awal. Sedikit lega memang. Tapi itu tidak habis sampai itu saja.
Kita kembali dihadapkan dengan seekor monyet. Memang cuma 2 ekor. Tapi itu sudah membuat kita menjerit-jerit ketakutan. Karena monyet itu begitu genit berdiri dan ingin memeluk kita semua. (hhehehe X)) memang si monyet gak pernha liat wanita-wanita cantik seperti kita kali yee)
Dan dengan bantuan seorang bapak berbaju kuning yang mau mencarikan kami perahu tumpangan, kami menunggu di gazebo yang memang sudah disediakan di sana.
Gazebo itu unik, bagus dan indah. Tepat di atas pinggir laut. Jadi kita bisa menikmati pemandangan laut yang sangat luas dan indah.

Sungguh goresan Illah yang tak mampu ditiru oleh siapapun. Langit dan laut yang kita lihat seakan menyatu di ujung sana.
Indah. Tapi tetap saja, kita takut. Karena si monyet benar-benar sudah jatuh hati dengan kami semua :9.
Ditambah lagi, saat kita menginjakkan kaki di gazebo itu, hujan disertai angin yang sangat kencang datang.
Jujur, saat itu tak ada yang bisa kita lakukan selain berdoa dan tetap ngeksis (alias foto-foto). Sambil menunggu perahu tumpangan nelayan datang.
Karena ya, kita berpikir nikmati saja apa yang ada di depan mata kita.
Walaupun sebenarnya aku sendiri yakin, bahwa jauh di lubuk hati kita masing-masing, kita sedang berdoa agar ini semua
bisa berakhir dan kita bisa pulang.

Kurang lebih sekitar 20 menitan yang terasa sangat panjang karena keadaan kita yang takut, akhirnya hujan sedikit reda dan angin tak lagi kencang.
Kita juga bisa menemukan perahu nelayan yang rela hati menampung dan mengantarkan kami sampai ke tempat kami memulai langkah kaki.

Dan di atas perahu itu, aku benar-benar sangat bahagia. Tak tahu seberapa bahagianya aku saat itu, tapi benar-benar bahagia dan lega yang tak terkira.
Banyak hal takjub yang ku coba untuk ulangi dari awal hingga aku berada di atas perahu itu.

Mungkin aku (kami) tak pernah mau dan mampu melanjutkan perjalanan itu, jika bapak di gubuk yang pertama tadi tak mengatakan bahwa di ujung jalan satepak ini
akan ada laut. Dan akhirnya aku bersyukur, ternyata kata-kta yang diucapkan Bapak tersebut tidak salah. Sangat benar. Karena kalimat 'laut' itulah yang membuat kami penasaran sehingga kaki ini tetap melangkah.
Mungkin tanpa orang seperti mbak Mega yang ikut dalam perjalanan kami, kami akan pulang lebih awal, dan tentunya baju dan sepatu/sandal kami tidak kotor lantaran kita memilih untuk berhenti sebelum berjuang.

Mungkin kita memang menemui banyak sekali rintangan,mulai dari kalimat si Bapak pertama yang bilang bahwa itu sangat jauh kemudian jalan setapak yang menjengkelkan hingga mebuat alas kaki kita kotor dan kita pun akhirnya perlu melepas kaki, dan sedikit pertengkaran kami karena pikiran kita masing-masing yang sudah tidak sepaham, tapi kita juga banyak menemui sosok-sosok baik hati yang juga membantu kita mewujudkan impian kita walaupun dia menolong secara tidak langsung. Si Ibu dan Bapak berbaju kuning yang dengna ikhlas mau membantu kami.
Para nelayan yang mau sedkiti berbagi tempat di perhu munglinya.

Dan yang terpenting
"Memperjuangakan sesuatu impian yang tidak tampak oleh mata kita itu memang sangat sulit. Kita benar-benar butuh iman yang lebih kuat, tekad setebal baja, mata yang lebih kuat untuk melihat, pikiran yang lebih jernih untuk menentukan langkah, dan tentu saja doa yang lebih banyak untuk diucapkan."

Saya dan teman-teman tidak jadi kajian hari itu, tapi kami langsung praktek terjun ke lapangan.

Haahh, kelak, bisa kuceritakan ini pada siapa saja. Dan semoga bisa membawa berkah dan hikmah dalam hidupku, kamu, dan kita semua. amin.



Kalau pengen foto-foto hasil eksis kita, lihat di Label memories ya X)

Ada Hutan Bakau di Surabaya

February 1, 2010

(: DORAEMON :)

Lalalala, aku senang sekali, Doraemon.


Yuuiih, pasti kenal dong dengan theme song itu.
Heheh, sapa juga yang gak kenal sama robot unik yang satu ini.

Film Doraemon ini sudah ada sejak dulu deh pokoknya.
Aku sebenarnya juga gak seberapa tahu sih tentang sejarah dan bagaimana
kronologisnya si gila dorayaki ini ada, tapi yang jelas, kakakku pernah bilang,
kalau dari zamannya di TK nih, Doraemon ini sudah ada.
Dan sekarang kakakku sudah berumur 26 tahun
wkwkw, sudah tua sekali ya si Doraemon ini. Lebih tua dia bahkan daripada
saya. Tapi kenapa ya, dia tetap saja terlihat lebih imut?
zzzZZZzz..

XP

Hhmm, kalau kamu ngaku gila banget sama Doraemon, tentu dong kamu hapal tentang
seluk beluknya.
Salah satu teman saya, si Onya, namany, dia sangat tergila-gila dengan Robot berwarna biru ini.
Onya punye segala macam pernak-pernik tentang Doraemon lho.
Mulai dari kaos, sandal, tas, jam tangan, jam dinding, banyak deh.
Sampe-sampe dia pernah bilang sama aku, pas ultahnya yang ke 17 kemarin, dia bahkan dapet kado
kurang lebih 3 tas yang motif + warna + ukuran sama. Yaitu doraemon.
Bukan salah yang kasih juga sih, kan mereka tahunya Onya suka Doraemon, mana tahu juga
kalau ternyata dia sudah punya itu barang atau bahkan orang lain ada yang kasih barang sama.
Yah to??

Hmm, jadi ngerasanin si Onya nih. wkwk, tapi kira-kira dia tahu gak ya tentang Doraemon yang satu ini.
Fakta tentang Doraemon :

1. Doraemon adalah robot yang 'lahir' pada tanggal 2 September 2112. Pantes kan kalau dia dapet julukan Si Robot Abad 22.
2. Dia punya berat 129,3 kg dan tinggi 129,3 cm.
3. Penggila berat dengan makanan dorayaki.
4. Awalnya nih ya, Doraemon itu warnanya kuning dan punya sepasang telinga,
terus ilang deh gara-gara digigit tikus. Makanya di ceritanya setiap kali ada tikus, dai pasti
teriak-teriak ketakutan. Hehhehe :P
5. Kantong ajaibnya itu adalah kantong 4 dimensi dan bisa mengeluarkan benda apa saja.
6. Dia punya saudara perempuan yang serupa sama dia, yaitu sebua robot yang lucu, namanya Dorami.
7. Komik doraemon inn diciptain sama eorang mangaka Hirosi Fujimoto, yang kemudian dibantu sama Abiko
Moto. Keduanya jadi dikenal sebagai Fujiko F. Fujio.
8. Semenjak kemunculan Doraemon yang pertama dulu sampai dengan sekarang, Doraemon pernah mengalami
pergantian 19 perdana menteri di pemerintahan Jepang.
9. Dan yang paling heboh nih, di tahun 2002 lalu, majalah TIME menobatkan Doraemon sebagai salah
satu dari 22 pahlawan Asia. woooww..!!

Keren yah, si Doraemon ini. Coba kalau beneran ada di dunia nyata. Di jual berapa rupiah yaa??
Hehehe.. :D

Tapi ada satu lagi yang mengherankan, dan selalu saya tanyakan sejak saya kecil sampe umur 17 ini, yaitu
Doraemon kan, pinter tuh, dia bisa mengeluarkan apa saja, tapi kenapa ya si Nobita dari dulu sampai sekarang
tetep aja kelas 5 terus? Kagak pernah naik kelas.. ^_^'?




-Sumber : Folder Magazine 2009-













I choose You, Because I Like You

I choose you, because i like you.
:))


it's you ??





hmm,, sekarang, saya sudah menetapkan pilihan atas apa yang menurut saya itu merupakan hal yang saya senangi
dan yang ingin saya pilih nantinya untuk masa depan saya.
Tentunya sudah tahu kan apa yang saya maksud?
Yaitu tentang perkuliahan alias jurusan yang akan saya ambil di universitas.

Sebelum itu, saya ingin menceritakan sedikit percakapan antara orang tua saya dan kakak perempuan saya.
Kakak saya, "Adek Diba itu paling ndak suka nanti kalau masuk FK (fakultas kedokteran). Dia itu orangnya gak suka yang diem terus, belajar mulu. Dia sukanya itu yang di lapangan. Trus berkomunikasi sama orang banyak".

Bapak saya, "Sudahlah, insyaAllah saya yakin kalau dek Diba itu cocok sama anak kecil. Dia itu ntar pantes kalo jadi dokter anak. Soalnya anak kecil itu pada suka kalau di'emong' sama dek Diba".

Lalu Ibu saya, "Dek, kamu itu lak seneng ngoceh toh? Ibu ndak setuju kalau kamu nanti masuk kedokteran. Yah, walaupun bagus memang, tapi ndak sesuai sama kamunya nanti."

Dan saya hanya, "hehehe". Tersenyum :) menanggapi itu semua.

Well, sebenarnya saya sangat setuju dengan pemikiran kakak dan Ibu saya. Mungkin itulah yang memang cocok dengan kepribadian saya.
Tapi jika saya benar-benar termenung dan mendengarkan kata hati saya, Kedokteran memang masih dan selalu terngiang-ngiang di kepala dan telinga saya. Saya merasa bahwa, separuh dari jiwa saya masih tetap berada di FK.
Hanya saja, terkadang, aku menyadari bahwa aku sangat munafik untuk mengatakan "Saya tidak pingin masuk FK".
Tapi sejujurnya saja teman-teman, saya ini minder kalau masuk FK. Banyak alasannya. Tapi saya tidak mau
menuliskan itu, karena jika saya menuliskannya tentu itu akan menjadi sugesti yang sangat buruk.
Jadi, saya akan menuliskan yang baik-baik saja ya, supaya sugesti itu bisa masuk ke dalam alam bawah sadar saya dan menjadikan kebaikan di setiap langkah saya. Amin..

Lalu, pada akhirnya, setelah sekian lama, saya juga bercakap-cakap dengan kakak-kakak kelas saya, yang sangat baik hati dan sangat banyak memberikan info (terima kasih ya mbak, mas :D), akhirnya saya menentukan pilihan ini :

1. Saya tentu akan mengikuti PMDK UNAIR yang diadakan pada tanggal 11 April 2010.
Dengan memilih program IPC, insyaAllah, saya akan memilih jurusan;
    IPA -->;  Kebidanan (walaupun ini pagunya cuma 5 orang teman-teman) ; Farmasi
   
    IPS -->;  Komunikasi ; Psikologi (ini yang sangat aku pingin, tapi sedikit terabaikan :P)

2. InsyaAllah, saya akan mengikuti UM-UGM pada tanggal 28 Maret 2010.
Yang ini saya kurang tau pasti apakah bisa mengambil program IPC atau tidak, tapi setau saya boleh, hanya saja cuma 2 pilihan.
Jadi mungkin saya tetap akan memilih salah dua jurusan yang sudah saya tuliskan di atas :P.

3. PSB UNIBRAW. Ini adalah jalur PMDKnya UNIBRAW. Jadi hanya menyerahkan fotokopi rapot. Dan ini cuma boleh
milih satu jurusan saja serta harus sesuai pula dengan jurusan asli kita. Jadi of course i choose IPA dengan
jurusan Ilmu Gizi.

4. Kemudian saya juga akan mengikuti SNMPTN. Lha ini nih, di sini kedokteran akan menjadi pilihan saya,
walaupun memang jalur ini sangat sulit, but i believe,
If indeed the best medicine for me, certainly I can :)
Dan yang kedua, saya ingin memilih Sistem Informasi.

5. Terus ujian yang paling akhir, yaitu STAN. Semua anak pasti punya keinginan buat nyoba tes yang satu ini.
Of course you know what! hehhe xp



Yah, jadi itu.
It's my chooise.
Saya menuliskan ini semua bukan karena ingin pamer atau yang lainnya, tapi saya menuliskan ini, karena
SAYA INGIN SEMUA ORANG YANG MEMBACA INI, MENGAMINI DOA SAYA INI.
Dan satu lagi, semoga orang tua saya di kasih rezeki lebih untuk membiayai kuliah saya ini. :)


And the last, maybe I have a plan, but still, Allah SWT is the best plan manager. And God would know what is best for me.
Semoga saya mendapatkan yang terbaik dan yang terbaik itu ada di salah satu pilihan saya di atas.

Aaaaaaaammmmmmmmmmiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn... :)

The Reason Why, They Call Us Friends :)

It's Show Time 'again'

This,, uhhhmm, approximately two hours and thirty minutes before I school. 
Huppff, was so fast at this holiday time. 
And now, I'm ready to start everything again.
Come on, come on, come on, get up from your long dream. 

It's time go back to the real world with all the dreams that are waiting to be realized.
 ADIBA spirit!
 Surely you can :D