November 30, 2011

- Sebulan Secangkir Kopi Panas -

Tanggal 1
Cuaca cukup cerah untuk menemaniku hari ini
Menyeduh secangkir hazelnut coffee dengan 2 iris roti
Membuatku teringat kembali pada masa itu
Sepertinya akan terulang lagi pada bulan ini
Tapi aku tak pernah tahu apakah ceritanya sama atau berbeda

Tanggal 5
Kali ini, sedikit demi sedikit, aku mulai merasa ada yang berbeda
Sepertinya Vanilla Latte benar-benar memberikan sensasi yang nyata
Membuatku terbangun dari mimpi
Dan terus mengejar hingga neuron dalam otakku serasa penuh
Padahal aku hanyalah seorang penonton

Tanggal 7
Kopi susu
Aroma kopi yang menyengat
Rasa pahit bercampur dengan manis yang diciptakan oleh susu full cream
Aku suka, dan tampaknya mereka semua juga suka yang seperti ini
Terasa seperti manis dan pahitnya kehidupan
Aku mulai menjadi bagian dari mereka

Tanggal 8
Tak harus menjadi penting
Tak harus menjadi orang lain
Hanya jadilah berbeda, sebagaimana adanya dirimu
Dirimu yang tetap bisa membawa manfaat untuk orang lain


cobacobacoba

November 5, 2011

"tak peduli, budak ataupun raja
tak peduli tua ataupun muda
bahkan kaya atau miskin
tapi
kamu harus tetap punya PEMBEDA"

Cerita Cara Cintamu

Aku belai rambut Syifa dengan lembut. Dia menangis dalam pangkuanku. “Dia punya cara sendiri sayang untuk mengatakan bahwa dia menyayangimu,” jelasku pada anakku. Dia tetap diam dengan air mata yang masih menetes dari mata cantiknya.
“Bunda kenal dengan seorang pria. 23 tahun yang lalu, tepat saat Bunda masuk di semester kedua bangku kuliah. Pria tersebut tidak begitu tampan, kalau dilihat dari perawakannya, dia tidak terlalu menarik. Bahkan dibilang rata-rata. Orangnya tinggi, kulitnya agak kecoklatan, suaranya sekeras pendiriannya, tapi tidak sekasar hatinya. Dia juga termasuk orang bermental baja yang sangat kuat.”
“Sepertinya itu semua mengarah ke Ayah, Bund.” tebak anakku yang sudah mulai bisa menguasai dirinya. Dan aku hanya tersenyum, lalu aku lanjutkan ceritaku. “Awal cerita dengannya yaitu ketika ada undangan yang kebetulan ditujukan padanya melalui Bunda, jadi ya, Bunda saat itu terpaksa harus menyampaikan undangan itu padanya meski hanya melalui sebuah sms, dan meskipun Bunda dan laki-laki itu tidak saling kenal sebelumnya.”
(Mas, maaf menganggu. Ini Lya mas. Mas ada undangan untuk menjadi moderator di acaranya Fakultas MIPA besok mas, undangannya ada di aku, jadi daripada susah buat ketemu, jadi yah aku sms dulu aja ya mas)