Aku membuka buku harianku di masa lalu. Kutemukan tulisan ini, yang aku sendiri lupa mengutipnya dari mana. Mungkin saat dulu aku tak begitu paham tentang ‘makanan’ satu ini. Bukan berarti sekarang aku sudah paham, hanya mencoba belajar menelaah…
Bila telapak tanganmu berkeringat,
Hatimu dag dig dug
Suaramu bagai tersangkut ditenggorokan,
Itu bukan, tetapi hanya suka
Bila tanganmu tak dapat berhenti
Memegang dan menyentuhnya
Itu bukan, tetapi hanya birahi
Bila kamu menginginkannya
Karena tahu ia akan selalu berada di sampingmu
Itu bukan, tapi kesepian
Bila kamu menerima pernyataan cintanya
Karena kamu tidak mau menyakiti hatinya
Itu bukan, tetapi kasihan
Bila kamu bersedia memberikan semua
Yang kamu sukai demi dia
Itu bukan, melainkan kemurahan hati
Bila kamu bangga dan selalu ingin
Memamerkannya kepada semua orang
Itu bukan, tapi hanya kesombongan
Bila kamu mengatakan padanya
Bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan
Itu bukan, tetapi gombal
Bukan cinta..
Kamu cinta
Ketika kamu menerima kesalahan dia
Ketika kamu menangis saat dia sedih
Ketika kamu tertawa saat dia juga bahagia
Ketika kamu berani menegur jika memang dia sedang khilaf
Ketika kamu bisa jujur walupun kebencian dia yang akan kamu terima
Ketika kerut telah menutupi segala kelebihannya
Tapi justru pada saat itu, cintamu menjadi semakin besar seperti arkeolog
Karena menurutku cinta itu dahsyat. Bahkan ketika kamu hanya terdiam, sendiri, dan menutup mata untuk selamanya, maka saat itu Cinta Hakiki tekah memanggilmu. Cinta yang tak akan kunjung padam.
Maka kukatakan, bahwa Tuhan telah memberikan sedikit cinta itu untuk bisa mencintaimu, meski dengan cara sederhana
Aku menicintaimu~




