SD
aku selalu marah dan malu
setiap kali bapak guru
bilang kalau aku punya lesung pipi yang aneh
iya, tidak tepat pada pipi
sedikit ke bawah
bahkan aku sering dibilang, 'mana lesungnya yg kayak drakula' (sambil nunjuk ke bawah ujung bibir)
berbeda dengan teman-temanku dengan lesung pipinya
SMP
berbeda
kali ini aku benar-benar belajar
untuk bisa memberikan senyum tulus
benar-benar tulus
bahkan dengan itu, kau bisa bercerita
yah, dengan sebuah senyum
SMA
bosan, jengkel
banyak sekali yang bilang, 'eh, diba kamu itu gak pernah sedih ya?'
'diba enak yah, hidupnya gak pernah punya masalah'
yang bener aja =.='
tapi ternyata, di sini ada keajaiban
bahwa ternyata itu bisa menular kawan
senyum
KULIAH
'ini anak yah, mukanya sedih gembira'
apapun yang kalian bilang,
aku hanya akan tetap
TERSENYUM
NB : oh iya, tapi untuk saat ini, di FKUB, aku punya temen looh yg lesung pipinya juga 'melorot'. Yang pertama ada Lavrencia, ada Mbak Andina dan juga ada Mas Arif. heheh :)

No comments:
Post a Comment