Liburan kali
ini aku menghabiskan sedikit waktu buat nonton film dan baca beberapa buku. Hm,
lumayan menginspirasi sih, kalo aku mengutip sedikit kalimatnya “Sibuk untuk
hidup atau sibuk untuk mati”. Tak salah jika dalam Islam kita mengenal, bermimpi, bekerja, dan berusahalah
seolah-olah kau hidup seribu tahun lagi bahkan tak pernah mati. Dan itulah
–SWASHARK REDEMPTION- Film yang mengajarkan pada kita bahwa kebenaran itu
memang patut untuk diperjuangkan. Meskipun banyak yang akan menghalangi, tak
masalah jika kita tetap berbuat baik pada mereka yang memang tak percaya bahkan
merendahkan kita. (Walaupun sebenarnya kalau menurutku si pemeran utama sedikit
licik sih, heheh, cerdiklah bisa dibilang). Bukan hanya itu saja, dari sana,
aku belajar tentang sebuah kegigihan diri dan ketekunan. Dia mau dengan sabar
menulis surat kepada pemerintah selama 6 tahun dan itu dilakukan tiap minggu
sebanyak 2 kali. Dan yang paling mengejutkan, dia mau dan terus mau menggali
tembok penjara selama 22 tahun kawan, hanya untuk bisa kabur. WOW!!!
Itulah kenapa tak pernah salah
pula, kalau bapakku sendiri sering bilang, ‘kamu ibadah itu gampang, mau sholat
tahajjud, mau sholat dhuha, mau ngaji, mau sedekah, tapi yang paling sulit
yaitu membiarkan dirimu melakukannya setiap hari dengan kata lain instiqomah.’
Subhanallah…
“Setiap orang
berguna dengan cara mereka sendiri”. –SHAOLIN-
Itu juga film yang cukup bagus. Memberi kita tamparan
kecil, untuk lebih bisa menghargai keberadaan orang lain, siapa pun itu. Karena
memang pada dasaranya manusia diciptakan sebagai Khalifah di dunia ini, maka
sebagai Khalifah mereka pasti punya cara tersendiri untuk mencari jalan Tuhan,
dan pasti akan tetap menjadi orang yang berguna dengan caranya sendiri. Entah
itu berguna untuk negaranya, agamanya, keluarganya, teman-temannya, lingkungan
sekitarnya, bahkan berguna kepada orang yang tak dikenal di jalan hanya dengan
menyingkirkan sebuah paku dari tengah jalan J
Menurutku dua
film itu yang bisa aku petik hikmahnya untuk dibawa dikehidupanku selanjutnya.
Menyongsong semester 3 dan pengalaman baru yang akan lebih menakjubkan di depan
dan akan membuatku semakin kuat :D Selebihnya menurutku cuma just to know aja,
hahaha :P buat hiburan kayak UP!
(gua baru nonton mameen -.-), terus ada miss
congenirility, before you say I do,
sama film documenter The Cove (yang
ini kayaknya juga wajib nonton sih, tentang kisah nyata sebuah kebudayaan di
Jepang di mana mereka membunuh ikan lumba-lumba secara besar-besaran, untuk
apa? Tonton sendiri yah. Hahaha :P)
Gak hanya itu aja, ada juga buku.
Yang ini nih emang TOP banget. Dasarnya juga aku suka baca yah. Jadi I really
have fun.
Buku Pertama ini
iseng asal ambil aja. Judulnya ‘From Thief to God’s Beloved (Maling Jadi Wali)
karya KH Agoes Ali Masyhuri. Ini buku dwibahasa loh, haha. Kebanyakan sih
ngomongin tentang kondisi masyarakat zaman sekarang gitu yang pada mabuk sama
kekuasaan dunia dan disinggung juga dengan kacamata agama Islam.
Highten all which
are low with the power of love
Shine Indonesia
with the name of Muhammad
I read Shalawat on
the Messenger
Because I am
ashamed that my nation becomes like this
Buku yang kedua ini sebenarnya buku yang uda popular pas
lama sih, Cuma baru bisa bacanya sekarang. Haha :P Karya Barbara Pease and
Allan. Yah, pasti uda pada tahu semua 2 seri coba aku baca “Why Men Don’t
Listen and Woman Can’t Read Maps” sama yang “Why Men can only do one thing at
one time and Woman can’t stop talking”. Hm, menurutku tanpa buku itupun
sebenarnya kita sebagai umat yang berpikir tentu sudah paham bahwa memang
seharusnya setiap orang harus saling memahami, menghargai, menghormati, bahkan
hingga mengalah dan berkorban satu dengan yang lainnya. Karena pada dasarnya
dalam Alquran pun telah dijelaskan manusia diciptakan dengan berpasang-pasangan
dan keberadaannya adalah untuk saling melengakapi satu dengan yang lainnya.
Hanya saja, menurutku penelitian yang dikatakan cukup lama dan menguras banyak
energy yang telah dilakukan oleh Om Allan dan tante Barbara itu patut diacungi
2 jempol karena memang banyak sekali hal unik yang sebenarnya telah kita
lakukan hanya saja kita belum menyadarinya. Bahkan dengan info-info yang baru
tersebut memungkinkan kita untuk bisa lebih mudah menjalin hubungan dan
memahami lawan jenis kita, teman kita, bahkan suami kita kelak. Hahahah :P Hm,
buat kamu yang gak terlalu suka berorganisasi sepertinya wajib buat baca ini
sekalipun kamu gak suka baca. Tapi kalo kamu emang seneng nimbrung ama temen2
yang banyak dan juga udah baca ini buku, aku yakin kau sudah lulus untuk
pelatihan hidup bareng pasangan. Haha (bercanda :P) Tapi menurutku memang
berlatih memahami bagaimana tipe lawan jenis kita paling mudah ya dipraktekkan
langsung dengan ikutan aktif dalam hal positif. Itu jauh lebih asyik kawan.
Dan ini buku yang paling spektakuler. 7 keajaiban rezeki karya Ippho
Santosa. Hm, wajib baca deh. Luar biasa. Karena memang menurutku rezeki
Allah itu bukan hanya dalam bentuk materi saja. Kita bisa nafas hari ini juga
rezeki, bisa ketawa, bisa kentut, bisa makan, semua rezeki, bahkan ketika kita
masih bisa mencintai dan menyayangi orang-orang sekitar itu rezeki apalagi kita
masih kenal siapa Tuhan kita, itulah yang menjadi rezeki terbesar manusia.

No comments:
Post a Comment