September 16, 2011

Hey, bangun kawan! Libur telah usai…



Liburan kali ini aku menghabiskan sedikit waktu buat nonton film dan baca beberapa buku. Hm, lumayan menginspirasi sih, kalo aku mengutip sedikit kalimatnya “Sibuk untuk hidup atau sibuk untuk mati”. Tak salah jika dalam Islam kita mengenal, bermimpi, bekerja, dan berusahalah seolah-olah kau hidup seribu tahun lagi bahkan tak pernah mati. Dan itulah –SWASHARK REDEMPTION- Film yang mengajarkan pada kita bahwa kebenaran itu memang patut untuk diperjuangkan. Meskipun banyak yang akan menghalangi, tak masalah jika kita tetap berbuat baik pada mereka yang memang tak percaya bahkan merendahkan kita. (Walaupun sebenarnya kalau menurutku si pemeran utama sedikit licik sih, heheh, cerdiklah bisa dibilang). Bukan hanya itu saja, dari sana, aku belajar tentang sebuah kegigihan diri dan ketekunan. Dia mau dengan sabar menulis surat kepada pemerintah selama 6 tahun dan itu dilakukan tiap minggu sebanyak 2 kali. Dan yang paling mengejutkan, dia mau dan terus mau menggali tembok penjara selama 22 tahun kawan, hanya untuk bisa kabur. WOW!!!
Itulah kenapa tak pernah salah pula, kalau bapakku sendiri sering bilang, ‘kamu ibadah itu gampang, mau sholat tahajjud, mau sholat dhuha, mau ngaji, mau sedekah, tapi yang paling sulit yaitu membiarkan dirimu melakukannya setiap hari dengan kata lain instiqomah.’ Subhanallah…
            “Setiap orang berguna dengan cara mereka sendiri”. –SHAOLIN-
            Itu juga film yang cukup bagus. Memberi kita tamparan kecil, untuk lebih bisa menghargai keberadaan orang lain, siapa pun itu. Karena memang pada dasaranya manusia diciptakan sebagai Khalifah di dunia ini, maka sebagai Khalifah mereka pasti punya cara tersendiri untuk mencari jalan Tuhan, dan pasti akan tetap menjadi orang yang berguna dengan caranya sendiri. Entah itu berguna untuk negaranya, agamanya, keluarganya, teman-temannya, lingkungan sekitarnya, bahkan berguna kepada orang yang tak dikenal di jalan hanya dengan menyingkirkan sebuah paku dari tengah jalan J
            Menurutku dua film itu yang bisa aku petik hikmahnya untuk dibawa dikehidupanku selanjutnya. Menyongsong semester 3 dan pengalaman baru yang akan lebih menakjubkan di depan dan akan membuatku semakin kuat :D Selebihnya menurutku cuma just to know aja, hahaha :P buat hiburan kayak UP! (gua baru nonton mameen -.-), terus ada miss congenirility, before you say I do, sama film documenter The Cove (yang ini kayaknya juga wajib nonton sih, tentang kisah nyata sebuah kebudayaan di Jepang di mana mereka membunuh ikan lumba-lumba secara besar-besaran, untuk apa? Tonton sendiri yah. Hahaha :P)
Gak hanya itu aja, ada juga buku. Yang ini nih emang TOP banget. Dasarnya juga aku suka baca yah. Jadi I really have fun.
Buku Pertama ini iseng asal ambil aja. Judulnya ‘From Thief to God’s Beloved (Maling Jadi Wali) karya KH Agoes Ali Masyhuri. Ini buku dwibahasa loh, haha. Kebanyakan sih ngomongin tentang kondisi masyarakat zaman sekarang gitu yang pada mabuk sama kekuasaan dunia dan disinggung juga dengan kacamata agama Islam.
Highten all which are low with the power of love
Shine Indonesia with the name of Muhammad
I read Shalawat on the Messenger
Because I am ashamed that my nation becomes like this


            Buku yang kedua ini sebenarnya buku yang uda popular pas lama sih, Cuma baru bisa bacanya sekarang. Haha :P Karya Barbara Pease and Allan. Yah, pasti uda pada tahu semua 2 seri coba aku baca “Why Men Don’t Listen and Woman Can’t Read Maps” sama yang “Why Men can only do one thing at one time and Woman can’t stop talking”. Hm, menurutku tanpa buku itupun sebenarnya kita sebagai umat yang berpikir tentu sudah paham bahwa memang seharusnya setiap orang harus saling memahami, menghargai, menghormati, bahkan hingga mengalah dan berkorban satu dengan yang lainnya. Karena pada dasarnya dalam Alquran pun telah dijelaskan manusia diciptakan dengan berpasang-pasangan dan keberadaannya adalah untuk saling melengakapi satu dengan yang lainnya. Hanya saja, menurutku penelitian yang dikatakan cukup lama dan menguras banyak energy yang telah dilakukan oleh Om Allan dan tante Barbara itu patut diacungi 2 jempol karena memang banyak sekali hal unik yang sebenarnya telah kita lakukan hanya saja kita belum menyadarinya. Bahkan dengan info-info yang baru tersebut memungkinkan kita untuk bisa lebih mudah menjalin hubungan dan memahami lawan jenis kita, teman kita, bahkan suami kita kelak. Hahahah :P Hm, buat kamu yang gak terlalu suka berorganisasi sepertinya wajib buat baca ini sekalipun kamu gak suka baca. Tapi kalo kamu emang seneng nimbrung ama temen2 yang banyak dan juga udah baca ini buku, aku yakin kau sudah lulus untuk pelatihan hidup bareng pasangan. Haha (bercanda :P) Tapi menurutku memang berlatih memahami bagaimana tipe lawan jenis kita paling mudah ya dipraktekkan langsung dengan ikutan aktif dalam hal positif. Itu jauh lebih asyik kawan.
            Dan ini buku yang paling spektakuler. 7 keajaiban rezeki  karya Ippho Santosa. Hm, wajib baca deh. Luar biasa. Karena memang menurutku rezeki Allah itu bukan hanya dalam bentuk materi saja. Kita bisa nafas hari ini juga rezeki, bisa ketawa, bisa kentut, bisa makan, semua rezeki, bahkan ketika kita masih bisa mencintai dan menyayangi orang-orang sekitar itu rezeki apalagi kita masih kenal siapa Tuhan kita, itulah yang menjadi rezeki terbesar manusia.

No comments: