Ini cerita tentang teman-teman lingkaranku. Mereka ada delapan orang. Semua mempunyai leburan karakter dan sifat yang berbeda satu sama lain. Tentu saja, karena semua orang pastilah unik bukan?
Kami dipertemukan ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Berkumpul dalam satu kelompok kerohanian islam kala itu. Berbagai latar belakang keluarga dan masa lalu lagaknya tak pernah menjadi halangan untuk kami. Saling bertukar cerita, saling berbagai pendapat, saling mendukung, bahkan tak jarang pula berselisih paham.
Kemudian masuk ke jenjang perkuliahan. Kami berpisah satu sama lain. Yah! Tepat sekali sembilan orang berpisah dan kuliah dengan jurusan yang berbeda. Semuanya. Kala itu. Tapi nyatanya jarak kini tak pernah menampakkan kesulitan yang berarti. Masa-masa perkuliahan S1 selama kurang lebih empat tahun tetap kami lalui dengan bertemu dalam setahun sekali. Selalu dipaksa dan harus dipaksa. Nyatanya, kami bahagia dengan ini. Dan hebatnya lagi, kami tak pernah merasa terpaksa dengan ini semua.
Hingga kini sudah memasuki masa sepuluh tahun pertemanan ini. Mungkin kami akan melewati fase yang baru pada jenjang hidup kami. Kalau kata orang-orang istilahnya naik kelas. Pun kuyakini juga bahwa pertemanan ini sedang dalam fase naik kelas pula. Menjadi terpisah dalam zona waktu berbeda, kesibukan dan kegiatan yang berbeda, dan mungkin jalan serta arah mimpi yang berbeda.
Pun begitu, aku tak pernah merasa bahwa ini akan usai. Kita selalu berbeda bukan? Sedari awal pertemuan ini kita selalu berbeda. Dan ajaibnya adalah kita sadar bahwa kita berbeda. Kita menerima itu. Aku tak pernah memaksa dirimu untuk bisa menjadi aku, dan kamupun tak pernah memaksa aku untuk menjadi dirimu. Hanya saja, kita semua tahu, arah mana yang ingin kita tuju kelak di akhirat nanti. Dan dengan perbedaan itu semua, setidaknya mengingat arah akhiratlah yang menjadi penguat bahwa kita tetaplah bersama.
Tak pernah mengenal jarak, waktu, kesempatan, tetapi kami memang akan selalu bersama. Aamiin ya Allah.
I miss them so much!
#30DWCDay12 #ceritacitacinta
No comments:
Post a Comment