October 20, 2017

Aku Harus Kemana?

Halo kolega?
Apa kabarmu hari ini?
Ada yang ingin aku ceritakan padamu kolega. Tentang sebuah perjalanan yang menurutku cukup berkesan dalam hidupku. Kalau memang bisa diambil hikmahnya silahkan. Tetapi jika memang hanya sebagai celoteh tak berguna juga bebas. Setiap orang bisa setuju atau tidak. Karena saya percaya masing-masing orang punya jalan ceritanya sendiri-sendiri.

Aku menulis ini berawal dari kata sapaan Hi dari salah satu adik kelas yang tak begitu kukenal. Aku adalah mahasiswa lulusan S1 dari Universitas Brawijaya jurusan Gizi angkatan 2010. Dan seseorang yang menyapa Hi adik tingkat saya angkatan 2013. Jadi ketika dia masuk kuliah, aku sudah hampir ada dan tiada di kegiatan kampus karena sudah magang di rumah sakit dan puskesmas. Singkat cerita, si adik ini baru saja pulang dari Provinsi lain di luar kota untuk melakukan wawancara kerja di salah satu rumah sakit sebagai ahli gizi rumah sakit.

Well, setiap pekerjaan itu baik. Asalkan halal dan dikerjakan dengan ikhlas untuk sebuah tujuan baik. Si adik ini mengeluhkan bahwa dia sudah memasukkan lamaran ke salah satu laman online bursa kerja (jobstreet.co.id), ke banyak perusahaan tapi kok tidak ada tanggapan. Dan dia berfikir bahwa kenapa semua pekerjaan ahli gizi yang bagus-bagus adanya hanya di wilayah Jabodetabek? Apakah kalian juga menanyakan hal yang sama? Setidaknya aku menceritakan dari sudut pandang diriku. Bukan senioritas, hanya membagikan pengalaman. 

Jadi semua informasi pekerjaan untuk ahli gizi itu sangat banyak kolega. Dimana-mana ada. Dan sangat luas jaringan dan bidangnya. Sekarang mari kita bahas satu per satu.

GIZI KOMUNITAS
Apa yang terlintas di benak kalian kalau membahas Gizi Komunitas? Bekerja di Puskesmas, harus jadi PNS dong. Bekerja jadi enumerator mengambil data survey gizi? Kok infonya aku tidak pernah tahu sama sekali yah. Kerja di NGO katanya. NGO itu apa sih? Contohnya apa yah? Aku bisa masuk disana sebagai apa?

Jadi pada intinya, bekerja pertama kali bukan berarti menjual IPK mu atau menjual ijazah lulusan S1 mu dari kampus terkenal sekalipun di Indonesia. Yang dijual adalah softskill. Apakah kita bisa bekerja sama dengan orang lain dalam tim. Apakah kita bisa mengutarakan pendapat dengan baik dalam tim. Apakah kita bisa tahan dengan tantangan yang muncul dari dalam tim maupun dari luar tim. Dan bagaimana untuk menunjukkan itu pada orang lain ataupun perusahaan yang kita tuju? Tentunya harus dibuktikan. Dengan cara kita melewati step-step yang ada dari lini terbawah. Aku pribadi percaya, akan ada perbedaan signifikan dari orang-orang yang memulai semua dari bawah, dibanding dia yang dapat keberutungan langsung berada di posisi tengah bahkan di atas. Yang pasti, kualitasnya akan jauh lebih baik untuk mereka-mereka yang pernah merasakan ada di posisi paling bawah. Jadi kalau tidak ada kesempatan untuk menjadi PNS di puskesmas. Bisa coba untuk menjadi enumerator di proyek-proyek penelitian yang sedang ada. Informasi untuk orang yang awam dan tidak punya grup enumerator apapun biasanya paling cepat di dapatkan di grup Facebook. Bisa di search dan join grup di :
Komunitas Sarjana Gizi Indonesia
IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia)
FORMAGI (Forum Ahli Gizi Indonesia)
Itu beberapa contoh link grup facebook. Biasanya admin seringkali memberikan info tentang rekrutmen enumerator.
Atau bisa juga gabung di mailing list devjobs via akun yahoo.com atau yahoo.co.id. Kalau di mailing list ini. Informasi pekerjaan bidang development sangat banyak. 
Bisa juga di beberapa website lain seperti :
- devjobsindo.org
- kerja-ngo.com

GIZI KLINIK
Lebih banyak pasti bekerja di rumah sakit. Biasanya rumah sakit-rumah sakit besar yang mengeluarkan pengumuman rekrutmen 80% berada di luar Jawa Timur. Jabodetabek dan juga luar pulau Jawa. Yang pasti, untuk informasi lowongan kerja ahli gizi rumah sakit perlu di cek betul bahwa info ini memang valid. Caranya adalah :
- Kunjungi website dari rumah sakit tersebut (jika ada)
- Coba hubungi email atau nomor telepon dari Contact Person yang tertera di informasi. Tanyakan dengan baik dan sopan terkait lowongan tersebut benar atau tidak. 
Karena tidak sedikit pula yang memang masuk dalam kategori lowongan hoax.

Untuk pengalaman memilih bekerja di rumah sakit. Saya dulu pernah sekali mencoba. Yaitu mengirimkan lamaran saya ke 15 rumah sakit ibu dan anak yang ada di Surabaya. Dari mulai rumah sakit yang paling bagus di kawasan perumahan sampai yang biasa-biasa saja. Kenapa rumah sakit Ibu dan Anak? Karena pada dasarnya saya suka dengan anak-anak. Jadi kalau memang saya terpaksa harus bekerja di rumah sakit, masih ada satu hal yang membuat saya senang yaitu anak-anak. (Jadi sudah kelihatan kan passion saya memang bukan di rumah sakit 😆). Saya tidak pernah menerima panggilan interview apapun memang. Tetapi tidak sedikit informasi dari pihak rumah sakit itu yang masuk ke kontak saya baik di email maupun nomor telepon.
Jadi yang bisa diambil hikmahnya bahwa, mungkin rumah sakit tersebut sedang tidak membutuhkan Ahli Gizi saat itu. Tapi kontak saya sudah ada di database mereka. Anggaplah itu sebagai waiting list!

GIZI PANGAN
Let see! Ada katering, perusahaan, supermarket, pabrik! Sepertinya untuk yang ini akan lebih banyak list yang muncul.
Kolega bisa googling saja. Dan sesuaikan dengan keinginan dan cakupan wilayah yang kita mau yah. Yang pasti setelah dapat infonya pastikan dulu bahwa berita itu valid dengan melakukan tips seperti yang di bagian gizi klinik yah. 👆

Terlepas dari infomarsi di atas. Ada beberapa hal yang perlu untuk ditanyakan terlebih dahulu pada masing-masing diri kolega semuanya.
 Apakah passion masing-masing dari kita?
Saya membahas tentang 3 bidang itu yah. Terlepas dari yang lain. Bahwa setidaknya kita haruslah tahu bahwa bekerja wajib hukumnya harus kita suka. Untuk apa kita kerja enam hari seminggu, delapan jam sehari tapi kita terpaksa?

Cari apa yang kita suka. Ingin jadi seperti apa kita sepuluh tahun yang akan datang, lima tahun lagi, tahun depan, dan untuk menjadi itu apa yang harus saya lakukan. Tanyakan pada diri sendiri.

Dan setelah menemukan itu, maka kita akan fokus dengan apa yang kita cari. Dan kalau kita fokus maka lebih banyak jendela-jendela kesempatan yang terbuka dan BISA kita lihat. Jangan hanya ikuti arus dari teman-teman yang lain. Ada bursa kerja masuk sana masuk sini. Keluar uang untuk beli tiketnya. Meskipun banyak perusahaan besar yang nangkring di bursa kerja itu, tapi kalau memang perusahaan besar harusnya mereka akan sebar informasinya di websitenya bukan? Tak apalah jika masuk bursa kerja sekali dengan nominal Rp 30.000,- Tapi kalau ternyata keluar masuk 10 kali?. Teman dekat daftar di loker ini kita ikut masukkan lamaran kita.

Tetapkan passion kalian kolega. Sekarang. Dan kita akan lebih terbuka dengan peluang-peluang yang ada.

Dan satu hal lagi. Bahwa jangan pernah bekerja untuk uang. Karena jika saatnya nanti tiba, uang yang akan menghampiri kita. 
Ada satu kalimat dari teman di tempatku bekerja saat ini yang bisa menjadi motivasi buat kolega 
"Mumpung. Kita masih punya banyak kesempatan. Kita masih bisa memilih. Kita masih punya waktu. Untuk menentukan pekerjaan yang kita mau. Yang kita suka. Jika nanti kita bekerja hanya karena itu yang bisa kita kerjakan dan itu yang bisa kita dapatkan, padahal bila saat itu tiba, kita memang bekerja karena butuh uang."
Jadi selagi masih muda. Asah bakat dan passion kita. Untuk nantinya kita bisa menjadi ahli kemudian expert. Daripada pindah satu ke tempat lain hanya untuk bilang 'supaya merasakan semuanya', keburu lulusan lulusan baru yang menyerbu lahan pekerjaan. Keburu kita bersaing dengan daun-daun yang lebih muda. Keburu layu kita kolega...

Temukan passionmu, SEKARANG!

Christ Church Oxford. Dining Hall Film Harry Potter

#30DWCDay10 #ceritacitacinta

No comments: