Rumah adalah tempat dimana aku akan selalu pulang. Meluruskan punggung yang lelah kala duduk 8 jam di kursi kantor. Meneduhkan mata yang sudah berair panas setelah puluhan menit di depan layar 14''. Tempat paling nyaman untuk beristirahat di kala panas dan hujan yang semakin tak menentu di luar sana.
Tangga, benda ajaib yang bisa membuat orang berada di tempat yang lebih tinggi, dan bisa kembali ke tempat semula dalam waktu yang hampir bersamaan. Asumsinya bahwa jika menjadi lebih tinggi, maka lebih banyak kebaikan yang akan menghampiri.
Rumah dan tangga, apa bisa dibangun secara bersamaan?
Idealnya bisa. Karena saat ini arsitek dan perancang bangunan sudah semakin canggih untuk menjadikan hal yang tidak bisa menjadi bisa. Tidak sedikit pula yang menjadikan salah satunya sebagai pelengkap dari yang lainnya. Seperti rumah yang butuh tangga untuk menopang lantai dua dan bisa menjadi tembok menjaga bangunan tetap berdiri, atau bisa juga tangga yang membutuhkan sebuah rumah sebagai tempat tujuan bersandar.
Lalu,
jika sudah menjadi sebuah rumah dan tangga, apakah bisa dihancurkan pula dalam waktu bersamaan?
tentu bisa. bisa dari binatang, bisa karena sudah lama termakan waktu dan tidak dijaga, bisa juga karena hantaman benda keras.
"Bagaimana persiapan pernikahanmu?"
"Aku bingung, karena tidak ada yang bantu dibul. Mama sama papa hanya bilang, aku dikasih uang segini, selanjutnya terserah aku maunya bagaimana. Untuk urusan baju, make up, semuanya sudah sama saudaraku yang memang perias pengantin bul. Kemarin aku sudah browsing-browsing dan cari catering. Sudah nemu beberapa, nanti mau janjian ketemuan untuk kasih tester. Souvenir juga masih bingung ini, juga undangan. Sek bingung aku rasanya. Soalnya semuanya diserahin ke aku."
"Bagaimana persiapan pernikahanmu?"
"Aku bingung, dari kemarin sek ngobrol sama masnya soal nanti kalau habis menikah. Maunya beli rumah tapi kan mahal belum cukup uangnya. Kalau mau tinggal sama mertua juga aku gak enak. Kepinginnya mandiri bul. Jadi ini sek cari-cari kontrakan gitu lah, Lokasinya juga sek belum tahu ini. Kalau tenagh-tengah kota mahal semua kontrakannya. Kalau mau murah yah memang dipinggiran, tapi kan nanti jauh dari kerja bikin capek juga. Jadi sek cari-cari. Aku antara siap gak siap nanti soal hidupku setelah nikah. Rasanya gimana yah bul, ya gitu deh."
Perkara membangun rumah dan tangga, rasanya memang tidak semudah tersenyum 2 jam di kursi pelaminan. Juga tidak soal ada yang mengantar dan menemani ketika tidur.
Lebih dalam dari itu, sepertinya rumah dan tangga adalah perihal menjaga supaya rumah tetap bisa menjadi tempat pulang yang utama dengan menjaga tangganya agar selalu kokoh untuk didaki. Dan keduanya adalah menjadi proses yang berlanjut terus menerus tak hanya berhenti hanya karena digusur oleh gubernur.

No comments:
Post a Comment