November 1, 2016

Mitos atau Fakta?

"Kalau hamil tidak boleh makan sembilang mbak, nanti janinya hilang"
"Ibu percaya?"
"Ya percaya gak percaya sih mbak. Katanya orang-orang tua begitu mbak"
"Ibu makan tidak ikan sembilang?"
"Gak mbak, buat jaga-jaga sih. Nanti takut kenapa-kenapa" 
Perlu ditertawakan atau tidak, tapi memang begitulah yang terjadi di masyarakat. Culture, norm, myth, masih sangat kental beredar di masyarakat. Walaupun generasi sudah berpindah sekian tahun, hal tersebut sepertinya tidak akan pernah selesai untuk diwariskan.
Bagaimana menurut ilmu kesehatan?
Penasaran dengan asal muasal kenapa sembilang yang tidak berdosa menjadi kambing hitam atas hilangnya janin dalam kandungan, maka beginilah pernyataan dari Ibu Bidan setempat,
"Sebenarnya kejadiannya bukan tiba-tiba janinya hilang. Tetapi saat itu memang sedang ramai, bahwa ada satu ibu yang perutnya memang besar dan merasa bahwa beliau hamil, karena perutnya terus-terusan sakit, mules, dan semacam ada yang bergerak-gerak seperti menendang. Dan kok pas juga, si ibu tersebut tidak mengalami datang bulan. Sehingga saya pun berpikir bahwa ibu ini hamil, awalnya. Setelah saya cek, tidak ada detak jantung dari perut ibu, dan ketika di USG pun memang tidak ada janin di dalamnya. Hanya memang ada kontraksi dari otot perut si ibu yang terjadi sangat sering sehingga seolah ada janin yang menendang. Untuk keadaan ibu yang tidak datang bulan itu memang sedang tidak normal saja sehingga haid tidak teratur. Nah kebetulan sekali ketika ibu makan ikan sembilang, keesokan harinya ibu tersebut mengalami siklus datang bulan lagi seperti sebelumnya, sehingga ibu ngotot dan beranggapan bahwa dia keguguran. Padahal sebelumnya sudah saya jelaskan berulang-ulang kalau ibu tersebut aslinya tidak hamil".
Memang bukan perkara mudah untuk mengubah sebuah kepercayaan dan mindset. Seperti makan babi itu memang dilarang dalam islam walaupun orang awam tidak begitu tahu mengapa. Tapi itulah kepercayaan. Yang mendarah di setiap sel syaraf, yang membutuhkan berulang kali percobaan secara nyata di depan mata bahwa memang kepercayaan yang dianut selama ini adalah salah.

Meskipun udang, cumi, terong, sembilang, lele dan kepiting itu enak sekali, dengan banyak manfaat yang bisa diperoleh, terutama untuk janin, proteinnya yang kaya akan asam amino bisa membuat pembentukan syaraf otak berlangsung optimal, juga pembentukan tulang dan sistem imun janin, tetap saja, bagi mereka ketakutan akan anaknya tidak bisa keluar saat lahir (maju mundur seperti jalannya cumi), atau anaknya lahir dengan punggung bungkuk seperti udang, atau anaknya akan jalan menyamping seperti kepiting dan suka mencubit, dan lain sebagainya tidak akan pernah habis dan hilang, *jika* ibu hamil tersebut tidak mencoba (untuk) hamil lagi, lagi, dan lagi. ehehehe :P

Maka, cara ampuh untuk menghilangkan mitos adalah, hamilnya jangan cuma sekali =))


Sekian
Tegal, Oktober 2016
ikan kering : salah satu produk dari Kota Tegal

 #justforfun #projectseru #savica #Tegal #ikan #ibuhamil #ibubaduta #gizi #nutrition #1000HPK


No comments: