March 11, 2011

Renungan Hari Ini :
Waktu ibarat Pedang
Jika kamu tidak menggunakan waktu, maka waktulah yang akan menyembelihmu.

Ibnu Mas'ud ra berkata :
Aku tidak pernah menyesali sesuatu seberat penyesalanku terhadap satu hari di mana matahari sudah tenggelam dan umurku berkurang, namun amal kebaikanku tidak bertambah.

March 9, 2011

The First Time



Happy Birhtday to Me..
Selamat ulang tahun ya adiba..
Semoga kamu selalu ada dalam lindungan Allah,
kebaikan, kesabaran, manfaat, dan kedewasaan selalu menyertaimu.
Amin**

Hmm, tetep aja sepi.
Ini kali pertama aku ulang tahun di sini, di Malang. Mungkin memang keluargaku bukan tipe keluarga yang selalu merayakan ulang tahun, bahkan mengucapkan selamat pun jarang, malah di bikin gojlokan. hhehe, ,tapi kebersamaan bersama mereka itulah yang memang tidak bisa terganti.
Pagi hari, saat aku membuka mata, aku bisa melihat bapakku, senyum ibuku, tawa kakak2ku. hmm, mungkin memang sudah saat ini menjadi titik awal ku untuk lebih berbenah diri, lebih dewasa dan lebih pengertian.
Tapi yang pasti, dimanapun aku berada, apapun suasananya,
di hari bahagiaku ini, aku ingin tetap ada doa.

Ya Allah, terima kasih untuk segala rahmat karunia, nikmat yang telah Kau berikan dan yang akan Kau berikan padaku.
Terima kasih untuk nikmat islam, hidup, tawa, semangat, tangis, cobaan, kebersamaa, kesempatan, kekuatan, ilmu, rezeki, sakit, kesabaran, dan semua yang telah Kau berikan hinggahidupku lebih berwarna ini.
Semoga segala apa yang ada di depanku nanti, bisa membwa satu kebaikan dan manfaat, baik untukku, maupun orang-orang sekitarku.
Dan semoga di usia yang makin berkurang ini, selalu ada perbaikan dalam segala hal.
Dan semoga, rezekiku makin dekat. Hehehe, baik itu rezeki dalam arti sebenarnya, rezeki keberuntungan, rezeki nilai bagus, rezeki teman, dan mungkin rezeki jodoh. hheheehe XD


Terima kasih untuk pulmo dan randi gila yang memberiku bedak tanah --"
Terima kasih untuk ayu dan ais yang sudah memandikan aku di lapangan :P
makasih untuk gati yang membuat ku jadi badut dengan lipstiknya >.<'
terima kasih untuk semuanya yang rela malem-malem nemenin aku makan :))
makasih buat temen2 BEM yang mau ngerjain tapi gak berhasil :')
dan semua teman-teman yang sudah mengucapkan dan mendoakan setulus hati :D
i love you all, my friends

March 8, 2011

Kentang, Telur, dan Kopi

Aku teringat cerita analogi ini. Karena entah mengapa sepertinya keadaan ini membawa pada masa LDKSku saat SMA dulu. Dengen berbagai karakter tim yang berbeda, unik, menggelitik, dan mengemaskan.


Sekali waktu, seorang anak perempuan mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya begitu susah dan bahwa dia tidak tahu bagaimana akan berhasil
Dia sudah lelah bertempur dan berjuang sepanjang waktu. Tampaknya ketika satu masalah terpecahkan, masalah lain segera menyusul.
Ayahnya, yang seorang koki lalu membawanya ke dapur. Dia mengisi tiga panci dengan air dan menepatkan masing-masing di atas api yang besar.
Setelah tiga panci mulai mendidih, san ayah memasukkan kentang dalam satu panci, telur dalam panci kedua, dan kopi pada panci ketiga.
Ia kemudian membiarkan ketiganya mulai matang, tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada putrinya. Si gadis gerang dan tak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang  dilakukan ayahnya.
Setelah 20 menit, sang ayah mematikan kompor. Dia mengambil kentang dari panci dan meletakknya dalam mangkuk. Lalu mengambil telur dan diletakkan di mangkuk yang lain. Terakhir, ayah mengambil cangkir kemudian menuangkan kopi di dalamnya.
Berpaling pada putrinya, sang ayah bertanya, “Anakku apa yang kau lihat?”
“Kentang, telur, dan kopi,” si anak buru-buru menjawab.
“Lihatlah lebih dekat,” katanya “Sentuhlah kentang ini.” Si anak melakukannya dan memeprhatikan bahwa kentang itu menjadi lembut.
Sang ayah kemudian memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas cangkangnya, si gadis mengamati telur rebus itu.
Akhirnya, ayah memintanya untuk mencicipi kopi. Dengan menikmati aroma kopi yang khas, tampak senyumannya di wajahnya.
“Ayah, apa artinya ini?” ia bertanya
Sang ayah kemudian menjelaskan, bahwa kentang, telur, dan kopi masing-maisng menghadapi kesulitan yang sama, yaitu air mendidih. Namun masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Telur itu rapuh, dengan cangkang tipis yang melindungi isinya yang berupa cairan, dimasukkan dalam air mendidih, lalu telur menjadi keras. Begitu juga dengan kentang, yang semula keras, tapi kemudian menjadi lunak dan lemah saat di masukkan ke dalam air mendidih.
Tapi kopi itu unik. Setelah terkena air yang mendidih, dia tidak hancur, tapi malah merubah warna air, membuat aroma harum dan menciptakan sesuatu yang baru. (dari buku 'Kopi Asin')

Kopi, Kentang, atau Telur.
Sepertinya fenomena ini juga melanda kawan-kawan seperjuanganku di sini, FKUB 2010.
Sedikit banyak telah memberikan gambaran menjadi apa kami ini, dengan segala kesulitan yang ada di sini.
Tapi semoga, aroma kopi meski hanya dari segelintir orang bisa tetap memuat harum segala yang ada di sekitarnya, hingga semua yang melihat dan merasakan tersenyum bangga pada kami.
:))

Lebih Berharga dari Mutiara dan Berlian

dikutip dari buku Kopi Asin
Berikut ini kisah gadis muslimah di Amerika Serikat:

Kalau tidak salah, ketika itu saya mengenakan tank top putih dan rok mini pendek. Saya dibesarkan di keluarga muslim modern, sehingga sebelumnya saya tidak pernah memakai pakaian panjang termasuk di hadapan  ayahku. Ketika kami akhirnya tiba, sopir mengantar adik saya laila, dan saya naik ke kantor ayah.
Seperti biasa, ayah bersembunyi di balik pintu menunggu untuk mengagetkan kami. Kami saling berpelukan berpelukan, dan kemudian ayah memandangku. Kemudian ayah menyuruhku untuk duduk di sampinya di atas sofa dan mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah saya lupa.
Dia menatapku lurus, dan berkata, “Hana, Allah telah menjadikan segala sesuatu yang berharga di dunia ini tertutup dan sulit untuk di dapatkan. Di mana kamu bisa menemukan berlian? Jauh di dalam tanah yang tertutup dan terlindungi. Di mana kamu bis amendapatkan mutiara? Jauh di dasar laut yang tertutup dan terlindungi di dalam tempurung kerang. Di mana kamu bisa menemukan emas? Jauh di dalam perut bumi, ditutupi dengan lapisan-lapisantanah dan bebatuan. Kamu harus berkerja keras untuk mendapatkan benda-benda berharga itu.
Dia menatapku dengan pandangan serius kemudian berkata, “Nak, tubuhmu suci. Kamu jauh lebih berharga dariada berlian, mutiara, dan emas, maka kamu juga harus tertutup.”

Bukti Cinta

Sekali waktu, seorang wanita bercakap-cakap dengan suaminya.
Istri : Mengapa kau menyukaiku? Mengapa kau mencintaiku?
Suami : Aku tidak bisa mengatakan apa alasannya, tapi aku benar-benar menyayangimu.
Istri : Kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya? Bagaimana kau bisa bilang menciantaiku dan menyayangiku?
Suami : Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bis amembutktikannya padamu?
Istri : Bukti? Tidak! Aku ingin kau menceritakan alasannya. Suami temanku bisa, kenapa kau tidak?
Suami : Baiklah. Ehm, karena kau cantik, karena suaramu manis, karena kamu perhatian, karena kamu kamu penyayang, karena kamu bijaksana, karena senyumanmu, karena setiap gerakmu.
Si istri tersanjung dan merasa puas dengan jawaban suaminya. Sayangnya beberapa hari kemudian sang istri mengalami kecelakaan dan kemudian koma. Lelaki itu kemudian meletakkan surat di sisinya. Surat itu berbunyi :
Sayang, karena suara manismu aku mencintaimu.. Sekarang, apa kamu bisa bicara?
Tidak! Karena itu, aku tidak mencintaimu lagi.
Karena perhatian dan kepedulianmu aku menyayangimu.. Sekarang kamu tidak bisa menunjukkannya. Karena itu aku tidak bisa menyayangimu lagi.
Karena senyuman, karena setiap gerakanmu aku mencintaimu.. Sekarang, bisakah kau tersenyum? Sekarang bisakah kau bergerak? Tidak! Karena itu aku tidak mencintaimu lagi.
Jika cinta memerlukan alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagiku untuk mencintaimu lagi.
Apakah cinta butuh alasan? Tidak! Karena itu, aku masih mencintaimu....


Subhanallah...
dikutip dari Buku 'Kopi Asin' 

February 21, 2011

yang terbaik...

mungkin kalimat ini terdengar sangat gampang dan sangat kecil remeh sekali.
Tapi aku kembali mendengarnya, selentingan seorang bapak yang berparas sangar, tegas, dan beliau berumur sekitar 70 tahun. Saya bertemu dengan bapak ini di kereta saat saya kembali ke Malang, hari Minggu lalu (20-02-2011).

Si Bapak : (sambil berbicara pada istrinya) "Wingi iku lho ya, pas maulidan seng ceramah lucu, seneng aku. Kiai ne guyon terus. hhahaha, lha wonge ngomong 'Nggih bapak-bapak, sampean niku nek badhe nyuwun dateng Gusti Allah nggih monggo tapi pun ngotot-ngotot, nyuwun mawon, paringaken seng terbaik damel sampean nggih pak."
(Kemarin itu pas acara Maulid Nabi, yang ceramah lucu. Aku suka. Pak Kiainya banyak guyoonnya. Dan bilang gini, "Bapak-bapak, jika mau minta sesuatu pada Allah itu, mintalah, tapi jangan terlalu memaksa, tapi mintalah yang terbaik pak."

Setelah mendengar cerita bapak tadi, aku jadi teringat satu hal. Sesuatu yang memang merubah cara hidup dan cara pandang Bapakku yang pastinya juga berpengaruh pada saya.
Saat itu, aku berusia 10 tahun. Cukup bersar untuk bisa mengetahui situasi di sekitar lingkunganku. Kakak pertama saya, dia akan lulus dari SMA dan akan melanjutkan di perguruan tinggi. Saat itu, kakakku termasuk murid yang cukup pintar, dan saat ditanya kakak ingin melanjutkan di jurusan apa, dia langsung menjawab ingin masuk Komunikasi Unair. Stelah mendengar jawaban itu, bapak dan ibu serta merta semakin memperbanyak amalan-amalan dan ibadah begitu juga dengan kakakku. Tapi setelah hasil UMPTN keluar, ternyata Allah berkehandak lain, kakakku belum berhasil. Dan saat itulah, aku benar-benar melihat bahwa kedua orangtuaku adalah orang yang paling kecewa dengan keadaan itu.
Tahun berganti tahun, kali ini giliran kakakku yang kedua yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sekenarionya pun sama, pilihan yang diimpikan kakakku juga belum berhasil. Saat itu kembali kedua orang tuaku adalah orang yang paling kecewa menerima itu semua, hingaa suatu kita di waktu yang sama, si masku yang kedua ini nyeletuk "Bapak, seharusnya kita itu gak boleh buat minta ini minta itu sama Allah, lebih baik kita itu minta yang terbaik dari Allah."
Kemudian, dengan semangat yang masih tersisa. Kakakku mendaftar di D3 Sastra Inggris Unair. Dan alhamdulillah hingga sekarang, dia bisa lanjut hingga di S2 di tempat yang sama.

Sampai pada detik ini, saat aku memang benar-benar merasa tertolak dengan segala usaha dan keinginan untuk kuliah di Unair, UGM, dengan cita-cita sebagai seorang dokter, hmm, aku hanya bisa tersenyum kecil, menyaksikan rencana-rencan indah Allah pada jalan hidupku. Aku masih tetap meyakini, bahwa Allah selalu punya rencana indah.

Orangtuaku mungkin dulu masih belum tau, tapi beliau tetap menjadi inspirasi \ku yang sangat luar biasa.. Bila beliau dulu meminta A, B, dan C. Kini dia mengajrkan pada saya, "Nak, katakan pada Allah, bahwa saya ingin A. Jika memang itu yang terbaik untuk saya, maka, mudahkanlah saya untuk mendapatkannya, tapi jika bukan itu yang terbaik untuk saya, maka berikan yang terbaik." (amin)

January 21, 2011

1 PERSEN UNTUK SERATUS %

99 tak akan menjadi 100 tanpa 1
dan 99% usaha tak akan terlaksana tanpa 1% takdir

Dan jika 99% telah kita lakukan
maka yang akan terjadi adalah 99% + 1%

lalu jika ketentuan Allah sudah terjadi pada kita
dan hasilnya baik, alhamdulillah kalau begitu
karena usaha kita memang benar-benar telah diridhoi oleh Allah

tapi jika memang ketentuan itu tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan
maka teriakkan pula ALHAMDULILLAH..
karena Allah masih memberi kita kesempatan untuk terus belajar
karena Allah selalu mengupgrade kesabaran kita
karena Allah menegur kita, agar kita lebih instropeksi diri
agar kita bisa lebih berhati-hati
agar kita bisa punya tekad dan usaha yang lebih
dan yang pasti Allah tahu
apa yang terbaik untuk kita...

S.E.M.A.N.G.A.T !!!

January 18, 2011

Tuhan, aku jatuh cinta?

aku tak pernah bertemu sebelumnya
apalagi berkenalan
mungkin saat pertama kali aku melihat wajahnya
aku langsung mengerti siapa namanya
bukan hanya aku saja sepertinya,
tapi semua temanku juga tau siapa dia.


aku tak pernah bertemu sebelumnya
apalagi berkenalan
dia juga tak pernah tau siapa aku
entah suatu hari nanti.


aku tak pernah bertemu sebelumnya
apalagi berkenalan
tapi dirinya selalu ada dalam benakku
wajahnya selalu membayangi bola mataku
namanya selalu hadir dalam pikirku
padahal pertemuanku dengannya bisa dihitung dengan jari
astagfirullah,, 
ya Allah, aku berdosa
aku merasa berdosa
saat menginginkan seorang hamba yang Kau ciptakan
sebagai cita-cita dalam hidupku
sebagai pemimpin dalam rumah tanggaku
dan sebagai ayah dari anak-anakku kelak
meski aku yakin hati ini Engkau genggam Tuhan,
dan aku juga yakin perasaan ini karenaMu,
setiap saat Kau bisa membolak-balikkan sesukaMu, Tuhan.


aku tak pernah bertemu sebelumnya
apalagi berkenalan
lalu, aku jatuh cinta?
atau hanya sekedar kagum
aku juga tak pernah tahu
hingga saat itu tiba,
jagalah diri ini slalu Tuhan.
Karena saat aku benar-benar merasa jatuh cinta kelak,
aku ingin jatuh cinta kepada dia yang melabuhkan cintanya padaMu,
hingga saat waktu kami bersama,
maka akan bertambah cintaku pula padaMu..


aku tak penah bertemu sebelumnya
apalagi berkenalan
dia jauh dari jangkauanku
karena dia adalah idaman banyak wanita
tapi tak ada yang tak mungkin bagiMu Tuhan,
dan aku tahu itu.


#ex pres bem fkub 2010#

semangat baru (1)

aku tak selalu mendapat apa yang aku sukai
oleh karena itu, 
aku selalu mencoba menyukai apapun yang aku dapatkan.

Bersyukurlah apabila kita tidak tahu sesuatu
karena itu memberi kita kesempatan untuk belajar...
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit
karena di masal itulah kita akan tumbuh...
Bersyukurlah untuk keterbatasan kita
karena itu memberi kita kesempatan untuk berkembang...
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru
karena itu akan membangun kekuatan dan karakter kita...
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kita buat
karena ada pelajaran berharga di balik kesalahan itu...
Bersyukurlah bila kita lelah dan letih
karena dengan begitu kita telah membuat suatu perbedaan...

Mungkin bagi beberapa orang kalimat ini sederhana, mungkin bagiku juga akan terlihat sederhana
Tapi aku sangat bersyukur pada Allah, menghadirkan kawan-kawan luar biasa yang selalu datang walau aku tak pernah meminta, yang selalu menyemangatiku walau raga tak bertatap.
dan kalimat ini datang,
saat diri ini memang sedikit lelah, saat asa sedikit tergoyah.
terima kasih untuk mbak mega...

January 16, 2011

Tawa lepas manusia-manusia kecil...


Akan lebih banyak lagi manusia-manusia kecil di sekitarku. hehe, amel (<-- duduk yang paling kiri), baru aja punya adik cewek, (lupa aku dikasih nama sapa, padahal waktu bikin namanya itu sama aku loo). terus tasya (<-- duduk ke dua dari kiri) juga baru kemarin punya adik, cewek pula.. hahaha, tapi aku belum liat karena masih di malang --"
hmm, jadinya si fakhri (ponakanku pake baju merah), dan fahmi (paling kanan) bakalan jadi yang paling cakep.. wkwkw :P
#bahagiakarenacintaanak2#