Kalau tidak salah, ketika itu saya mengenakan tank top putih dan rok mini pendek. Saya dibesarkan di keluarga muslim modern, sehingga sebelumnya saya tidak pernah memakai pakaian panjang termasuk di hadapan ayahku. Ketika kami akhirnya tiba, sopir mengantar adik saya laila, dan saya naik ke kantor ayah.
Seperti biasa, ayah bersembunyi di balik pintu menunggu untuk mengagetkan kami. Kami saling berpelukan berpelukan, dan kemudian ayah memandangku. Kemudian ayah menyuruhku untuk duduk di sampinya di atas sofa dan mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah saya lupa.
Dia menatapku lurus, dan berkata, “Hana, Allah telah menjadikan segala sesuatu yang berharga di dunia ini tertutup dan sulit untuk di dapatkan. Di mana kamu bisa menemukan berlian? Jauh di dalam tanah yang tertutup dan terlindungi. Di mana kamu bis amendapatkan mutiara? Jauh di dasar laut yang tertutup dan terlindungi di dalam tempurung kerang. Di mana kamu bisa menemukan emas? Jauh di dalam perut bumi, ditutupi dengan lapisan-lapisantanah dan bebatuan. Kamu harus berkerja keras untuk mendapatkan benda-benda berharga itu.
Dia menatapku dengan pandangan serius kemudian berkata, “Nak, tubuhmu suci. Kamu jauh lebih berharga dariada berlian, mutiara, dan emas, maka kamu juga harus tertutup.”

No comments:
Post a Comment