Sekali waktu, seorang wanita bercakap-cakap dengan suaminya.
Istri : Mengapa kau menyukaiku? Mengapa kau mencintaiku?
Suami : Aku tidak bisa mengatakan apa alasannya, tapi aku benar-benar menyayangimu.
Istri : Kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya? Bagaimana kau bisa bilang menciantaiku dan menyayangiku?
Suami : Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bis amembutktikannya padamu?
Istri : Bukti? Tidak! Aku ingin kau menceritakan alasannya. Suami temanku bisa, kenapa kau tidak?
Suami : Baiklah. Ehm, karena kau cantik, karena suaramu manis, karena kamu perhatian, karena kamu kamu penyayang, karena kamu bijaksana, karena senyumanmu, karena setiap gerakmu.
Si istri tersanjung dan merasa puas dengan jawaban suaminya. Sayangnya beberapa hari kemudian sang istri mengalami kecelakaan dan kemudian koma. Lelaki itu kemudian meletakkan surat di sisinya. Surat itu berbunyi :
Sayang, karena suara manismu aku mencintaimu.. Sekarang, apa kamu bisa bicara?
Tidak! Karena itu, aku tidak mencintaimu lagi.
Karena perhatian dan kepedulianmu aku menyayangimu.. Sekarang kamu tidak bisa menunjukkannya. Karena itu aku tidak bisa menyayangimu lagi.
Karena senyuman, karena setiap gerakanmu aku mencintaimu.. Sekarang, bisakah kau tersenyum? Sekarang bisakah kau bergerak? Tidak! Karena itu aku tidak mencintaimu lagi.
Jika cinta memerlukan alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagiku untuk mencintaimu lagi.
Subhanallah...
dikutip dari Buku 'Kopi Asin'

No comments:
Post a Comment