April 7, 2012

Lupaku, Malu

Lupaku, Malu
Bahwa Tuhan tak pernah tidur
Dia tak pernah merasa bosan dan suntuk
Meski khilaf yang dilakukan hambanya
telah dilakukan berualang kali

Tapi, aku lupa
Anggap remeh bahwa akupun pernah tahu yang seperti ini
Meski dalam tempat dan waktu yang beda

Lupaku, Malu
Suntuk dengan permainan yang ada
Padahal belum tentu juga tetap bisa finish dengan hebat

Lupaku, Malu
Karena selalu bertanya pada Dia tentang dia
Padahal, Rabbku pun bahkan tak pernah bosan menyuruhku untuk bersabar

Lupaku, Malu
Bahwa aku hanyalah berada pada bumi yang bisa dipijak
padahal masih ada 7 langit yang dijunjung

Lupaku, Malu
Meski aku tahu,
tetap aku selalu pinta
Allah, beri aku sesuatu yang baru
Maaf ya Allah, kali ini aku benar-benar bosan.
>.<


Balada Sambel Terong dan Bus Patas

Pagi itu, aku berniat untuk membeli sarapan di warung dekat dengan kosan. Dan disitu terjadi sedikit perbincangan dengan si ibu penjual makan.
Ibu : "Waduh mbak, harga2 makanan sekarang itu naik semua ya mbak? lombok aja jadi 50 mbak."
Saya : "lho iya ta bu, kan BBM ndak jadi naik, harga tetap belum turun nggih Bu?"
Ibu : "Belum mbak, apalagi terong itu mbak, naiknya banyak dari 2500 jadi 7500."
Saya : "Oh gitu ya Bu." (sambil tersenyum mengangguk)
Ibu : "Iya, terus bus patas itu lho mbak, BBM belum naik sudah naik duluan yah. jadi 20 ribu sekarang kalau ke Surabaya. Terus kalau BBM gak jadi naik gimana itu mbak, masak tetep segitu. Wah, gini ini susahnya ntar kebutuhan pokoknya itu lho mbak."
Saya : "Heheh, iya Bu. Sampun Bu, monggo." (Saya segera mengakhiri percakapan karena memang pesanan sudah didapat dan memberikan senyum luar biasa pada si ibu)

Kemudian sampai di depan pintu pagar kos. Ada yang jual es cendol dan mbak-mbak mahasiswa yang beli, samar saya dengar pembicaraan mereka, "iya Pak, ke surabaya bus patas harganya sekarang 20ribu, dulu 15 ribu. Itu malah naiknya sebulan sebelum BBM mau naik. Lha habis rame-ramenya banyak kecelakaan bus itu lho pak."

(walaupun gak munafik juga saya dan keluarga saya sempet kaget terkait harga bus patas ini. jadi males juga naiknya, karena buang duit. mending naik kereta 4ribu :P)

Aku tak bisa banyak berbicara. Karena memang aku tak suka yang seperti itu. Hanya saja mendengar pernyataan itu ada sesuatu yang ingin saya utarakan sebenarnya. Bersama dengan pernyataan dosen saya yang dengan singkatnya bilang "BBM naik banyak yg protes yah, kalau harga rokok naik, diam semuanya."
Padahal intinya sama-sama kalau berimbas ke kebutuhan pokok. Iya kan?
BBM naik -> transportasi  naik harga -> beli barang jadinya tambah mahal karena berat di ongkos
Rokok naik -> mengurangi jatah buat beli kebutuhan pokok -> apalagi kalau tiap hari berpuluh gulungan yang di hisap.

Hm, sama dengan pernyataan di salah satu grup FB saya.



Yah, jadi ingat kata Bapak. Kalau di negara Indonesia ini, pemimpinnya ya pemerintah. Mereka adalah amirnya masyarakat Indonesia. Jadi selalu didoakan saja tetap bisa memberikan kebaikan. Toh gak gampang ada di posisi mereka itu.

Dan menanggapi demonya, hm, ini negara demokratis, jadi ya gak salah juga. Intinya semua orang itu pasti ingin Indonesia lebih baik lagi, dengan caranya, dan dengan pemikirannya masing-masing. Lantas pertanyaan baru muncul di benak saya, kapan bisa jadi sevisi ya kalau mikirnya tetap 'masing-masing'.
HAHAHAH, yah, karena Indonesia negara demokratis kawan. Kalau kata Mada, if you know what i mean :)

April 5, 2012

Cerita di Gerbong 3 Kereta Penataran

Pagi itu saya kembali berkesempatan untuk menikmati suasan kereta api, yah karena memang ada kuliah pagi dan harga bus patas lebih mahal, jadi naik kereta penataran pukul 04.35 dari stasiun Gubeng Surabaya menjadi pilihan saya.
Gerbong 3 dengan kursi nomer 16c. Kursi itu kebetulan menghadap ke arah jalannya kereta menuju Malang. Sejajar dengan kursi 16a dan 16b, serta bersebrangan dengan 15a-b-c. Berarti ada 6 penumpang yang seharusnya duduk di situ, namun, tidak pada pagi ini. 6 kursi itu hanya diisi oleh 4 orang. Saya, kemudian berhadapan dengan ibu berkerudung seumuran 50an tahun, kemudian ada ibu muda berkerudung juga yang kebetulan naik bersama dengan suaminya. 
Dan inilah yang menarik perhatian saya pagi itu. Pasangan suami istri yang duduk sekomplek dengan saya di gerbong 3. Sedikit mendeskripsikan mereka (mohon maaf ya buat mbak-masnya). Istrinya berkerudung biasa, umurnya sekitar 30-35 tahun, dan mempunyai anak 2 orang (ini hasil dari curi dengar saya setelah si ibu ini telp ke seseorang yang sepertinya sedang dititipi anaknya), dan istri ini termasuk orang yang sepertinya sangat hormat dan menyayangi keluarga dan suaminya, meskipun pada kali ini mungkin mereka ada keperluan penting sehingga terpaksa meninggalkan anak-anknya. Dan suaminya, sangat bertolak belakang dengan istrinya. Penampilannya (mohon maaf) seperti preman. Beliau rambutnya panjang dan memakai slayer di kepalanya. Celananya tidak sobek-sobek memang tapi bak seperti seorang preman ada rantai yang menjuntai dari saku kanannya. Memakai sepatu kets (mohon maaf sekali lagi) yang sedikit lusuh. 
Jujur, buat saya pribadi. Kesan pertama yang saya tangkap tentu adalah kesan yang kurang baik untuk beliau (si suami). Namun, perjalanan 2.5 jam di kereta itu sungguh membuat saya malu pada diri sendiri.
Yah sepertinya semboyan "Don't judge a book from the cover" benar-benar terjadi kali ini. Kejadian pertama. Si suami ini hendak menaikkan kakinya di kursi (duduk bersila), namun sebelum itu beliau meminta izin dengan logat bahasa jawa halusnya ke orang-orang sekitar situ. Terutama pada ibu yang berkerudung di depan saya. "Bu, nyuwun sewu, sikil kula angkat, niki rade kesel". Begitu katanya.
Kejadian selanjutnya. Pasangan suami istri ini sedang membicarakan ayat al-quran. Saya memang sengaja menutup mata, agar terkesan seperti tidur, tapi sejujurnya telinga saya sangat awas. Yah, saya dengarkan kembali dengan cermat. Sambil badan saya sedikit serong ke arah si istri, untuk mencuri dengar. Yap! Betul! Al-Fatihah. Itu yang sedang mereka bahas. Kedua suami-istri ini sedang memabahas lebih dalam makna dari surat pembuka dalam al-quran itu. Tidak-tidak, bukan hanya sekedar terjemahan, tapi penjelasannya juga. Dan luar biasanya, itu yang sedang menjelaskan adalah si suaminya. Sangat detail dan yah, begitulah penjelasannya memaknai al-fatihah dalam kehidupan sehari-hari. Wuiiih, saya sedikit tertampar. 
Menerawang jauh mengingat teman-teman saya, saudara saya, dan mungkin keluarga saya. Mereka semua sepertiny berpenampilan yang menurut saya pribadi, sangat jauh dari si suami itu, namun belum tentu mau belajar dan memahami ayat Allah sebegitu detailnya. 
Dengan kejadian terkahir yang membuatku benar-benar tersenyum sangat bangga pada agamaku. Jadi ceritanya, ada bapak yang lewat buat jual buku di gerbong itu. Dan piliha bukunya pun sangat beragam, salah satunya ada buku Surat Yasin dan Tahlil. Lalu belilah si suami ini seharga 5 ribu perak, kemudian beliau membacanya dengan seksama dan membaca artinya juga, bahkan mengulang setiap artinya yang kurang dipahami selama 3 kali (Sambil dilafadzkan, makanya saya tahu). Kemudian dia berkata, "wah iki mesti digoleki maksude satu-satu ini, cek paham". Begitu katanya.
Jadi inilah agamaku kawan, untuk semua umat, untuk semua kalangan, untuk semua orang, untuk semua jabatan, untuk semua ras dan bangsa, untuk semuanya.
"Don't judge a book from the cover" 

March 20, 2012

SELAMAT ULANG TAHUN
buat aku, Mas Hakim, Fahmi
Mbak Rosyidah, Fakhri

Sekalian dah,
buat Ibuku, buat Sheila

Tasya juga :)

SELAMAT ULANG TAHUN

3 bulan penuh dengan berkah di rumah

amin
:')
2012

dua puluh cinta, cita, dan cerita

dua puluh cinta
membuat rasa yang tak kunjung padam
membuat warna yang melebihi pelangi
membuat tawa pada langkah


dua puluh cita
terbentang dalam lazuardi alamku
terukir manis dalam setiap pohon kehidupan
terpatri dalam relung terdalam sang jiwa


dua puluh cerita
menghiasai dalam setiap tahun
mewarnai di setiap masa


dua puluh
terlewati
dalam cinta, cita, dan cerita
dua puluh
selamat datang
cinta, cita, dan cerita
'lagi'


:)



terima kasih :')

March 12, 2012

Golongan Darah B

Salah satu sisi antagonis yang menonjol dari TipeDarah B : tidak peduli.

1 yang harus dibuang dari TipeDarah B: suka buang waktu untuk sesuatu yang gak jelas.

Saran untuk TipeDarah B yang malasnya rentan kambuh, coba sesekali 'menunda' sebuah penundaan.

Jadi TipeDarah B itu harus Bersemangat, Bersosialisasi, tapi nggak boleh Bo'ong ya.

Enaknya punya teman TipeDarah B : meski iseng, tanggungjawabnya bisa diandalkan. Tapi ... kadang nggak sabaran.

Dari ± 2 Miliar warga dunia, TipeDarah O = 37%, A = 28%, B = 21%, AB = 5% itu untuk Rh+, dan O- = 4,3%, A- = 3,5%, B- = 1,4%, AB- = 0,4%

Naik kereta gak boleh meleng, kalau tertidur bisa kelewat. Masalah mereka memang nggak enteng, tapi TipeDarah B tetap semangat.

Jangan iri dengan semangat TipeDarah B, kalian harusnya bisa melampaui mereka.

AB : tukang molor. | B : tukang iseng. | A : tukang komplain. | O : tukang komentar. #bedatipis

Salah satu alasan untuk mencemburui TipeDarah B adalah tindakan mereka yang seringkali mengesankan.

Dalam 1 menit ada 60 detik. Niat TipeDarah B mau irit, apa daya mata suka melirik.

Penjahat (ke diri sendiri) yang baik (ke orang lain) -» TipeDarah B. *terbalik?

Jangan pernah (kapok) menolong TipeDarah B, mereka bisa membalasnya berkali lipat.

Jarang sekali TipeDarah B pendiam. Mereka easy-going, dan suka iseng.

TipeDarah B harus bisa lebih dewasa. Tidak lagi ngambek karena hal sepele. Jika bisa lebih mandiri itu jadi nilai + sendiri.

Si pemalu yang antusias -» TipeDarah B.

Mayoritas TipeDarah B lebih memilih melakukan me-time daripada hang-out bareng teman ketika mereka suntuk. # FitnahOrFact

TipeDarah B -» kolektor minat.

Dear TipeDarah B, kombinasikan ketergesaanmu dengan ketelitianmu, 35%-65% seharusnya cukup.

TipeDarah B itu pelupa, perlu sekali to-do list. # FitnahOrFact

Kebebasan itu sudah jadi nafasnya TipeDarah B.

Kamu #TipeDarah B ? | Kok tau? | kelihatan sih cueknya.

Karena berusaha untuk mandiri, #TipeDarah B jadi terlihat lebih berani.

Bagi #TipeDarah B segala hal nggak harus terlalu kaku. B flexible.

Seperti elemen api, #TipeDarah B tak akan menyerang tanpa sebab/pemicunya.

Begitu pula #TipeDarah B sebagai penguasa Elemen Api, bersemangat, kadang berpikir di luar ketentuan, namun hangat.

Elemen Api, yang dikuasai #TipeDarah B, menyimbolkan hening, namun berbahaya; terang, namun menghangatkan. #SundayStory

Enaknya diskusi bareng #TipeDarah B adalah, mereka bisa bawa suasana untuk selalu positive-thinking dan bikin optimistis.

Kenapa di bumi lebih seru? Karena di sana selalu ada #TipeDarah B. #ea

all tweets from @TipeDarah via ERStudio

February 7, 2012

hey, selamat datang :D

seperti Fatimah yang mencintai Ali
dan Ali yang mencintai Fatimah
namun mereka hanya diam membisu, hingga waktu sendiri yang menjawabnya.
Sabar..


seperti malam yang menantikan sang rembulan
meski mungkin kadang ia tak muncul juga
tapi tak pernah kan malam marah hingga ia tak muncul di muka bumi ini.
hahha, lucu kalau gak ada malam
Percaya..


kalau adat orang jawa
mau nikah pakai rumus matematika
di hitung baik buruknya
tapi kalau uda anak terakhir ketemu anak pertama
semua rumus jadi tidak berarti
koyok tumbu ketemu tutup
aneh yah, tapi begitulah memang
Jodoh..


cerita dari bapak sih bilang,
umur, jodoh, rezeki, itu semua sudah ada bahkan saat kita ada dalam kandungan
kalau memang setiap orang bisa milih dari awal, 
ya enak aja dek, milih yang baik-baik aja yang jelek gak mau
tapi Allah itu adil,
muridnya bapak itu ada yang sukses, kaya, ganteng, alim
dan ketemu jodoh yang mungkin di dunia ini terlihat tidak sepadan 
tapi kan bahagia
Ikhlas..


hey, apapun itu
selamat datang
CINTA

aku jatuh cinta. karena aku punya cerita

well, long time no see guys. hahha, sudah lama rasanya tak bercerita.
tak tahu harus memulai dari mana dan seperti apa
yah... Agustus 2011 - Februari 2012
Waktu yang cukup lama untuk sebuah masa penantian burung pipit pada ibunya
Waktu yang cukup lama untuk sebuah perjalanan kucing ke Surabaya
Waktu yang cukup lama jika hanya sebuah canda tawa sang mentari
Waktu yang cukup lama jika hanya sebuah tangisan hujan kelam
hmm, tapi cukup sebentar untuk merasakan bahwa Allah begitu sayang dan cinta pada kita karena nikmatnya sungguh tak terhingga.
See! I fallin' in love, coz i've a story
Agustus 2011, tak perlu menjadi orang lain, tak perlu menjadi sok bijaksana, tak perlu terlihat sempurna, karena memang setiap orang dilahirkan berbeda. Hanya tetaplah menjadi diri sendiri, yang bisa memberikan manfaat untuk sekitarmu. Hanya tetaplah menjadi diri sendiri, dengan kelebihan yang patut ditiru, namun biarlah kelemahan itu menjadi pelajaran orang lain untuk tak serupa. Hanya tetalpah menjadi diri sendiri, yang berbeda, karena dengan begitu kita tak seperti buih-buih di lautan, yang sama semuanya, lalu hilang ditelan ombak. Pembina Arsitek Peradaban 2011 :)
September 2011, orang membunuh kalau bertobat aja Allah bisa menghapus semua dosanya, lantas mengapa kita tak memaafkan semua kesalahan orang lain pada kita. Well, itu perkara hati masing-masing orang. Jadi, mari belajar untuk membuat ia seperti tiara. :)
Oktober 2011, cinta itu tak harus menjadi orang lain. cinta itu jujur. cinta itu bukan sebuah kesalahan. cinta itu tak pernah diundang, dia mampir dengan sendirinya, kadang dia singgah dalam waktu cukup lama, tapi tak sedikit pula hanya sebuah fatamorgana belaka. yah, meski rasanya tak selalu lezat, tapi ia adalah anugerah.
November 2011, sebulan secangkir kopi panas. Yang aku butuhkan bukan teman, karena ia belum tentu selalu ada. Juga bukan tepukan semangat di bahu, karena jika tak pernah kuresapi sendiri dalam kalbu ia menjadi membatu. Hanya, sebuah doa dan senyum. Agar jalan berliku ini tetaplah terang meski tak ada genderang untuk menemani berperang.
Desember 2011, ..bahkan ketika semua orang menjauh dan kamu tidak punya siapa-siapa, ingatlah selau ada Allah bersamamu. Dan itu cukup. (Buya Hamka)
Dan ketika aku merasa kehilangan untuk selamanya, terima kasih untuk lima bulan yang begitu syarat dengan pelajaran. R.I.P Theven (Virology-2011)
Cukuplah maut sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath-Thabrani)
Januari 2012, Happy New Year. Tidur di rumah, soalnya hujan. heheh. Resolusi untuk tahun ini. Banyak. Maka aku akan menulisnya dalam bentangan awan putih. Lalu kuteriakkan di tepi jurang mimpi. Dan kucecer ia di tengah pematang sawah. Dan akhirnya kuserahkan penghapusnya pada Allah, karena jika itu bukan yang terbaik untukku, maka Allah akan menghapus dan menggantinya dengan yang lebih baik.
Bermimpiah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu (Arai, Sang Pemimpi)
Oh iya. Ujian! Rsanya tetap sama yah ternyata, ada manis-asam-asin-pahit-bahkan hambar. HAHAHA. Yah, ujian, sebuah contoh kecil dari kehidupan yang sebenarnya.
TRIO-hm, Jakarta, akhirnya aku kembali menyapamu setelah sekian lama. Mungkin ini tak begitu berarti, tapi sensasinya tak terupakan
RAFTING di UG terakhir BEM. HAHAHHA. Hey, lihatlah. bahkan seorang presiden bem 2011 jugalah seorang manusia biasa dan orang seperti mas fira-pun juga bisa tenggelam karena tak bisa berenang. :P
Maka berlelah-lelahlah, hingga kelelahan itu lelah mengejarmu :)
Februari 2012, Sudah melewati satu periode kepengurusan bersama DREAM TEAM di ORMAGIKA dan BEM NUSANTARA. Dan saat ini kembali diberi kesempatan di tempat yang sama. Mungkin masih banyak orang lain yang lebih hebat daripada aku, dan aku juga yakin banyak sekali orang pintar di luar sana. Tapi inilah aku dengan segala kebaikan, kelemahana, kelebihan, dan kekuranganku. Semoga tetap menjadi manfaat untuk sekitarku.
Hey, aku menemukan tempat baru untuk menjadi diriku sendiri. Aku bangga memperkenalkannya padamu. DAWAI. Indah bukan namanya. Dan lihatlah, nama indah itu semoga akan menjadi cambukan tersendiri supaya memang bisa terlihat indah, tak hanya di mata manusia, bahkan Malaikat dan Allah. 
Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah. (HR. Ath-Thabrani)
tetep, aku yang di pinggir :P
Dan ini bulan pertama ada yang ulang tahun. Mas Ardhian (manggilnya berasa aneh >,<). Ekspresi saat dikasih kadonya, 'eh, gak bisa pakainya ini. Kan cowok itu gak perlu belajar cuci, gak perlu belajar masak, juga gak perlu belajar pake dasi, karena ntar itu yang ngerjain 'orang lain''. hmm, orang lain dengan tanda petik. HAHAHA


Dan hari ini, 7 Feb 2011, tepat sebulan sebelum usia dua puluh tahunku. Tahun lalu saat aku ada di delapan maret, aku pernah bilang pada diriku sendiri, 'setahun ini, aku ingin melewati dengan lebih banyak cerita, entah suka ataupun duka, entah waras ataupun gila, itung-itung sebelum usiaku beranjak dengan sebutan puluhan'.
Well, Allah itu Maha Cinta
Maka Aku pun Jatuh Cinta
Karena Aku Punya Cerita

February 4, 2012

aku jatuh cinta

aku jatuh cinta
pada matahari yang menghangatkan senyum pagi

aku jatuh cinta
pada rintik segar hujan di senja langit kota tugu

aku jatuh cinta
pada kumandang adzan yang memanggil para malaikat

aku jatuh cinta
pada malam kelam dengan lilin redup di pinggir gang merah

aku jatuh cinta
pada empuknya kasur yang membawa nikmat dunia

aku jatuh cinta
pada denting malam sunyi tanpa mata

aku jatuh cinta
pada sepertiga malam bersama dengan bidadari surga

aku jatuh cinta
pada sajadah ungu dengan bunga mawar di sisi kanan kirinya

aku jatuh cinta
pada setiap tetes air wudhu di ronanya pipimu

aku jatuh cinta
pada alunan ayat suci dengan nada-nadanya yang sumbang

aku jatuh cinta
pada kicauan burung dengan jawaban dari sang jago

aku jatuh cinta
pada air mata yang menetes dengan peluh keringat di keningmu

aku jatuh cinta
pada semangat membara dalam setiap teriakanmu

aku jatuh cinta
pada awan yang bahkan menghitam karena mendung menutupi

aku jatuh cinta
pada sobeknya kertas dan lusuhnya baju koko

aku jatuh cinta
karena aku punya cerita

saatnya meluruskan niat

membaca sebuah notes yang luar biasa dari seorang yang luar biasa juga.
mungkin inilah saatnya aku kembali meluruskan niat, menata kembali hati yang mungkin saat ini sedang tercarai berai karena usaha yang mulai kendur, karena raga yang tak lagi tersenyum tulus, dan juga mungkin karena doa  yang saat ini tak lagi sering terucap. astagfirullah..


Bismillah.
Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah.

Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.

ngkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.

Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah.

Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.

Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah.

Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.

Maka, resapilah setiap hari setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia.

Selamat menempuh jalan dakwah yang begitu nikmat, setiap waktu setiap saat.
(Ust. cahyadi Takariawan)
http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1799







kembali kuingat saat pertama kali aku masuk ke dalam ruang kuliah di lt.4 mengikuti OR ORMAGIKA. dan beberapa hari kemudian aku duduk di ruang LKI saat diwawancarai oleh Mbak Andina saat ikut OR BEM.
Tak banyak mungkin yang bisa aku ceritakan di sini bagaimana perasaanku
Tak bingung juga aku saat itu akan menjadi apa diri ini yang belum paham apapun tentang tempatku menempuh ilmu
Tak peduli juga sedang apa aku saat itu dan untuk apa aku melakukan itu
yang aku tahu
hanyalah satu
aku ingin melakukan itu untuk mencari ridho Allah
cuma itu yang aku dengungkan dalam hati, jiwa dan bibirku
Lantas masihkah itu terpasung dalam relung diriku?
Masihkah?
Masihkah kusebut asmaNya dalam setiap yang aku lakukan?
Mungkin aku tak bisa mengajak banyak orang untuk berbuat baik
Tapi aku masih tetap sadar bahwa aku haruslah bermanfaat untuk orang lain
Meski hanya mengajak mereka untuk tetap tersenyum
semoga itu terbilang masih, Rabb :)