November 3, 2016

siapa yang kita bela? (seri 4 November 2016)

Dosen vs Mahasiswa.
=================
DOSEN : "Saya bingung, banyak Umat Islam diseluruh dunia lebay..
Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma Qur'an dinistakan,  karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Qur'an?
Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Qur'an ditulis saja kok...
Yang Qur'an nya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan."

Meskipun pongah namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini.
Memang Qur'an kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.

Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas. Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen.

Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mahasiswa : "Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini."
ujarnya sambil membolak balik halaman diktat tersebut.

"Hhuuh hh...." semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres.

Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injak diktat dosen tsb.
Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.

Dosen : "kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa yang kamu lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu ya?!"

Si Dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang Mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap tangan si dosen.
Mahasiswa : "Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas pak. Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak. bapak marah yang saya injak cuma media kok. Wong yang saya injak bukan kepala bapak. Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??
Dosen : "#%&/&%@%&*/  (#@@##???.." (speechless)
Si Dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat.

=================

Ayal menyambar “Lha memang bedanya dibohongi Al Maidah 51 dengan dibohongi pake Al Maidah 51 apa bah?”
Abah tersenyum “Mbak Ayal sudah makan?”
Ayal menjawab “Sudah Bah”
Abah: “Makan pake sendok atau makan sendok”
Ayal ketawa, “Makan pake sendok Bah, masak makan sendok”
Ilham menimpali “Kalau makan sendok, sakit dong peyutnya”
Abah : ”Nah, semudah perbedaan makan pake sendok dengan makan sendok, semudah pula kita membedakan dibohongi pake Al maidah 51 dan dibohongi Al Maidah 51”
Ayal: “Hmm sekarang aku mengerti “
Abah: “Jadi yang disebut bohong oleh Ahok bukanlah Al Maidah 51 tapi orang yang menggunakan Al Maidah 51. Jadi kalau mau dilaporkan ke Polisi, bukan menistakan agama, tapi pencemaran nama baik orang-orang yang merasa menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 dalam ceramah atau pidato”
=================
Semua orang bebas berpendapat kok. Tapi apapun itu, Al-Qur'an turun dari Allah menjadi jurus paling sakti menuntun manusia menuju jalan Allah. Jalan Allah yang sesungguhnya adalah hidup kekal di akhirat kelak. Akhirat pun ada surga dan neraka.
Semua orang bebas berpendapat kok. Tapi apapun itu, Al-Qur'an turun dari Allah menjadi jurus paling sakti menuntun manusia menuju jalan Allah. Dan orang yang menyebarkan, entah itu kita sebut kyai, ulama, ustadz, ataupun guru, adalah dia yang mengajak kebaikan bukan? Kebaikan untuk bersama-sama menuju jalan Allah yang sesungguhnya. Jalan Allah yang sesungguhnya adalah hidup kekal di akhirat kelak. Akhirat pun ada surga dan neraka.
Jadi, urusannya adalah mau surga atau neraka? Kecuali kalau memang manusia bisa hidup di dunia selamanya sih.. (!) Laahaula walaa quwwata illah billah.
#thinksmart

No comments: