bismillahhirrohmanirrohim..
kala itu, mama tak setuju jika aku tinggal bersama papa. mama begitu kuat mempertahankan aku, padahal selama ini, mama tak begitu memperhatikanku. mama selalu saja memanjakan kakakku. aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara, meskipun aku lebih pintar dan lebih penurut dari kakakku, tapi kakakku jauh lebih cantik, jauh lebih populer, dia selalu bisa mengatakan apa yang dia mau dan apa yang dia kehendaki, dan yang paling membuatku iri adalah dia paling di sayang mama. dan semenjak perceraian mama papa, aku begitu bahagia mendengar keputusan kakakku yang ingin tinggal bersama papa. dan karena keinginan kaka yang begitu kuat, mama tak pernah menolak dan akhirnya mama mempertahankan aku supaya aku tinggal bersama mama, tidak ikut papa. aku senang, sangat senang sekali.
hari-hari aku lalui bersama mama, walaupun aku dan mama jarang sekali bertemu. mama kerja di pagi hari hingga sore, dan karena aku sekolahnya siang hari, jadi aku hanya bertemu dengan mama saat makan malam. walaupun mama jarang berbicara banyak denganku, tapi aku tahu, ada yang hilang dalam diri mama. mama tak seceria dulu dan badannya pun sedikit kurus.
aku tak suka melihat mama seperti itu. aku marah pada diriku, hingga aku mencoba menghubungi kakakku agar mau pulang barang sejenak untuk bertemu dengan mama. tapi kakak benar-benar keras kepala, dia tidak mau. hingga akhirnya berita buruk yang mungkin akan menghancurkan hidup mama terjadi. karena kehendak Allah, kakakku kecelakaan motor, dan dia meninggal seketika.
mama menangis. lama. dan sangat lama. aku tak tahu harus berbuat apa, ,setiap kali aku ingin menghibur, mama selalu tak memperhatikanku.
aku mencoba menerima semua ini, walaupun aku sendiri merasa sakit hati dan tertekan.
malam itu, hari ke 27 kematian kakakku. entah mengapa aku tidak bisa tidur, aku keluar dari kamarku menuju ruang makan. niatku adalah ingin mengambil minum, tapi aku mendapati hal lain. aku melihat mama duduk di meja makan sendiri. melamun. entah apa yang dilamunkan mama, akupun tak tahu. aku mencoba bersikap biasa saja, sampai pada akhirnya mulut mama membuka
"mama mungkin tak pernah sama memberikan kasih sayang padamu maupun pada kakakmu. mama benci dengan keadaan seperti itu. mama ingin sekali juga bisa memberikan kasih sayang mama seutuhnya juga pada kamu, tapi sifatmu dan kakakmu sunguh terlampau berbeda. mama sadar, mama salah mendidik kakakmu, hingga dia punya sifat arogan dan egois yang tinggi. jadi mama ingin sekali memperbaiki kesalahan mama dengan memberikan kasih sayang yang lebih agar kakakmu sadar dan mau mendengarkan kata-kata mama, tapi Allah berkata lain, sebelum mama bisa merubah itu, kakakmu sudah pergi. tapi mama bersyukur dengan adanya dirimu di samping mama, karena kamu adalah orang yang sabar. kamu adalah anak mama yang luar biasa, sekalipun dengan kondisi mama yang sangat buruk. walaupun mama tidak bisa berlaku adil, walaupun mama...... "
mama terhenti, mama tak sanggup melanjutkan kalimatnya lagi, suara mama kalah dengan tangisan dan air mata yang membasahi raut muka mama. aku hanya terdiam. aku mencoba memikirkannya satu demi satu. aku yang menjadi seperti ini, aku yang mengerti bagaimana mencintai dengan tulus, aku yang menegrti sebuah kemandirian, aku yang paham dengan cinta adalah sikap memberi, dan aku yang merasa sangat bahagia dengan segala kondisi apa adanya mama, aku yang bisa menjadi seperti ini...
"ma, dibalik seorang anak yang luar biasa, selalu ada mama yang juga sangat luar biasa. aku sayang mama"
hanya itu yang bisa aku katakan. hingga larut malam, aku menghabiskan waktu berdua dengan mama. hanya dalam suasana hening, dan isak tangisku dan mama. i love you, mam
No comments:
Post a Comment