January 30, 2010

Sinema Invasion 2009 UA



Aku Rindu Satu Per Dua Mati

Aku rindu dengan teman-temanku.
Huppff, rupanya dengan semakin sedikitnya waktuku bersama teman-temanku membuat hari-hariku menjadi
sangat suram tanpa mereka, seperti liburan kali ini.
Begitu sepi, and flat!!!
Dan jika ada mereka, semunya terasa warna-warni.
Terasa menyenangkan dan tanpa beban.
Yah, walaupun tidak selamanya seprti itu.
Terkadang memang, diantara kita terjadi sedikit kesalahpahaman.
Tapi itu hanya sedikit.
Karena menurutku kita memang memerlukan itu.
Kita perlu marah, kita perlu bertengkar, kita perlu berjuang,
dan kita juga perlu untuk menangis kehilangan.
Awalnya memang aku sangat kesal melewati itu semua.
Aku frustasi jika terjadi perselisihan diantara aku dan teman-temanku.
Tapi seiring dengan semakin banyaknya temanku, aku mulai menyadari,
Kita memang perlu marah, agar kita tahu betapa tentramnya jika kita mampu bersabar.
Kita perlu bertengkar, agar kita merasakan betapa indahnya sebuah persahabatan dan kebersamaan.
Kita pelu berjuang, agar kita bisa merasa benas-benar puas dengan hasil jerih payah kita, dan
agar kita tidak menjadi orang yang sombong, karena kita menjadi tahu bahwa untuk mencapai kesuksesan
itu tidaklah gampang.
Dan kita juga perlu menangis kehilangan, karena dengan begitu kita bisa tahu bagaimana caranya
menghargai sebuah pertemuan dan perkenalan yang tulus dan suci dalam sebuah persahabatan.

Setelah Beberapa Lama

Setelah beberapa lama, kau akan mengerti perbedaan tipis antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa,
Dan kau akan mengerti bahwa cinta bukan berarti bersandar dan teman bukan berarti aman,
Dan kau mulai mengerti bahwa ciuman bukanlah kontrak dan hadiah bukanlah janji,
Dan kau mulai menerima kekalhanmu sambil mengangkat kepala dan membuka mata, dengan kelapangan dada seorang dewasa,
bukan kesedihan seorang anak,
Dan kau belajar membangun semua jalanmu hari ini, karena tanah hari esoksangat tak pasti, sulit direncanakan.
Setelah beberapa lama kau mengerti bahwa sinar mentaripun akan membakarmu kalau berlebihan.
Jadi, tanamilah kebunmu dan hiasilah jiwamu,jangan menunggu orang lain membawa bunga untukmu.
Dan kau mengerti bahwa kau bisa bertahan...
Bahwa kau sebanarnya kuat,
Dan kau sebenarnya berharga.

-Chicken Soup for The Soul-

Ayahku..

Dia orang terhebat kedua dalam hidupku.
Badannya begitu tinggi, tegap, dan sangat besar, hingga aku menjadi tidak terlihat saat aku dalam dekapannya.
Dia, mempunyai wajah yang begitu tenang dan menyejukkan. Didukung pula dengan kulitnya yang coklat terang, hingga
terkadang banyak yang mengira bahwa dia adalah orang cina.
Dia, tak banyak bicara.
Hanya sedikit, jarang dan seperlunya saja. Karena sikapnya telah mengartikan beribu kata dan makna.
Jika dilihat dari goresan wajahnya, orang juga akan tahu dengan sendirinya bahwa dia adalah sosok yang taat.
Dia jarang sekali marah. Sabar mungkin lebih tepatnya kata yang mampu mengekspresikan pembawaannya.
Ayahku.
Dia hebat. Begitu hebat.
Ayah, tidak seperti ayah yang lain.
Mungkin, ayah tak memberiku uang saku yang banyak seperti temanku lainnya.
Ayah tak memberiku HP bagus dan canggih.
Ayah tak memberiku mobil mewah seperti teman-temanku.
Ayah juga tak melakukan perjalanan bisnis yang sangat jauh bahkan sampai keluar negeri
hingga berhari-hari seperti yang dilakukan ayah teman-temanku.
Tapi Ayah hadir dalam setiap momenku.
Ayah tahu apa yang aku lakukan setiap hari.
Ayah tahu jika aku telah melakukan kesalahan.
Ayah tahu jika kau menang dan menjadi juara.
Ayah tahu dan Ayah hadir meskipun dia hanya diam.
Dia ada di sampingku.
Terkadang aku iri melihat teman-temanku yang punya segala benda-benda yang menurutku itu magic.
Tapi aku bersyukur, masih punya Ayah yang dengan rela hati dan sabar mengatakan bahwa suatu saat aku akan punya yang seperti mereka.
Bahkan bisa lebih banyak, hingga akupun kelak bisa memabginya dengan orang lain.
Ayahku mesti tak memberikan apa yang aku minta, tapi ayah selalu berusaha menuruti segala keperluanku.
Aku bersyukur masih punya Ayah, yang bisa memelukku kapan saja.
Ketika aku bermimpi buruk, ketika aku ketakutan.
Aku punya Ayah, yang bisa memarahi aku ketika aku salah walau hanya dengan tatapan mata, dan
memberiku ucapan selamat ketika aku berhasil meski hanya sunggingan senyum kecil nan tulus.
Dan pada akhirnya, aku akan terus-terus mengucap terima kasih pada Tuhan, bahwa telah memberiku seorang Ayah yang luar biasa.
Dan dia akan selalu ada di sampingku di setiap saat dalam hidupku.
Terima Kasih.

"Ya Allah, kasihanilah Ibu Bapakku seperti mereka telah mengasihi aku di waktu kecil"

Kini Aku Tahu, Sahabat.

Bercerita tentang sahabat…
Kata orang sahabat adalah seseorang yang sentiasa bersama kamu
ke mana-mana pun dia pasti bersama kamu
dan kalau dia tiba-tiba menghilang
kamu akan merasa dia sudah jauh dari kamu
Dulu
Ya, menurutku itulah sahabat
Tapi, Kini
Pengalaman mematangkan fikiran
Sahabat adalah seseorang yang berani menegur khilafku
Sahabat adalah seorang yang walau dia jauh
Dia masih memahami luar dan dalamku
Memahami keresahan, kesunyian, kegembiraan dan kebahagiaan serta jatuh bangunku
Walau tangan tak sampai
Kata-kata hikmah dan semangat terus dititipkan
Agar tembok ketabahan terus kukuh
Agar keyakinan diri terus berada di puncak
Dan aku sadar kini aku sudah punya sahabat itu
Sahabat-sahabat yang sentiasa memberi semangat
Walau sudah lama tak pernah bersama
Terpisah bukan kerana benci tapi cita-cita
Berusaha untuk kebaikan hidup masing-masing
Berusaha mengejar impian
Padamu sahabat-sahabat
Aku rindu pada saat kita bersama dahulu
semoga ikatan yang terjalin dengan nama persahabatan ini
akan terus erat dan akrab
hingga ke akhir hayat
Dan karena kamu sahabat
Aku sadar bahawa diri ini masih disayangi…
Terima kasih

Aku menemukan Chicken Soupku :))

Aku baru saja membuka-buka meja tempatku biasa menghabiskan waktu berjam-jam.
Menikmati cerita-cerita dari buku yang berjajar di rak-raknya.
Mengerjakan segala tugas sekolahku.
Dan menuliskan segala keluh kesahku di atas sebuah buku diaryku.
Sepertinya meja mungil ini menjadi saksi bisu bagaimana perjalananku selama 6 tahun ini.
Dan di tengah bongkar-bongkaranku, aku menemukan sebuah buku, "Chicken Soup For The Soul".
Semua orang tentu tahu kan buku apik itu?
Aku memang tak hanya punya satu, tapi yang aku temukan ini adalah buku Chicken Soup pertamaku.
Itu aku temukan sejak kelas 1 SMP. Dan itupun aku dapatkan dari rak meja kakakku dulu.
Waktu itu menjadi awal mulanya aku senang membaca cerita-cerita penggugah hati, dan setelah aku begitu
mencintai itu buku pada pandangan pertama, aku langsung menyembunyikan buku itu ke tempat di mana kakakku
tak bisa menemukannya lagi. Dan pada akhirnya aku sendiri pun lupa bahwa aku pernah melalukan 'persembunyian buku itu'.
Hhehehe :P

Dan sekarang inialah yang ingin aku kutip dari buku itu.
Setiap kata mutiara yang kala itu bahkan sampai saat ini, masih membuat hatiku berdetak lebih cepat jika
aku membacanya. Mungkin, bisa dibilang itu seperti saat aku membaca bukunya Dr. Aidh al-Qarni pada masa ini.

Segala macam hubungan antarmanusia itu mirip pasir dalam genggamannu. Jika berada pada telapak tangan yang terbuka,
pasir itu akan ada tetap pada tempatnya. Namun, jika kau kepalkan tanganmu erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu
akan menyembur melalui sela-sela jarimu. Mungkin ada yang tersisa  di tanganmu, tapi kebanyakan akan jatuh.

-Kaleel Jamison-

Kita tak pernah kalah karena mencintai seseorang, Kita selalu kalah karena tidak berterus terang.
-Barbara DeAngelis-

Ada orang yang masuk ke dalam hidup kita dan berlalu dengan cepat. Ada yang tinggal beberapa lama dan meninggalkan jejak dalam hati kita. Dan diri kitapun tak akan sama seperti sebelumnya.
(Sumber Tak Diketahui)

Teman adalah hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri.
-Robert Louis Stevenson-

Berasahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan banyak pengertian, waktu dan rasa percaya. Dengan semakin dekatnya masa hidupku yang tidak pasti, teman-temanku adalah hartaku yang paling berharga.
-Erynn Miller-

Bersenang-senanglah. Hari-hari ini adalah hari yang akan kita rindukan di tahun-tahun mendatang.
(Anonim)

Sekolah telah mengajariku cara belajar tak hanya di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Memangnya dari mana aku belajar cara memanjat, bermain ayunan, dan melompat? Dari mana aku belajar cara berkenalan dengan sahabatku?
-Jessie Braun-

Pengalaman : guru yang paling brutal. Tapi kita belajar, benar-benar belajar, dari pengalaman.
-C.S. Lewis-

Ada saat istimewa dalam hidup kita, dan sebagian besar datang melalui dorongan orang lain.
-George Adams-

Kata-kata 'Aku adalah...' merupakan kata-kata yang kuat; berhati-hatilah dengan apa yang kamu tuliskan setelah kata-kata itu. Hal yang kamu katakan akan memantul dan menuntunmu.
-A.L. Kitselman-

Kau memperoleh kekuatan, keberanian, dan rasa percaya diri dari setiap pengalaman yang membuatmu berhenti sejenak untuk mengadapi rasa takutmu. Kau dapat berkata pada dirimu sendiri, 'Aku telah tabah menghadapi kengerian ini. Aku pasti
mampu menghadapi hal berikutnya.'

-Eleanor Roosevelt-

Kesempatan besar untuk menolong sesama jarang muncul, tapi ada banyak kesempatan kecil di sekitar kita setiap hari.
-Sally Koch-

Orang yang membawa sinar matahari kepada hidup orang lain tak dapat menghalangi sinar itu dari dirinya sendiri.
-James M. Barrie-

Ia tak pernah sekali pun menyerah. Ibuku adalah pahlawanku.
-Kimberly Anne Brand-

Ibuku banyak mendapat masalah saat membesarkanku, tapi kurasa dia menikmatinya.
-Mark Twain-

Pertama-tama, katakan pada dirimu apa yang akan kau raih; lalu lakukan apa yang peru kau lakukan.
-Epictetus-

Kebaikan dalam kata-kata menciptakan percaya diri.
Kebaikan dalam berpikir menciptakan kebijakan.
Kebaikan dalam memberi menciptakan cinta

-Lao-tzu-

Berbaik hatilah, karena semua orang yang kau temui sedang berjuang dalam pertempuran yang lebih sulit.
-plato-

Hadiah terbesar adalah bagian dirimu
-Ralph Waldo Emerson-

Kalau kau ingin dicintai, cintailah orang lain dan jadilah orang yang dapat dicintai.
-Benjamin Franklin-

Rasa ini

Aku jatuh hati padamu.
Aku ingin terus menyayangimu.
Aku ingin, kau terus ada di sampingku.
Aku ingin kau tertawa, menangis, bercerita, menyanyi dan menari bersamaku.
Dan aku akan terus berada di sampingmu, bercerita tentang hari-hariku.
Tentang masa laluku, tentang teman-temanku, dan tentang angan-anganku.
Kau dan aku,
Akan terus berjalan ke depan menapaki setiap kerikil yang ada.
Akan bergandengan tangan di setiap belokan jalan.
Akan berdiskusi kala persimpangan yang kita temui.
Dan akan saling menguatkan kala badai yang datang melanda.
Begitulah kita, tak terpisahkan oleh apapun,
hingga mautlah yang mampu melakukannya.

Apakah Sukses Itu ???

Apakah sukses itu?
Sering dan banyak tertawa;
Mendapatkan rasa hormat dari orang pandai
dan rasa kasih dari anak-anak;
Meraih penghargaan kritikus yang jujur
dan tabah menghadapi pengkhianatan teman palsu;
Menghargai keindahan
Menemukan sifat baik dalam diri orang lain;
Membuat dunia lebih baik, entah dengan
anak sehat, sepetak kebun
atau kondisi sosial yang lebih baik;
Mengetahui bahwa seseorang telah hiduo lebih mudah karena keberadaanmu;
Itulah arti Sukses.

-Chicken Soup for The Soul-

Aku Mengenal Sahabat

Dalam dunia ini, kita tidak punya siapa-siapa..
Kecuali diri sendiri.
Tapi dalam kesendirian, kita beruntung karena mempunya sahabat.
Yah, sahabat, teman, kawan, apapun kita menyebutnya,
yang jelas dialah yang menemani kita hingga kita merasa tak lagi seorang diri.

Dengan sahabat, kita mengenal dunia,
Dengan sahabat, kita tertawa,
Dengan sahabat, kita menangis,
dan dengan dia,
kita mengerti apa itu 'Persahabatan'.

Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama
dan saling mendukung.
Persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan,
dan penghargaan.

Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan
kesetiaan satu sama lain.

Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan
ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten :
kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
simpati dan empati.
kejujuran.
dan
saling pengertian.

Aku adalah . . . . .

[CATATAN EDITOR; Pernahkah kamu memperhatikan betapa sering orang menanyakan apa cita-citamu, apa yang kamu kerjakan, atau apa rencanamu setelah lulus kuliah? Bagi kita yang telah menderita karena sesuatu yang kita kerjakan atau tidak mencapai apa yang kita cita-citakan, inilah jawaban yang sesungguhnya.
Dan ingatlah ini jika lain kali ada orang berkata, "Oh begitu? Yahh.. memang tak apa-apa berjualan burger untuk mencari nafkah. Kami justru harus bangga.]

    Aku adalah seorang arsitek: Aku telah membangun suatu fondasi yang mantap; dan setiap tahun aku
kembali ke sekolah itu, menambahkan lantai kebijakan dan pengetahuan lainnya.
    Aku adalah seorang pematung: Aku telah membentuk moral dan filosofiku menurut tanah liat yang
menyandang nilai benar dan salah.
    Aku adalah seorang pelukis: Dengan setiap gagasan baru yang kuungkapkan, aku melukis nuansa baru dalam aneka warna dunia.
    Aku adalah seorang ilmuwan: Deangan setiap hari yang berlalu, aku meghimoun data baru,
menyusun pengamatan penting, dan melakukan eksperimen dengan gagasan dan konsep baru.
    Aku adalah seorang astrolog: Membaca dan menganalisis telapak tangan kehidupan, dan setiap orang yang baru kukenal.
    Aku adalah seorang astronot: Senantiasa menjelajah dan memperluas cakrawala.
    Aku adalah seorang dokter: Aku berusaha membatu orang yang minta diperiksa dan minta nasihat padaku.
    Aku adalah seorang pengacara: Aku tak takut memperjuangkan hak dasar dan sesuatu yang tak terhindarkan, yang menjadi milikku dan milik orang lain.
    Aku adalah seorang polisi: Aku selalu menjaga kesejahteraan orang lain dan aku mencegah perkelahian dan
berusaha menjaga kedamainan.
    Aku adalah seorang guru: Dari teladanku, orang lain belajar mengenai pentingnya kebulatan tekad, pengabdian, dan kerja keras.
    Aku adalah ahli matematika: Memastikan bahwa aku dapat menyelesaikan setiap soal yang kuhadapi dengan penyelesaian yang benar.
    Aku adalah seorang detektif: Mengintai melalui kedua lensaku, mencari arti dan makna penting tentang misteri kehidupan.
    Aku adalah seorang juri: Mempertimbangkan orang lain dan situasi mereka hanya setelah aku mendengar dan mengerti keseluruhan ceritanya.
    Aku adalah seorang bankir: Orang lain berbgai kepercayaan dan nila-nilai mereka denganku dan tak pernah kehilangan perhatian.
    Aku adalah seorang pemain hoki: Mewaspadai dan menghindari orang yang berusaha menghalangi tujuanku.
    Aku adalah seorang pelari marathon: Sarat energi, selalu bergerak, dan siap menghadapai tantangan berikutnya.
    Aku adalah seorang pendaki gunung: Lambat tapi pasti, aku menapak menuju puncak.
    Aku adalh seorang pejalan di atas tali: Denagn hati-hati dan penuh rahasia, aku mengatur langkah melalui
setiap saat sulit, tapi aku selalu sampai di ujung dengan selamat.
    Aku adalah seorang milyuner: Kaya akan cinta, ketulusan, dan kebaikan hati, dan aku memiliki kekayaan
pengetahuan, kebijakan, pengalaman, dan pengertian yang tak ternilai.
    Dan yang paling penting, AKU ADALAH AKU.


-Chicken Soup for The Soul-