Dia orang terhebat kedua dalam hidupku.
Badannya begitu tinggi, tegap, dan sangat besar, hingga aku menjadi tidak terlihat saat aku dalam dekapannya.
Dia, mempunyai wajah yang begitu tenang dan menyejukkan. Didukung pula dengan kulitnya yang coklat terang, hingga
terkadang banyak yang mengira bahwa dia adalah orang cina.
Dia, tak banyak bicara.
Hanya sedikit, jarang dan seperlunya saja. Karena sikapnya telah mengartikan beribu kata dan makna.
Jika dilihat dari goresan wajahnya, orang juga akan tahu dengan sendirinya bahwa dia adalah sosok yang taat.
Dia jarang sekali marah. Sabar mungkin lebih tepatnya kata yang mampu mengekspresikan pembawaannya.
Ayahku.
Dia hebat. Begitu hebat.
Ayah, tidak seperti ayah yang lain.
Mungkin, ayah tak memberiku uang saku yang banyak seperti temanku lainnya.
Ayah tak memberiku HP bagus dan canggih.
Ayah tak memberiku mobil mewah seperti teman-temanku.
Ayah juga tak melakukan perjalanan bisnis yang sangat jauh bahkan sampai keluar negeri
hingga berhari-hari seperti yang dilakukan ayah teman-temanku.
Tapi Ayah hadir dalam setiap momenku.
Ayah tahu apa yang aku lakukan setiap hari.
Ayah tahu jika aku telah melakukan kesalahan.
Ayah tahu jika kau menang dan menjadi juara.
Ayah tahu dan Ayah hadir meskipun dia hanya diam.
Dia ada di sampingku.
Terkadang aku iri melihat teman-temanku yang punya segala benda-benda yang menurutku itu magic.
Tapi aku bersyukur, masih punya Ayah yang dengan rela hati dan sabar mengatakan bahwa suatu saat aku akan punya yang seperti mereka.
Bahkan bisa lebih banyak, hingga akupun kelak bisa memabginya dengan orang lain.
Ayahku mesti tak memberikan apa yang aku minta, tapi ayah selalu berusaha menuruti segala keperluanku.
Aku bersyukur masih punya Ayah, yang bisa memelukku kapan saja.
Ketika aku bermimpi buruk, ketika aku ketakutan.
Aku punya Ayah, yang bisa memarahi aku ketika aku salah walau hanya dengan tatapan mata, dan
memberiku ucapan selamat ketika aku berhasil meski hanya sunggingan senyum kecil nan tulus.
Dan pada akhirnya, aku akan terus-terus mengucap terima kasih pada Tuhan, bahwa telah memberiku seorang Ayah yang luar biasa.
Dan dia akan selalu ada di sampingku di setiap saat dalam hidupku.
Terima Kasih.
"Ya Allah, kasihanilah Ibu Bapakku seperti mereka telah mengasihi aku di waktu kecil"