October 29, 2019
Buku Mizan
ㅤㅤ
Jadi, bahkan sedari saya belum punya anak, saya sudah mencoba untuk belajar bagaimana membesarkan generasi yg jauh lebih baik dari saya. Dan secara penelitian membuktikan bahwa membacakan buku cerita menjadi jalan super efektif membentuk karakter anak sejak dini. Kemudian belajar lagi lewat seminar parenting buku seperti apa yang bisa membentuk karakter terbaik adalah buku cerita non fiksi. Itu berarti cerita-cerita yang memang pernah terjadi di masa lampau.
ㅤㅤ
Well, cukup sulit untuk saya menemukan buku seperti itu disini. Kalau toh ada, harganya cukup hmm.. Jadi perlu cicil untuk membelinya satu persatu 😅 Dan ketika tawaran diskon menggiurkan dari penjual toko buku online, maka saya perlu berulang kali scrolling untuk mencari buku sesuai dengan prinsip dan value keluarga kami, sebisa mungkin menghadirkan tokoh manusia bukan binatang, dan menceritakan tentang kebaikan yang nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari bukan sekedar dongeng pengantar tidur biasa karena gambarnya lucu, atau apalah.
ㅤㅤ
Teringat obrolan ringan dengan tetangga yang memang anaknya sudah berusia lebih tua dari mizan, bahwa "anak akan bermain dengan apapun yang disuguhkan orang tua di depannya, dan akan bertahan hingga beberapa hari kedepan". Well, menurut saya ada benarnya juga itu. Karena mereka belum bisa memutuskan sendiri, dan semua keputusan ada di tangan orang tuanya. Jadi mau diberikan mainan dan bacaan seperti apa semuanya tergantung dari orang tuanya. Terkesan simple dan gak penting, mungkin sayapun belum bisa membuktikan secara pasti, tapi banyak sekali cerita sukses orang-orang yang hadir dari sebuah buku. Dari sebuah cerita inspirasi, cerita positif dan cerita kebaikan.
ㅤㅤ
Ini adalah salah satu ikhtiar kami sebagai orang tua. Memberikan kebaikan untuk membentuk karakter kuat dan akhlakul karimah. Dan dengan berita yang sedang marak soal "pembullyan" anak SMP, innalillahi wainnailaihi rajiun, sungguh SAYA MARAH 😡! Entah apapun motifnya, astaghfirullah kok bisa gitu, well, saya yakin dan bisa membayangkan kedua orang tua baik pelaku maupun korban pasti perasaannya luar biasa berkecamuk terhadap kejadian yang menimpa anaknya. Banyak grup-grup whatsapp saya yang membahas soal itu dan kemudian mayoritas menyimpulkan bahwa Orang Tua, Pendidikan, dan Negara menjadi faktor utama bagaimana karakter generasi mendatang akan dibentuk.
ㅤㅤ
And hey, they said Orang Tua, rasanya saya merinding karena well, sayapun sekarang dapat title itu dan lihat mizan kecil ini rasanya, jabatan, gaji besar, reputasi, mimpi, biarlah semuanya menyusul, tapi waktu mizan tumbuh tidak akan bisa diulang.
Semoga Allah menguatkan..
Semoga Allah mampukan kita semua, para orang tua, calon calon orang tua menjadikan sholeh sholehah anak-anak kita sebagai pertanggungjawaban..
ㅤㅤ
Wallahu'alam bi shawab
ㅤㅤ
💛💛💛

No comments:
Post a Comment