September 26, 2019

Jatahmu

"Kenapa sih setiap kali jalan-jalan bareng temen kamu aku gak diajak. Kamu malu yah kalau ngajak aku?". Amarahku benar-benar memuncak kali ini. Entah kenapa aku geram dengan sikap Iqbal. Aku berusaha untuk memahaminya, menerimanya, tapi nyatanya batas sabarku sudah hilang hingga akupun akhirnya mengungkapkan ini.

"Kenapa tetiba kamu ngomong begitu Nisa?". Iqbal masih santai mejawab omelanku. Dia selalu menang untuk urusan begini.

"Kan aku toh juga sudah kenal dengan teman-temanmu. Bahkan ada beberapa temanmu juga yang membawa pasangannya.  Yang akupun juga mengenalnya. Jadi seharusnya, tak apa kan aku bisa ikut denganmu?. Ke Gunung Dieng minggu lalu. Ke Semeru Bulan lalu.  Dan Bulan depan? Kamu akan ke Rinjani?!?!"

"Nisa mau ikut?"

"Iyalah!"

"Nisa, kamu tahu berapa rata-rata umur orang Indonesia?". Yah, mulailah. Jurus terampuh Iqbal. Memberikan fakta unik menarik yang menyebalkan untukku, tapi di sisi lain aku pun selalu dibuat penasaran, marah, hingga akhirnya benar-benar bisa menerima fakta ini.

"Hmm, 62".

"Berapa usia rata-rata orang Indonesia menikah?".

"Hmm, 25".

"Nah, pinter. Hehe. Aku ingin menikahimu. Menghalalkanmu. Dan kita berdua akan punya waktu 37 tahun yang bahkan itu jauh lebih lama daripada waktu dimana aku bisa bermain dengan teman-temanku tanpa memikirkan apapun. Mungkin ketika esok aku sudah berkeluarga denganmu, aku masih bisa tetap menghbiskan waktu dengan temanku. Tapi rasanya akan berbeda. Karena saat itu aku sudah punya kamu dan mungkin para kstria dan bidadari kita kelak. Jadi kenapa tidak sedikit lebih sabar?. Waktu kita bersama nanti akan banyak kesempatan untuk melakukan hal seru lainnya. Jadi saat ini, pergilah dengan teman-temanmu. Habiskan jatahmu. Pergilah ke tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi. Tertawalah sekencang kau mau bersama teman-temanmu. Nanti akan banyak yang bisa kita ceritakan sama-sama untuk anak-anak kita kelak. Nanti akan banyak kesempatan dan waktu yang bisa kita habiskan untuk mengunjungi tempat-tempat indah lainnya dengan kondisi yang lebih baik. Insyaallaah."

"Hmmm....."


No comments: