April 7, 2012

Untukmu, wanita nusantara...

Menjadi seorang perempuan adalah suatu kebanggan tersendiri. Jika memang kita mau memaknainya. Banyak jalan pahala dalam diri wanita. 
Bukan berarti merendahkan kaum lelaki, karena pada hakikatnya sama-sama melengkapi :)
Hanya saja, kali ini, saya ingin sedikit berbicara untuk sosok perempuan, para calon wanita masa depan.

Pasti sudah tahu kan?
Dalam agama saya, seorang ibu begitu dihormati sampai-sampai surga ada di telapak kaki Ibu, dan Ibu pula yang disebut sebanyak 3 kali kemudian barulah ayah.
Di Indonesia, bahkan ada Komisi Perlindungan Wanita
Lalu, setiap orang pasti sering bilang, 'ladies first' sebagai salah satu bentuk penghargaan pada wanita.
Dan untuk bidang kesehatan, dalam kondisi sehatpun, penyuluhan pasti diutamakan untuk perempuan, seperti Penyuluhan untuk remaja putri, untuk Ibu hamil, dan Ibu menyusui.
Yap, namun begitu, sudah sering juga kita mendengar, jika memang wanita itu tidak tahu kodratnya, maka di neraka kelak yang akan lebih banyak menghuni adalah kaumnya.
Naudzubillah..

Maka dari itu, jika memang ingin menyebar manfaat dan menuai pahala, maka wanita, siapkan diri ini dan teruslah belajar untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Bagaimana caranya?

Banyak jalan, mulai dari memperbanyak ibadah tentunya untuk mengupgrade hubungan dengan Allah. Juga menyiapkan diri dari segi kesehatan untuk 3 hingga 10 tahun mendatang.
3 - 10 tahun mendatang memangnya kita ngapain?
Yah, jawabannya gak jauh dari menikah dan punya anak. 
Trus, pasti ada yang menanggapi, kan masih 3 tahun lagi, masih lama, kenapa harus dipersiapkan mulai dari sekarang?

Karena justru pada usia remajalah masa emas mempersiapkan konsepsi (prakonsepsi). Metabolisme yang kurang maksimal bahkan bisa dikatakan rusak tidak bisa terjadi dalam waktu sehari ataupun seminggu atau sebulan. Kerusakan bisa terjadi karena perlakukan merusak yang berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang panjang. Lantas kalau rusak memang resikonya apa?
Dalam kondisi prakonsepsi, kesehatan seorang wanita dipersiapkan untuk nantinya akan digunakan sebagai tempat bertumbuhnya janin yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Dan beberapa tahun belakangan ini nusantara kita sering dilanda permasalahan terkait GAKI (Gangguan Akibat Kekuarangan Iodine), Anemia kurang zat besi, dan kurang vit. A pada Ibu hamil. Dan yang sedang ramai dibicarakan saat ini (Serta masih dalam proses penelitian) adalah Kekurangan Zinc (yang nantinya diduga penyebab pendek pada anak-anak). Sepertinya ini sepele, karena memang zat gizi yang dipermasalahkan itu hanya zat gizi kecil. Namun masalah jangka panjangnya sangat berpengrauh pada negeri ini.
Mari sedikit dibahas, untuk GAKI. Kekurangan Iodine saat hamil, bisa berimplikasi menurunkan tingkat kecerdasan seorang anak. Tidak banyak memang, namun jika seharusnya  seorang anak lahir dengan IQ 130, tapi karena GAKI, jadi turun menjadi 100. Namun jika dikali dengan 100 anak yang lahir di hari yang sama, jika aslinya negara punya 130x100=13000 suatu ide brilian, akhirnya harus turun menjadi 10000 saja. Dan setiap harinya menurut data WHO,di dunia ada 50000 balita yang lahir dengan tingkat kecerdasan yang rendah.. Lalu dengan kecerdasan yang berkurang itu, maka produktifitas negara itu bisa diperkirakan akan turun hingga berdampak economic loss. Begitu juga dengan kekurangan zat besi dan vit. A. Seorang anak yang lahir dalam kondisi seperti itu tentu akan sama resikonya dengan GAKI yaitu menurunkan produktifitas, karena fungsi utama 2 zat tersebut secara berurutan adalah untuk meningkatkan daya tahan (imunitas), pertumbuhan dan juga penglihatan. Jika masyarakatnya saja sering sakit, gimana mau memimpin negeri? Bukan hanya itu saja, ini sangat berbahaya untuk si ibu, karena menurut WHO pula ada 300 ibu di dunia ini yang meninggal akibat kekurangan darah saat melahirkan dan juga 4000 balita yang lahir karena kurang vit. A.
Beda lagi dengan masalah BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Ini bisa terjadi jika si Ibu tidak menyiapkan berat badan yang ideal untuk kehamilan, karena berdasarkan pengalaman teman-teman saya pribadi, untuk menaikkan dan menurunkan berat badan itu tidak cukup hanya waktu 2-3 tahun untuk menjadikannya ideal. Selain itu kurang zat gizi baik yang besar (Karbohidrat, Proetin, Lemak) maupun yang zat gizi kecil seperti yang dibahas diatas juga bisa menyebabkan anak lahir dengan berat kecil. Mungkin akan ada yang menjawab jika memang lahir kecil, yasudah nanti dikasih makan yang banyak saja biar beratnya bisa naik dan sehat sama seperti bayi yang lahir normal. Betul beratnya memang naik, tapi yang naik itu adalah massa lemaknya bukan ototnya, karena otot yang terbentuk pada bayi BBLR hanya 40%, jadi jika ditambah makanan yang tumbuh lainnya adalah lemak. Kejadian seperti ini bisa dinamakan "Catch-Up Growth". Lantas, jika lemak yang lebih banyak dampak besarnya nanti adalah rentan beresiko dengan penaykit degeneratif. Kalau sudah ngomongin yang degeneratif pasti sudah kepikiran dengan Diabetes, Jantung, Stroke, yang itu juga pastinya akan menurunkan efektifitas kinerja seorang induvidu di negeri ini. 

Okelah, ketinggian kalau ngomongin nusantara Indonesia yang luas ini, kita persempit saja dan kita belajar untuk menerapkan sistem jaring laba-laba. 
Kita mulai dengan diri sendiri, siapkan diri ini dengan menjaga kesehatan dengan baik, ajaklah teman-teman sekitar kita (terutama yang perempuan) untuk bisa menerapkan pola hidup sehat pula. sehingga teman2 kita yang kita ajak itu juga mengajak teman lainnya. Makan sayur-buah, olahraga meskipun cuma jalan kaki. Dengan kebiasaan yang sehat itu akan menciptakan pribadi yang sehat sampai dengan hamil, dan melahirkan. Jika bisa melahirkan generasi yang gemilang dan sehat (insyaAllah) maka biarkan generasi kita kelak yang akan meneruskan estafet kebiasaan ini. 
Memperbaiki lingkungan kecil kita dahulu lebih baik daripada langsung bermimpi terlalu besar.

Lantas pertanyaan terakhir yang pasti juga muncul. Melahirkan seorang anak bukanlah atas dasar si Ibu saja, melainkan juga kontribusi seorang laki-laki yaitu ayah didalamnya. Harusnya ayahnya juga dididik dong. Kalau ternyata nanti dapat jodoh yang suka makan banyak dan makannya gak sehat, atau suka merokok bagaimana?
BETUL sekali! saya sepakat.
Tapi kita tidak pernah tahu seperti apa jodoh kita kelak, maka biarlah kita dulu sebagai pihak wanita yang mempersiapkan diri, daripada setiap pasangan tidak ada yang sama-sama mempersiapkan diri, malah lebih parahkan?
Dan untuk urusan itu, serahkan sama Allah saja wes. Berdoa dari sekarang supaya dapat jodoh yang juga sehat dan sudah mempersiapkan diri sejak dini sama seperti kita. Berdoa saja sudah dari sekarang dipinta, masak mempersiapkan diri gak dari sekarang juga? Kalau tiba-tiba dikabulkan sama Allah ketemu jodoh buat nikah besok gimana coba? hahhaha~


Salam Sehat Wanita Nusantara :)

No comments: