January 3, 2012

Obesitas = Mencelakakan Anak

Badanku ya seperti ini, itu bukan urusan orang lainlah. Kan yang merasakan ya aku sendiri. Urus sajalah urusanmu.
      Mungkin kalimat tersebut yang sering terlontar dari bibir setiap orang terkait dengan kondisi fisiknya. Yap, siapa juga gitu yah yang mau kalau urusan makan, urusan tidur direwelin oleh orang lain, apalagi yang menyangkut urusan berat badan. Pasti beberapa orang akan merasa risih, bahkan jengkel, seolah-olah gak ada yang dipikirin aja sih selain ngerusuhin hidup orang.
      Tapi tahukah kamu? Bahwa orang tua dengan keadaan berat badan lebih atau biasa dikenal orang dengan istilah obesitas memiliki kecenderungan 80% lebih untuk menurunkan gen obesitas itu kepada anaknya. Dan siapakah orang tua tersebut? Yah, benar sekali, setiap dari kita pasti akan menjadi orang tua.
Mari kita runut ke belakang. Orang tua sebelum disebut demikian pasti juga pernah melewati masa muda terlebih dahulu (usia 15-25 th). Dan pada saat itu, pasti sudah terbentuk suatu pola kebiasaan pada remaja umumnya terkait dengan konsumsi makanan. Padahal 10 tahun inilah yang akan menentukan pola hidup untuk kedepannya dan 10 tahun inilah yang seharusnya dipersiapkan agar bisa menjadi orang tua yang berkualitas tidak hanya dari segi mental, sosial, tapi juga secara metabolisme tubuh. Masa ini disebut sebagai masa prakonsepsi. Trus, bagian mananya yang mencelakakan anak?
Obesitas merupakan gerbang menuju hidup tidak sehat dan tidak sejahtera. Tidak sejahtera ? yah, Orang obesitas akan cenderung lambat dalam mobilisasi, dan cepat sekali merasa ngos-ngosan karena nafas pendek jadi produktivitas-pun akan menurun. Selain itu, jika tubuh kita obesitas, maka didalamnya akan banyak sekali lemak-lemak yang menyebabkan resiko metabolic syndrome (tekanan darah tinggi, ketidaknormalan hormon, sumbatan lemak di dalam organ penting) yang menjurus ke penyakit yang sekarang lagi beken Diabetes Mellitus II, Jantung Koroner, Stroke, Kanker, dan bahkan bisa mengarah ke kematian. Jadi bukan soal tentang kelebihan berat badan, melainkan perbandingan antara otot dan lemak.
Obesitas = Lemak > Otot
      Jadi, apakah kita calon orang tua yang masuk kategori Obesitas? Segera cari tahu! Hubungi ahli gizi kamu. Tanyakan*status keobesitasanmu.
Kalau kita gak sayang ama diri kita sendiri gak masalah, asalkan kita tetap bisa mencetak generasi gemilang untuk masa depan bangsa ini. Bisa?

No comments: