buka akun facebook, kemudian ada status salah satu orang terkenal di FK. Mas Rizal (ahah, silakan yang mo kenalan :P)
Banyak di like sama temen2nya. Dan banyak juga yang berkomentar. Rame yak. hihih ...
Kebetulan juga, semalem aku ngobrol sama masku yang di sby sama mbakku juga. Pada seru ngomongin tentang kehidupan #hahasseeek, bahasan yang menyenangkan tapi sedikit berat.
mas : eh dek, anak sekarang itu ya, kalo misal kita nyuruh mereka buat sholat, gak bisa asal cuma "eh kamu harus sholat." karena pasti mereka jauh lebih cerdas buat balik tanya, "kenapa ma mesti sholat?", dan kita ntar jadi orang tua harus punya jawaban yang bagus untuk itu.
mbak : iyah, fahri itu (anaknya mbakku=ponakanku) cerdasnya beda ama pas zaman kita dulu, tanyanya mesti dikejar. Kalo uda di jawab satu, tanya lagi, tanya lagi, dan lagi.
mas : jadinya emang mesti banyak-banyak baca biar enak kamu diajak diskusi ama orang atau pas kamu punya anak ntar dek.
mbak : karena memang kan, pernah juga disebutkan dalam islam "Didiklah anak sesuai dengan zamannya"aku suka dengan kalimat terakhirnya . . . :')
Beruntung sekali kawan, keluargaku tidak termasuk pada mereka yang berorientasi dengan nilai seperti yang disebutkan di statusnya mas rizal.
Kalau boleh sedikit bercerita, dulu zaman SD alhamdulillah (sedikit pamer nih) aku selalu berada di peringkat 3 besar di kelas. Murni nih asli hasil sendiri, anak SD mana suka nyontek boo, dan padahal dulu zaman SD itu aku jarang belajar. Tau kan kalo dapet peringkat kelas itu nilai gak pernah lepas dari angka satu nol nol, alias 100. Masuk di kelas SMP. Sedikit kaget, excited, waw, gini yah SMP. Nilai udah gak lagi zaman satu nol nol, terutama untuk pelajaran fisika. Dan saat kelas VII, itu pertama kalinya aku dapat pelajaran fisika dan pertama kalinya juga aku dapet nilai 25. Idiih, dipake buat beli permen aja gak bisa zaman itu yah. hohoh, dan tau apa reaksiku, kulipat dengan sangat kecil kertas ulangan itu, aku simpan baik-baik dalam kantongku, sesampainya di rumah, aku buang dalam-dalam kertas itu ke lemariku. fyuuuh, aman. itu pikirku. Beberapa bulan kemudian, "lho dek, nilai apa ini dek, kenapa ada di sini, kamu gak kasih tau ibu yah." dengan tenangnya ibu menemukan itu, dan subhanallah, aku gak kena marah kawan. Tak ada dampratan, tak ada suara keras dan tak ada satupun pukulan dari ibuku. #plokplokplok.. dan ajaib, efeknya benar-benar kerasa sampe saat ini, coba kalau reaksi ibuku tak seperti itu, mungkin akan tercipta dan terbentuk karakter adiba yang bukan seperti ini. Yap, reaksi kita akan segala sesuatu tentu sangat berpengaruh pada sikap, pendapat, bahkan berpengaruh pada orang lain.
Ibuku membuktikan, bahwa memang saat aku berada di SD dan SMP itu sudah berbeda zaman. Dan ketika aku di kelas IX, nilaiku jatuh sekali, Bapak hanya bilang "lho dek, nilaimu bisa terjun payung yah" hahah, aku ketawa malu, tapi ngefeklah daripada aku kena marah bisa-bisa aku marah-marah balik ke bapakku. waah #plookplookplookplook lagi buat ortuku. standing applause deh :)
Aku yakin banyak juga yang punya nasib serupa dengan aku, tapi tak sedikit juga yang orang tuanya tetap berada pada prisnsipnya. Hmm, kalau misalnya ingin merubah para orang tua bisa, tapi cetakannya kan uda jadi, siapa?? ya kita-kita ini kan..
Jadi apa yang harusnya kita lakukan?
kita uda dewasa kan yah teman, maka masa depan bangsa kita ada di tangan kita nantinya.
Untuk para calon orang tua, lebih tepatnya aku menyebut diri sendiri dan teman-teman semuanya, mau diapakan generasi kita nantinya tergantung dari cara kita sekarang kan yah? Untuk yang bernasib sama sepertiku, mungkin meniru dan memperbaiki lagi cara orang tua kita mendidik anak bisa lebih menciptakan generasi yang jauh lebih baik dari kita.
Dan untuk yang punya pengalaman sedikit kurang beruntung karena suka kena marah karena nilai kita jelek, hmm, aku yakin setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu juga dengan ortu kalian, pasti ada manfaatnya kan buat kalian, tapi mungkin caranya saja yang mesti kita rubah. Ya kan, kalau seandainya temen-temen merasa cara mereka tidak enak ke kita, maka cari cara terbaik. Untuk yang punya adek kecil, sepertinya kita memang perlu buat mengatakan pendapat kita sebagai saran kepada ortu kita kalo memang cara mereka sudah sulit untuk diterapkan di zaman sekarang.
Cupu sekali jika kita masih saja mengatakan pada anak kita kelak, "lho dulu mama/papa/ibu/ayah juga gini kalo gini", waw, kalo masih ada seperti itu, jangan salahkan kalo nanti anak kita berteriak dan mengatakan, "Mama/Papa/Ayah/Ibu, ini zaman aku, kalo dulu itu ya beda ama sekarang." *nahloo susah kalo begitu.
Jadi buat kita-kita yang sedang ada di masa pencarian jati diri dan perancang masa depan #kereen, maka kalau di dunia kesehatan kita sedang berada di masa praconception untuk persiapan gizi dan kesehatan demi masa depan anak, maka kita juga harus melakukan persiapan mental, akal, ilmu, dan iman.
Didiklah anak sesuai dengan zamannya, karena setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya.
Jika tidak ada manfaat, maka mohon maafkan saya sebagai penulis amatir yang hanya ingin membagi pemikiran saja.
Jika ada manfaat dari tulisan ini, maka resapi dan jalani ini, akan lebih baik jika kita mau memberitahukan pada orang lain. Satu ilmu yang diucapkan pada orang lain adalah pahala jariyah. Karena akan lebih baik jika semua dimulai dari diri kita, dari saat ini, karena kita terdepan dalam membina :D


4 comments:
assalamualaikum...
design blognya lmyan imut. clear^^
oya salam kenal.
terkait tentang tulisan di atas, ni sy mo berbagi sdkit, berikut mrupakan link blog tmen yg mbahas ttg itu.
subhanallah... smoga mbawa byk mnfaat
http://www.surat.artikelislami.com/2011/07/jika-anak-bertanya-tentang-tuhan.html
waalaikumsalam..
terima kasih banyak mbak.. hehe :)
terima kasih juga untuk info yg sudh dibagi :D
baguuss dibulll...
setuju..memang mendidik anak harus sesuai jamannya, biar maksud yang kita sampaikanpun bisa "NGENA" n bisa dipahami oleh si anak :)
yippi,, semoga kita sebagai calon pendidik sekaligus calon ibu bisa memberikan yg terbaik untuk generasi kelak yah mbak..
makasih atas commentnya :)
Post a Comment