ibu..
mengajari sebuah cinTa
cinTa tulus, tanpa syarat
tak perlu aku menjadi cantik ataupun jelek
tak perlu aku menjadi kurus, langsing, atau gemuk
tak perlu aku menjadi pintar, kaya, atau apapun itu
tapi cinTa darinya selalu ada
mengajari sebuah cinTa
tanpa perlu mengnal siang atau malam
kemarin, hari ini, ataupun esok dan selanjutnya
cinTa itu akan tetap ada.
tulus, dan ikhlas
bapak..
mengajarkan sebuah cinTa
tanpa perlu mengungkapkan lewat sebuah kata
tanpa perlu mengucapkan berjuta kalimat
karena lewat matanya, lewat geraknya, dan bahasa tubuhnya
telah mengisyaratkan sejuta cinTa
jadi, akupun belajar
bahwa cinTa bisa diungkapkan
dengan sebuah perhatian dan bahasa tubuh
kawan..
mengajarkan sebuah cinTa
yang tak akan lekang bila diri tak lagi bersama
meski raga jauh ataupun dekat
cinTa itu akan tetap ada
meski susah ataupun senang
cinTa itu tetap mengiringi lewat sebuah doa
meski tertawa ataupun menangis
di sini, aku belajar, tetaplah genggam jemari mereka
karena mereka membutuhkan itu
dan,
abang...
atau apapun sebutan yang kau berikan pada orang yang kau kasihi
telah memberiku sebuah pelajaran
tentang cinTa
bahwa ia tak akan selamanya di balas dengan hal yang sama
kadang ia bahkan tak terbalas
lalu, aku belajar
bahwa cinTa memang seharusnya ikhlas dan suci
tanpa mengharap imbalan
tanpa meminta sebuah balasan
karena ia datang dari hati ♥
No comments:
Post a Comment