Untukmu,
Yang tak jauh dariku, tapi belum saatnya untuk kugapai
Tak apa jika kau tak dekat denganku
Karena memang terkadang ‘sesuatu’ tidak harus diungkapkan dengan sebuah kedekatan
Tak apa jika kau tak berbicara denganku
Karena bahasa tubuh dan tatapan matamu, sudah memberikan beribu kata untukku
Meski terkadang aku juga tak mengerti apa artinya
Tak apa jika kau tetap bersama dengan teman-temanmu
Berbagi keceriaan, berbagi kesusahan, saling menguatkan
Karena bersama kawanlah kelak kan kau gapai cita-citamu,
Sebagai dokter.
Aku ingin menjadi halal bagimu
Suatu saat nanti,
Tapi sebelum waktu itu datang,
Bolehkan aku tetap berbicara padamu?
Meski hanya lewat sebuah tulisan
Bolehkan aku tetap memperhatikanmu?
Meski hanya lewat sebuah tatapan sekejap mata
Bolehkan jika kita saling mengingatkan?
Menjadi lebih baik
Menjadi lebih sabar
Menjadi lebih dewasa
Menjadi lebih bijaksana
Menjadi seorang suami ataupun istri yang akan mengantarkan keluarga pada surga firdaus.
Menjadi ayah maupun ibu yang patut untuk dicontoh
Menjadi kakek dan nenek yang sabar dan selalu dekat pada Tuhannya.
Bolehkah aku menunggu saat itu datang?
Subhanallah
Karena jika memang Allah berkata ‘iya’, maka kuingin, persiapan ini tidaklah sia-sia
Agar kelak bahtera itu menjadi lebih kokoh,
Sehingga perahunya akan tetap berlayar walau ombak ataupun badai yang menerjang
Namun, jika nantinya Allah berkata ‘tidak’, maka biarlah persiapan ini menjadi persiapan untuk masa depan kita masing-masing.
Karena jalan Allah pasti jauh lebih indah :’)
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)” An-Nur :26

No comments:
Post a Comment