December 14, 2010

Resensi Buku

Judul: Tuhan, Inilah Proposal Hidupku
Penulis: Jamil Azzaini
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009
Tebal: 99 hlm
ISBN: 978-979-22-4438-0
Apakah proposal hidup itu? Apakah kita membutuhkannya untuk menjalani kehidupan, menyelesaikan semua perkara hidup dan mencapai tujuan hidup? Workbook yang ditulis Jamil Azzaini mungkin bisa jadi jawaban; bisa pula tidak.Kita terbiasa menjalani kehidupan apa adanya. Iya, benar. Kita punya keinginan, harapan, bahkan target dalam hidup. Tentu saja. Tapi apakah kita, manusia, terbiasa menuliskan setiap mimpi yang ingin diwujudkannya? Ini kembali ke masing-masing orang, yang sifatnya bisa jadi privat dan rahasia.Tidak banyak dari kita yang punya waktu, atau menyisihkan sedikit saja, menuliskan impian dan harapan, bahkan ambisi. Kebanyakan semua itu tersimpan di otak, berbentuk fakta imajiner.
Itulah sebabnya, Azzaini mau berbagi melalui Proposal Hidup nya. Azzaini bukan mengajari Anda jadi suka menulis. Bukan pula mengajarkan Anda jadi narsis. Ia hanya berusaha menghempaskan khayalan menjadi kata-kata, yang nantinya bisa diwujudkan. Jadi, impian bukan cuma kisah terpendam, sedikit terkatakan tapi tidak terlaksana.
Pria yang mendedikasikan diri sebagai inspirator ini sedang mendidik kita merencanakan hidup secara matang. Ya, kita tinggal mengikuti panduan dan menuliskan setiap rencana dan target: apa yang kita inginkan dalam hidup dan bahagia macam apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Itulah sebabnya, Proposal Hidup tidak lupa menuntun kita berkisah tentang betapa berharganya diri kita sendiri. Sekali lagi, bukan atas dasar narsistis, melainkan penghargaan self awareness yang sering terabaikan, bahkan oleh masing-masing pribadi.
Eittss.. jangan senang dulu. Jangan kira setelah menulis, hidup kita tiba-tiba berubah; tercapainya target atau jadi kaya. Orang hebat ataupun orang sukses itu bukan karbitan! Proposal hidup hanya bekal. Sisanya, tentu saja konsistensi, motivasi dan yang terpenting adalah usaha keras.
Azzaini berbagi keutamaan hidup teratur dengan kita. Filosofi ?biarlah hidup mengalir seperti air’ boleh diyakini, tapi ada baiknya kita sendirilah yang mulai mengatur hidup. Tulisan dalam proposal hidup adalah motivasi, our own direction, supaya kita tidak lupa tujuan utama dalam hidup.
Penulis mengajak kita mencapai cita-cita materialis tanpa melupakan spiritualitas. Karenanya, Azzaini mensyaratkan setiap permohonan itu kepada Tuhan. Keseimbangan aspek lahiriah dan batiniah agaknya menjadi kunci pencapaian tujuan hidup. Dalam usaha itu kita tidak lupa berserah diri; bukan pasrah.
Tuhan, inilah Proposal Hidupku hanyalah satu dari sekian blog yang dibukukan. Gaya penulisan ini makin marak ditengah arus deras new media technology. Diantara seabreg blog, situs-situs pribadi dan buku-buku online, agaknya buku cetakan kertas masih akrab dan identik dengan gaya membaca. Terlepas dari persoalan komersil, buku maupun blog masih menyisakan unsur infomatif dan inspiratif. Bila suka, selamat membaca! (mbs)
by : 
http://jamil.niriah.com/2009/04/16/resensi-tuhan-inilah-proposal-hidupku/

No comments: