Ini adalah cerita asli, fakta dan nyata.
Karena saya dengar sendiri dari kakak saya.
Kakak perempuan saya adalah seorang guru TK di salah satu TK ternama Surabaya.
Dan lazimnya anak TK dari dulu sampai sekarang adalah, keingintahuan mereka yang sangat besar tentang banyak hal.
Mungkin ini adalah pertanyaan yang pasti akan di tanyakan oleh anak-anak, hanya saja akan ada banyak sekali jawaban-jawaban dan ungkapan lugu dari mereka semua.
Pertanyaan pertama :
Ada segerombolan murid TK yang berbincang dengan si ibu guru (a.k.a mbakku).
Lalu ada salah seorang dari mereka yang bertanya, "Bu bu, adek bayi itu keluarnya dari mana ya Bu?"
Si temannya ada yang mencoba menjawab, "Adek bayi itu keluar dari tempat pipismuuu.."
Trus ada yan nimpali deh, "Lho tempat pipisku kan panjangg!!""
Pertanyaan Kedua :
Seorang guru TK (tempat TK yang sama), sedang menjelaskan kepada siswa-siswinya bahwa pada hari esok akan diadakan acara Maulid Nabi.
"Anak-anak, besok kita itu kan hari lahirnya Nabi Muhammad, jadi kita merayakannya. Sama seperti anak-anak semua kalau sedanga merayakan ulang tahun. Lha, memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad itu namanya Maulid Nabi."
"Wah, berarti besok itu Nabi Muhammad datang ke sekolah kita ya Bu. Kan lagi ulang tahun."
Marah yang Gak Jadi.
Suatu hari, seoranng guru sedang memberikan suatu pelajaran kepada anak-anak didiknya didalam kelas(tetap di TK yang sama).
Semua anak tersebut duduk diam, manis, dan mendengarkan si Ibu guru.
Tapi ada satu anak saja yang terus menerus keliling kelas, jalan ke sana kemari, tanpa memperduliakn si Ibu.
Dan karena ini adalah TK bagus, jadi ada metode tersendiri untuk memeberi tahu anak agar mengerti dan anak tersebut merasa tidak dimarahi (ya, bagus itu, zaman saya dulu mah, marah-marah aja, wkwkw :P)
Sebut saja nama anak itu Anti (bukan nama sebenarnya).
"Anti, Anti maaf ya. Anti tidak jalan-jalan terus ya. Stop. Itu lihat tema-teman Anti semuanya diam, duduk mendengarkan Ibu Guru. Nanti Anti bisa ketinggalan lho yaa, kalo Anti tidka mendengarkan. Nanti teman-teman Anti semuanya sudah naik kereta api, tapi Anti ketinggalan masih naik becak."
Lalu, dengarkan jawaban hebat si Anti,
"Wah, Anti dulu pernah naik kereta api Bu guru. Anti naik kereta api pas mau ke Solo sama mama. Enak Bu guru ya."
Si Ibu guru memutar otaknya mencari akal,
"Tidak sayang, maksud Ibu, kalau Anti jalan-jalan terus, nanti Aniti ketinggalan informasi ya nak."
Jawab si Anti, "Gak kok Bu, Anti tau semua yang dibicarakn Ibu Guru. Anti pintar." ==a




No comments:
Post a Comment