Telepon genggam. Telepon tanpa kabel. Ponsel. Handphone. Apapun kita menyebutnya. Barang mungil itu merupakan barang yang sudah harus, wajib
dan kudu punya. Begitulah masyarakat kita saat ini berpikir. Bahkan, saudara saya yang baru kelas 4 SD saja sudah punya HP yang sangat bagus dan cukup canggih.
Sebuah HP dikatakan bagus dan canggih kali ini tidak hanya HP yang bisa digunakan untuk SMS maupun telepon, tapi juga memiliki sebuah kamera untuk mengabadikan setiap momen kita, dan juga memiliki fasilitas internet.
Salah satu tetangga saya, yang saat ini berusia 12 tahun, sedang asyik-asyiknya menguta-atik HPnya. Dia kini mulai mengenal yang namanya facebook,
sebuah situs jejaring pertemanan. Jadi ya, dengan HPnya itu dia mengakses si facebook.
Cerita lainnya, Rida (13 tahun) sedang asik dengan ponselnya. Dara yang beranjak dewasa ini sedang sibuk mengirimkan notifikasi facebook ke
beberapa temannya. Padahal saat itu ia sedang berada di tengah-tengah keluarganya yang sedang bercengkerama di ruang tamu. Tingkah lakunya sopan dan
cenderung pendiam saat ia memainkan ponsel kesayangannya. Namun saat pulsa menunjukkan angka rupiah nol, ia pun mulai mendongak kearah ibunya dan mulai merengek meminta dibelikan pulsa.
HP menjadi begitu canggih dan hampir menyerupai sebuah komputer. Dan karena itu pula setiap anak saat ini, pasti memiliki HP yang bisa mengakses
internet.
Jadi saat ini, internet bisa diakses dengan mudah. Dan yang pasti bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
Wah, begitu akurnya si HP dan internet ini ya.
No comments:
Post a Comment