








Yup, baru kali ini juga sepertinya SMADA punya ide briliant. Kenapa gak dari dulu-dulu aja yah, tuh ide muncul. Hari Pahlawan. Tepatnya tanggal 10 November kemaren yaitu 2009, gak akan pernah terlupakan bagi kita, khusunya warga Surabaya dengan apa yang terjadi pada tanggal ini di beberapa tahun silam. Arek-arek Suroboyo dengan dipimpin oleh Bung Tomo, berani menyalakan semangat juang untuk tetap mempertahankan negara kita tercinta khususnya Surabaya. Itu sedikit cerita sejarahnya, lha kali ini yang pengen aku ceritakan yaitu tentang perayaan Hari Pahlawan di SMA Negeri 2 Surabaya. Biasanya, Hari Pahlawan di SMADA hanya dilewatkan dengan upacara bendera sekaligus menyanyikan lagu-lagu nasional, tapi di tahun ini, agaknya ada yang berbeda dengan Hari Pahlawan di SMADA. Mungkin ini pantas disebut sebagai parade atau karnaval kecil0kecilan ala anak TK. Karena selain mengadakan upacara dan menyanyikan lagu nasional, kami para siswa juga unjuk kebolehan, yaitu parade tiap kelas dan memberikan sedikit pidato.
Bukan SMADA kalo gak gokil namanya, apalagi kelas 3, hhmm..
Ancur,,,!!!
Kostum sih oke, ada yang beneran jadi tentara yang boncel-boncel akibat peluru + darah-darahnya juga gak ketinggalan.
Ada yang pake kostum ala penjinak bom,,
jadi kiai,
jadi dokter (ini yang paling banyak nih)
jadi pahlawan nyasar yang mau kondangan juga ada.
hheheheh . . . .
Bukan hanya dari kostum, pidato mereka pun gak kalah ancurnya,
ada yang mengupas tentang sekolah,
ada yang hanya ucapan terima kasih sama bapak ibu guru kita tercinta karena secara meraka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, sekaligus jadi pahlawan kita sepanjang masa.
ada juga yang berdoa untuk kelulusan kelas 3,
dan yang gak kalah hebohnya tu ya, ada yang berpidato dengan tema pahlawan dangdut..
kriik..kriikk..krriikk..
anggap saja itu ada hubungannya ya kawan.. *_*
Apapun bentuk perayaan kita, pastinya yang paling penting adalah memaknai itu semua dalam hati.
Khususnya bagi saya pribadi dan para generasi muda a.k.a teman-teman seperjuangan saya, akan lebih jika kita selalu menanyakan kepada diri kita :
"Apakah yang sudah saya beri untuk mereka, keluarga-saudara-agama-bangsa-dan negara?"
dan tentunya marilah belajar dan mencoba untuk menghapus segala keluhan yang berbau : "Apakah yang mereka beri untuk kita?"
SEMANGAT KAWAN!!! :)
No comments:
Post a Comment