December 8, 2009

tujuh tawa, tujuh lara, dan tujuh keajaiban

Masih ingatkah kau saat kita pertama kali bertemu?
kau menyapaku, mengulurkan tangan lembutmu.
dan dengan senyum manis, kau menawarkan dudukmu untukku.
aku senang, dan tawaku pun mengembang.
hingga beberapa hari berlalu, berganti minggu, dan berganti bulan.
aku mulai mengenal sekitaku.
satu persatu, mereka hadi dalam kehidupanku.
satu..
dua..
tiga..
empat..
lima..
enam..
tujuh..
1 2 3 4 5 6 7
7 anak manusia.
yang telah siap menggepakkan sayapnya bersamaku.
menemani dan mewarnai hari-hariku.
kadang aku juga menyimbolkan mereka seperti PELANGI.
indah sekali.
Merah yang berani,
Jingga yang mempesona,
Kuning yang lembut,
Hijau yang menyegarkan,
Biru yang mendamaikan,
Nila yang anggun,
dan
Ungu yang menyenangkan.
Aku sayang mereka.
Tapi tahukah kau, para pelangi itu juga sesekali bertengkar?
memperdebatkan siapa diantara mereka yang paling cantik,
siapa diantara mereka yang paling kuat, dan siapa diantara mereka yang
paling mempesona.
Ah, itu hanya permainan ego kita,
terkadang otak warasku mampu menterjemahkannya dalam bait lagu yang indah,
tapi rasanya ia kalah dengan keegoanku.
dan akhirnya,
yah egolah yang menguasai.
Aku dan mereka tak lagi bersatu.
Entah apa yang terpisah,
tapi aku merasa ada yang tertinggal,
separo hatiku ternyata untuk mereka.
hingga saat ini pun,
hatiku pun masih tertinggal.
Meski hilang, tapi aku senang.
Karena hati ini akan menjadi simbol,
menjadi sebuah saksi bisu dalam cerita masa sekolahku.
Terima Kasih
:)

No comments: