December 16, 2009

Tentang Sahabat






Wuuiiihh,,
lagi banyak yang bercerita tentang sahabat.
Aku jadi ingin menulisnya.
Meski aku gak tau pasti akan menulisnya dengan kalimat seperti apa.
Sahabat..
berjuta makna yang tersirat, tersurat, dan terkandung di dalamnya.
(baru belajar bahasa indonesia ini soalnya :P)
kadang, aku begitu mengagungkannya,
karena banyak yang bilang, saat aku menyayangi orang yang kau sebut sebagai sahabat, sayang itu bahkan lebih besar ketimbang dengan saudara sekandungku sendiri.
Aku mengenal sahabat.
Sejak SD.
Tapi aku juga sudah pernah merasa sakit karena sahabat, dan itu juga saat SD.
Tapi aku tetap menyayangi dirinya.
Kemudian aku SMP.
Lebih banyak cerita tentangnya.
Saat aku bersahabat dengan seorang perempuan, tapi dia kakak kelasku.
2 tahun di atasku lebih tepatnya,,
saking deketnya aku, aku sampai dibilang lesbi (iihh waw -,-)
tapi itu gak berlangsung lama, hanya 1 tahun.
Tapi gak hanya deket dengan dia, aku juga punya orang-orang yang sangat unik.
Mereka ada 6 anak.
7 dink kalo di hitung sama aku :D
Kita semua berbeda. Mungkin yang sama itu yaa, kita sama-sama cewek, satu kelas, dan kita sama-sama punya banyak mimpi
yang ingin diraih.
Tapi itu juga gak lama, aku gak tahu tepatnya kapan, tapi yang jelas kita tak lagi bersama.
Bertengkar, mungkin itu kalimat lugas yang menyatakan kondisi kita saat itu.
Kemudian, aku ada di sini.
SMADA.
Aku tak begitu menemukan banyak keragaman di awal-awal sekolahku.
Karena mereka semua benar-benar 'mandiri'.
hhheheh,, tak ada yang aku kenal.
Mungkin cuma beberapa, karen amereka teman di smp ku.
Lantas aku dekat dengan mereka lagi, para sahabat baru.
Tapi itu juga tak bertahan lama, karena sifat kita yang masing-masing masih sangat egois.
Hingga saat aku begabung dengan organisasi sekolah.
Aku tak bisa lagi mendeskripsikan makna dari sahabat.
Akupun tak tahu mengapa, tapi yang jelas rasanya ada sedikit sesak di dada jika aku membahasnya.
Semua hanya aku simpan dalam hati, tapi meski begitu aku tetap punya satu ornag yang bisa aku pegang.
Tapi tetapnya, tidak selamanya akan bisa ku genggam.
Karena pada saat ini pun dia sudah punya sahabat sendiri dan dia bahagia.

Aku tak tahu juga bagaimana mendeskripsikan keadaanku sekarang.
Mandiri.
Ada yang berubah memang,,
dulu aku yang selalu mencurahkan semua isi hatiku, semua permasalahanku, dan semua fikiranku pada
orang yang aku sebut sebagai sahabat, kini tak pernah lagi aku lakukan.
Dan yang kedua, dulu aku yang selalu pergi bersama dengan sahabat, duduk satu bangku, contekan bareng,
cerita bareng, nangis bareng, narsis bareng kini aku lakukan dengan semua orang. khususnya teman-teman kelasku.
Jadi aku merasa sekarang semua milikku dan aku milik semua orang.
Mungkin ini pelajaran baru yang aku dapat, meski sampai saat ini aku belum tahu apakah dampak yang akan terjadi.
Aku harap semua menjadi lebih baik..



"Saat kamu sayang dengan seseorang, janganlah kau genggam erat orang tersebut.
Karena dia laksana pasir.
Jika kau genggam erat di telapak tanganmu, maka dia kan keluar melalui sela-sela jarimu,
tapi jika kau membiarkannya terbuka, dilihat, disaksikan, bahkan disentuh orang lainpun,
dia akan tetap ada di atas telapak tanganmu"
_Chicken Soup for The Soul_

Aku banyak belajar dari kalimat ini, dan ternyata aku menjadi sosok yang cukup berjiwa besar saat aku sendiri.
Tapi yang pasti, ada atau tiadanya mereka, jauh atau dekatnya mereka,
Seorang Sahabat Akan Selalu Ada Di Hati.

No comments: