December 19, 2009

Jo, tersenyumlah kembali.

Pagi itu berjalan seperti biasanya.
Mentari bersinar dengan sangat indah,burung-burung pun saling bercengkraman menyambut datangnya sang fajar.
"Wei,gantengnya diriku ini yah yah! Beruntung pasti cewek yang akan aku pacari"
Du,du,du,da,da,da,da,da,da,da,....
"Hai,Jo"
"hALO,jO"
"Tambah manis aja Jo"
"Hai,semua! hehehe"
"Jo,jo anak baru tuh. Cantik"
"Hehehe, kagak biasa aja"
"Ah, mata lo buta Jo"
"Tapi masih bisa liat kok kalo lo jelek"
"Dasar"
hahahah,tawa serentak memenuhi taman itu, tak hanya meraka saja yang bahagia, rupanya rumputpun turut bergoyang merasakan kebahagiaan itu.
Dan matahari mengintip manja pada birunya langit Kota Bandung.
***
-hai, aku dita. salam kenal-
(Jo)
-ya,aku tau.-
(oh, makasih)
-Jo-
(ya)
(halo,dita)
(kenapa, menghilang)
(haiiiiiiiiiiiiiii)
***
"Rina, kau begitu indah. heheh, wajahmu sungguh manis. tak sanggupku untuk tak memikirkan dirimu,
meski hanya sedetik. Rina, maukah kau jadi pacarku? hehehe"
"Jo,lo serius?"
"2 rius Rin, hehehe"
"Tapi tampang lo, kayak gak serius Jo. Lagian mana ada orang mau nembak, tapi ketawa ketiwi Jo"
"Tapi ini serius Rin, dari lubuk hatiku yang paling dalam,sampe ke tulang"
"Tuh kan, lo sendiri yang gak serius, gimana mau pacaran.Maaf deh"
***
"Jo sayang kamu, Nin"
"Oh iya! Wah... Nina juga sayang sama Jo. Nina suka sama Jo"
"Heheheheheeh,, Jadi Nina mau jadi pacar Jo"
"Tapi, Nina sudah punya Bima. Dan Nina lebih sayang lagi ama Bima. Maaf ya Jo"
***
"Nit, I love you"
"Maaf Jo, kamu bukan tipeku"
***
"Santi I love you"
"Love you too."
"Heheheh, pacaran yuk"
"oke"
'akhirnya, terima kasih Tuhan, kau memberi wanita di sisiku'
"Jo, baru juga berapa menit kita pacaran, masak lo uda ngelirik orang lain sih. Lebih baik kita putus Jo.
Daripada ntar terlambat gua sakit hati"
'hehehhhe, Tuhan Tuhan, cuma senyum ma temen kelas aja bisa bikin putus ya'
***
-Hai,Jo. Maaf waktu itu aku menghilang. Abis laptopku mati-
(Hai, oke)
-Jo-
(iya)
-terima kasih ya waktu itu kamu uda senyum ma aku, aku seneng deh-
(ha??? kapan. kita pernah ketemukah?)
-iya, terima kasih banyak-
(??????)
-Jo, kenapa kamu selalu tersenyum? kamu gak pernah punya masalah ya Jo?-
(^_^)
-Pernah gak kamu berfikir bahwa senyummu itu bernilai-
(hah,,ngapain?)
-yah, kan gak semua orang itu bisa senyum semudah itu Jo-
(waduh, ada yak yang begituan. Kan tinggal ngangkat pipi, buka mulut 'dikit', trus uda jadi senyumnya)
-yah, tapi buat mereka yang buta dan gak punya hati, senyum tulus itu susah-
(ohh.. baru tau)
(eh, kamu itu kelas berapa sih)
(kita ini satu sekolah kan)
(haii, dita)
-Jo, maaf aku harus off-
(oh, kamu ini di warnet ya, ato pake hp. gak bisa lamaan dikit ya. hehheh)
***
"Hi, Jo"
"Brother Jo Brother Jo..."
"Rina, Mamad"
"Sini kau Mad, kenapa bisa si Rina jadi cewek lo. pake jimat apaan lo?"
"Jimat cinta bro.."
"hehehe,, gampar lo enak nih rasanya yak"
"hehehe"
"Maaf bro, emang lo lebih manis, lo lebih tinggi, dan lo lebih tenar. Tapi soal cinta, gua jagonya"
"oh dasar tuyul kuclug lo"
"Si Rina bilang bro, dia gak mau terima lo soalnya lo itu jadi pujaannya banyak cewek"
"Pujaan bagemane, ditolak terus gini"
"Dia bilang, lo itu terlalu murah hati, sampe2 semua cewek lo sapa, semua cewek lo senyumin,
semua cewek lo perhatiin. La itu yang Rina kagak tahan bro"
"????"
"Dia juga bilang, senyum lo itu diartikan beda-beda ama tiap cewek bro"
"hehehehhhe,, mule ngaco lo"
"sumpah bro,tanpa sepengetahuan lo, banyak cewek yang ngira lo naksir mereka karena lo sering kasih senyum ma mereka.
jadi ati2 ya bro".
***
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah,” (HR Muslim). :)
***
Rabu, itu aku datang ke sekolah.
Baru kali itu aku merasa sesak dan tak bersemangat untuk bersekolah,
padahal biasanya, sekolah adalah surga bagiku.
Tak sampai menuju gerbang, aku melihat kerumunan polisi dan orang-orang sekitar di sisi gerbang.
Tak hanya itu, mobil ambulancepun turut meramaikan kebingunganku saat itu.
"Jo, maaf aku"
"Mamad, ada apa ini"
Tak sempat ada yang menjawab, Mamad pergi bersama pria-pria tinggi berseragam itu.
Polisi membawanya dan menfonis dia dengan hukuman 10 tahun penjara karena telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Dita.
Yah, Dita yang aku ajak bicara selama ini,dia meninggal, karena ditabrak oleh Mamad.
Dan saat itu aku benar-benar frustasi.
Tak pernah ada yang melihatku tersenyum lagi.
Semua orang menganggapku aneh.
Aku pun tak lagi bersekolah.Semua orang tak tahu di mana aku.
Tak ada lagi yang mengingat Jo manis.
Hingga 3 tahun berlalu.
Aku mengunjungi pemakaman Dita.
Aku duduk memandangi batu nisan yang berkilau karena pantulan sinar matahari,
Dita cantik, dia manis, dan di foto itu Dita tersenyum padaku.
Kemudian aku teringat akan kata-kata Dita terakhir itu,
bahwa dia berkata 'pernah gak berfikir bahwa senyummu itu bernilai'
heh, aku hanya tertawa sengit..
Hingga pada malam harinya, aku bermimpi bertemu Dita.
"Jo, aku senang melihatmu tersenyum. Dan aku bersyukur bisa mengenal orang sepertimu di akhir hidupku.
Dan perlu kau tahu Jo, aku mati dengan senyuman menghadap Tuhan kok, jadi tak ada yang perlu disesali.
Karena memang itu adalah jalan hidup yang aku terima.
Jadi tetaplah tersenyum Jo, karena banyak orang bahagia saat melihat dirimu tersenyum"
Dan setelah malam itu, aku kembali ke pemakaman Dita. Aku berdoa pada Tuhan agar mengampuni segala dosanya,
dan menerimanya di pangkuan lembut Sang Khalik.
***
Dan sekarang, aku bekerja dan dapat duit dari senyuman lhoo...
Kerja apa coba..??

hehehehehhehehe

*Hadapi dengan senyuman
semua yang terjadi
biar terjadi...
Hadapi dengan tenang jiwa
semua... kan baik-baik saja*
-Dewa di album "Laskar Cinta"-
*Senyum hanya menggunakan 26 otot sedang cemberut menggunakan 62 otot.*
*senyuman adalah lambang optimis bagi kita.*
*Let us always meet each other with SMILE. For SMILE is the beginning of Love*
-Mother Teresa-

No comments: