Aku tak pernah membayangkan sebelumnya bagaimana rasanya menjadi ibu.
Tidak sebelum aku beranjak dewasa dan diriku tumbuh menjadi remaja.
Aku tak pernah membayangkan sebelumnya bagaimana peraasaan ibu ketika aku marah, ketika aku senang, ketika aku sedih.
Tidak sebelum aku cukup usia untuk mengetahuinya.
Ibu...
Setiap orang akan mengungkapkan bagaimana dirimu dengan berjuta kata, dengan berjuta tawa, dengan berjuta kebahagiaan, dan dengan berjuta doa.
Dan Ibuku, Dia adalah WANITA TERHEBAT.
Kini,
rambut putih sedikit demi sedikit mulai tampak dalam.
Kulit-kulit yang mulai keriput juga semakin bertambah dalam paras cantikmu.
Aku, seringkali berfikir demikian, terutama saat saudara perempuanku -kakakku- sudah bisa menjadi Ibu.
Saat kakakku di sukses dengan karirnya, memakai gordon dan topi di kepala tanda ia telah lulus kuliah.
Kakakku, dia bersama ibu di sampingnya saat foto wisuda di ambil.
Akankah esok aku merasakan itu?
Saat kakakku bisa bekerja dan mampu membahagiakan ibuku.
Esok aku akan bisa seperti itu?
Saat kakakku duduk di pelaminan dan ada ibu di samping pelaminan itu.
Aku akan seperti itu?
Dan ketika kakakku memberikan seorang cucu yang sangat tampan kepada Ibuku,
Akankah anakku esok bisa digendong seperti itu?
Aku pun tak tahu...
Meski pertanyaan itu terkadang muncul, aku tetap dan akan selalu berdoa..
Untuk kebahagiaan Ibu
Untuk kebaikan Ibu
Untuk umur yang barokah bagi Ibuku.
Ya Allah, semoga masih ada kesempatan untukku.
Amin......
Untuk Ibuku, yang selalu menyayangiku sepanjang masa.
Untuk Ibuku yang selalu rela melakukan apa saja untukku.
Untuk Ibuku yang tak pernah lelah, meski terkadang aku menjadi anak yang tak tahu diri.
Aku bukan orang yang mampu mengatakan ini semua kepada Ibu, tapi aku ingin Ibu tahu, bahwa Aku Sangat Menyayangimu.
I LOVE YOU MOM
No comments:
Post a Comment